Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Hidcompedia

Asal Hari Ahad dan Hari Minggu di Indonesia

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 12 September 2022 10:22 10:22 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 12 September 2022 10:21
Bagikan
Bagikan

Perubahan hari Ahad menjadi hari Minggu sudah berjalan sejak tahun 1988, menurut Wikipedia 7 Maret 321, Kaisar Konstatinus I, menetapkan hari Minggu sebagai hari peristirahatan bangsa Romawi

Hidayatullah.com | KATA berasal dari bahasa Arab, yang artinya yang satu, atau pertama (al-awwal). Dan kata ini, juga salah satu nama Allah, “Ahad” Yang Maha Esa.

Kata Ahad merupakan derivasi (muystaq) dari Wahid. Dulu orang Arab sebelum Islam datang, menamainya dengan “Awwal” untuk menunjukkan hari pertama dalam satu minggu (usbu’).

Di beberapa negara Islam, hari Ahad menjadi hari kedua, setelah Sabtu. Sedangkan di Barat, hari Ahad (minggu) merupakan hari terakhir dari satu minggu (akhir pekan), karena mereka merayakan ibadah di gereja (kanais) pada hari tersebut. Di beberapa negara, memulai waktu awal pekan berbeda-beda, karena disesuaikan dengan peribadatan, hari libur, dan memulai hari aktif dalam beraktifitas (formal).

Hari Ahad, merupakan perubahan ketiga. Tahap pertama, orang Arab tidak memberi nama pada setiap harinya, hanya pada awal bulan ghurar (غرر). Pada tahap kedua, baru mereka memberi nama khusus, hari Ahad dengan nama Al-Awwal, hari Senin dengan nama Ahwan dan seterusnya (baca: sejarah Hari Sabtu, Halimi Zuhdy). Dan tahap ketiga, orang-orang Arab setelah datangnya Islam mengganti menjadi hari “Ahad”.

Baca Juga

Makna Ijma’ dan Fatwa dalam Hukum Islam: Asal Kata, Definisi, dan Fungsinya
Makna “Dzalim”  
Makna “Bid’ah” dalam Pemahaman Keagamaan
Ribath di Jalan Jihad
Dua Kalimah Syahadat

Imam Al-Suyuti dalam “Al-Shamarikh fi ‘ilm Al-Tarikh”, Ahad adalah hari pertama (al-awwal). Dalam syarah kitab Al-Muhadzab”, Ahad adalah minggu pertama. Ibnu Asyakir meriwayatkan dalam “ta-Tarikh” dalam sanad Ibn Abbas, bahwa pertama kali Allah menciptakan sesuatu adalah hari Al-Ahad, sehingga disebut: Al-Ahad, dan orang-orang Arab biasa menyebutnya dengan al-Awwal (pertama).

Ada juga yang berpendapat, bahwa hari pertama dalam seminggu adalah hari Sabtu. Dalam kitab “Al-Sharh”, “Al-Rawdah” dan “Al-Minhaj” dalam Imam Muslim: “Allah menciptakan bumi pada hari Sabtu, gunung-gunung pada hari Ahad, pepohonan pada hari Senin, kerusakan/kekejian pada hari Selasa, cahaya pada hari Rabu, dan Allah menyebarkan binatang di dalamnya pada hari Kamis, dan menciptakan Nabi Adam setelah sholat dzuhur pada hari jumat. Masih dalam Kitab “Al-Shamarikh fi ‘ilm Al-Tarikh”, Imam Syuyuthi menceritakan bawa Ibn Ishaq berkata, Ahli Taurat berkata “Tuhan memulai penciptaan pada hari Minggu, dan ahli Injil mengatakan pada hari Senin, dan kami (Muslim) sebagaimana yang kami dapatkan dari Nabi Kami -yaitu  pada hari Sabtu.

Beberapa puluh tahun terakhir ini hari Ahad mulai lenyap, dan bahkan ketika kita bertanya kepada siswa atau mahasiswa atau khalayak umum, mereka sudah tidak lagi tahu asal-muasal hari Minggu yang sebelumnya adalah berasal dari hari Ahad. Dan banyak yang sudah tidak mengenal nama “Ahad”.

Dan mereka dengan entengnya menyebut hari Ahad dengan hari Minggu. Banyak juga pembelajar yang tidak mengenal asal-usul hari bahwa hari- hari yang ada di Indonesia berasal dari bahasa Arab, Senin (isnain), Selasa (sulasa’), Rabu (arbia’), Kamis (khamis). Jumat (Jumuah), Sabtu (sabt).

Apakah salah dengan merubah menjadi Minggu? Tidak juga, karena kebudayaan yang melemah, akan dikalahkan dengan budaya yang kuat.

Setelah penulis telisik dari berbagai leteratur bahwa hari Minggu adalah nama yang diambil dari bahasa Portugis, Domingo yang berarti “hari Tuhan kita”, dan pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, kemudian kata ini dieja sebagai Minggu. Hari tersebut. Bagi salah satu umat yang ada di dunia, yaitu umat Kristen, nama hari Minggu selain diidentikkan dengan Hari Tuhan, juga sebagai hari kebangkitan, hari peristirahatan dan hari untuk beribadah.

Pada hari Minggu ini umat gereja memperingati hari Minggu sebagai hari perhentian bagi orang Kristen sekaligus hari peringatan akan kebangkitan Yesus. (Albalad)

Dalam laman Wikipedia (berbahasa Arab) kata Minggu dalam bahasa Latin berarti hari matahari; yaitu Demenich digunakan di Prancis, Domingo digunakan di Spanyol, dan Domonica di Italia. Ketiga nama ini berasal dari kata Latin Dais Dominica, yang berarti Hari Tuhan.

Selama abad keempat Masehi pemerintah dan gereja secara resmi menyetujui hari Minggu sebagai hari istirahat di Eropa. Hari ini, hari Minggu adalah hari libur di semua negara Kristen, dan dalam banyak tradisi Kristen hari Minggu adalah Sabat Kristen, yang menggantikan Sabat Yahudi.

Lembaga pendidikan Islam di Indonesia dan lembaga-lembaga lainnya memulai aktifitasnya dengan hari kedua, yang seharusnya (kalau mengikuti arti bahasanya) aktifitas atau kegiatan apa pun dimulai dari hari Ahad, bukan hari Senin.

Mengapa? Karena hari Senin berarti hari kedua, dari satu pekan. Dari perubahan hari inipun, berubah seluruh budaya yang terkait dengan permulaan hari, banyak lembaga yang memulai kegiatan dengan hari Senin, karena pada hari Ahadnya aktifitasnya diliburkan mengikuti makna dari hari Minggu (hari Istirahat), yang “kalau mengikuti maknanya” seharusnya memulai aktifitasnya adalah hari Ahad (hari pertama dalam satu pekan).

Minggu menurut Wikipedia pada tanggal 7 Maret 321, Kaisar Konstatinus I, menetapkan hari Minggu sebagai hari peristirahatan bangsa Romawi. Para reformator gereja, Luther dan Calvi memandang hari Minggu sebagai institusi sipil yang dibuat oleh manusia, yang menyediakan waktu bagi manusia untuk beristirahat dan beribadah.

Dan saya masih salut pada beberapa pondok pesantren, madrasah dan lembaga-lembaga lainnya yang masih menerapkan hari libur, pada hari Jumat. Karena hari Jumat (bagi umat Islam) adalah sayyidul Ayyam, hari penuh berkah dan hari untuk banyak melakukan peribadatan kepada Allah. Hari liburnya hari Jum’at, sebagai persiapan untuk melakukan shalat Jum’at, dan dimulai kegiatan pada hari Sabtu atau Ahad.

Ternyata berubahnya nama hari sangat berpengaruh bagi berubahkan sebuah kebudayaan. bagi umat Islam sendiri, hari Ahad sudah banyak dilupakan, karena maraknya kalender dan media yang menggunakan hari Ahad dengan hari Minggu. Dan juga, banyak yang tidak mengetahui bahwa hari Ahad adalah hari pertama dalam satu pekan.

Perubahan hari Ahad menjadi hari Minggu ternyata sudah berjalan lama, sekitar tahun 1988. Apakah kita tetap menggunakan hari Ahad atau hari Minggu, itu terserah pembaca, tetapi kalau konsisten dengan hari dalam satu pekan di Indonesia, maka menggunakan hari Ahad lebih tepat dari pada hari Minggu.

Tulisan ini hanya sebuah refleksi sederhana saja, yang penulis sudah lama bertanya-tanya kenapa hari Ahad berganti hari Minggu, dan kebetulan penulis belum terbiasa menggunakan hari Minggu ketika di Pondok Pesantren, dan sampai hari inipun, penulis selalu menjawab hari Ahad ketika ditanya anak-anak mau berlibur kapan?.

Mudah-mudahan hari lain tidak tergantikan dengan nama yang lain lagi. Cukup hari Ahad saja, dan penulis (dan seharusnya umat Islam) tetap menggunakan hari Ahad, walau pun hari Minggu selalu hadir di akhir pekan. Karena hari Minggu adalah hari dipekan terakhir, bukan hari pertama sebagaimana dibeberapa kalender yang meletakkan hari Sabtu diakhir, dan hari Minggu di Awal.

Mudah-mudahan menjadi refleksi Bersama,bukan untuk diperdebatkan, tetapi hanya untuk direnungkan. karena perubahan seperti di atas sering terjadi, jika suatu kaum latah, atau kalah dalam memasarkan keilmuannya, atau kalau dalam perpolitikan dunia, atau latah pada sebuah kemajuan dari sebuah peradaban tertentu. Maka, nama-nama itu pun akar tergantikan, sebuah keniscayaan.

Selamat berakhir pekan, dan mari kita mulai dengan hari Ahad.*/Dr  Halimi Zuhdy, dosen di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:asal hari Ahadasal hari minggusejarah hari minggu
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Laga Sepakbola Ditangguhkan Gegara Kematian Ratu Inggris Penggemar Protes
Tulisan selanjutnya Mampukah Pesawat Siluman Kizilelma Turki Mengungguli F-35 dan Su-57?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Hidcompedia

Hisab, Muhasabah dan Yaumul Hisab

14 Maret 2024 03:25
Hidcompedia

Asal Usul Kata “Tarhib Ramadhan”

13 Maret 2024 00:30
Hidcompedia

Istilah Makar dalam Al-Quran

1 Maret 2024 14:00
Hidcompedia

Sarir dan Rahasia Ranjang

26 Januari 2024 11:09
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?