Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Dunia Saat Ini Dihantui Kecanduan Digital

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 16 Juni 2014 20:26 8:26 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 16 Juni 2014 20:26
Bagikan
Bagikan

PARA psikiater di Singapura mendorong pihak berwenang di sektor kesehatan untuk secara resmi mengakui kecanduan Internet dan alat digital lainnya sebagai suatu kelainan, bergabung bersama negara-negara lainnya di dunia yang menunjukkan kekhawatiran dengan masalah yang semakin meningkat ini.

Singapura dan Hong Kong ada di daftar teratas di Asia Pasifik sebagai negara yang termasuk memiliki tingkat penetrasi ponsel pintar tertinggi di dunia, menurut laporan 2013 dari perusahaan Nielsen yang mencermati media.

Sekitar 87 persen populasi Singapura yang mencapai 5,4 juta orang memiliki ponsel pintar, atau yang memiliki kamera dan kemampuan mengakses Internet.

Di Amerika Serikat, ada kekhawatiran yang sama mengenai dampak ponsel pintar bagi masyarakat, dengan tingkat penetrasi 65 persen yang mungkin tidak akan masuk daftar lima besar di Asia Pasifik. Demikian dilaporkan VOA, Senin (16/6/2014).

Warga-warga Singapura rata-rata menghabiskan 38 menit per sesi di Facebook, hampir dua kali lebih lama dari orang Amerika, menurut studi dari Experian, perusahaan layanan informasi global.

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Adrian Wang, seorang psikiater dari rumah sakit kelas atas Gleneagles Medical Centre, mengatakan, kecanduan digital seharusnya diklasifikasikan sebagai kelainan jiwa.

“Pasien-pasien datang dengan masalah terkait stres dan kegelisahan, namun mekanisme penyembuhan mereka adalah dengan mengakses Internet, membuka media sosial,” ujar Wang.

Ia mengatakan pernah merawat seorang mahasiswa berusia 18 tahun dengan gejala-gejala yang ekstrem.

“Ketika saya melihatnya, ia tidak bercukur, rambutnya panjang, tubuhnya kurus dan ia belum mandi selama beberapa hari. Ia terlihat seperti pria tunawisma,” ujar Wang.

Pemuda itu bertengkar dengan ayahnya setelah sang ayah mencoba mengambil komputer laptopnya. Setelah sang ayah juga memutuskan akses Internet di rumah, anak muda itu berkeliaran di rumah-rumah tetangga untuk mendapat koneksi nirlaba.

Ia akhirnya diopname, diberi obat anti-depresan dan menerima “banyak” konseling, ujar Wang.

“Kita harus memutus siklus itu. Ia akhirnya membaik, keluar dari rumah sakit. Beberapa kali bertemu dengannya, ia baik-baik saja,” ujar Wang.

Kecanduan Media Sosial

Tan Hwee Sim, seorang psikiater konsultan di klinik The Resilienz Mind di Singapura, mengatakan, gejala-gejala yang diperlihatkan para pasien dewasa muda yang dirawatnya telah berubah seiring waktu.

Obsesi dengan permainan daring (online gaming) merupakan hal utama di masa lalu, namun sekarang ini tren yang sedang naik adalah kecanduan media sosial dan pengunduhan video.

Terkait gejala fisik, semakin banyak yang melaporkan sakit leher atau “text neck/iNeck pain” karena sering menundukkan kepala untuk melihat ponsel pintarnya di mana pun, ujar Tan Kian Hian, konsultan departemen anestesiologi di Rumah Sakit Umum Singapura.

Masalah ini bukan hanya ada di Singapura, karena sejumlah negara telah membangun pusat perawatan untuk pecandu-pecandu Internet usia muda, terutama di Asia. Korea Selatan, China, dan Taiwan telah bergerak untuk mengatasi isu tersebut.

Di Korea Selatan, survei yang dilakukan pemerintah pada 2013 memperkirakan hampir 20 persen remaja kecanduan ponsel pintar.

China sudah memiliki sekitar 300 pusat adiksi Internet, menurut laporan laman stasiun televisi negara CCTV pada Februari. Media tersebut juga mengutip survei yang menunjukkan ada lebih 24 juta anak muda China kecanduan Internet.

Sakaw dan Kegelisahan

Di Singapura, ada dua pusat konseling — National Addictions Management Services dan Touch Community Services – yang memiliki program untuk kecanduan digital.

Trisha Lin, seorang asisten profesor bidang komunikasi di Nanyang Technological University, mendefinisikan kecanduan digital dengan sejumlah gejala: ketidakmampuan untuk mengontrol keinginan, kegelisahaan jika terpisah dengan ponsel pintar, menurunnya produktivitas dalam belajar atau bekerja, dan kebutuhan untuk terus mengecek telepon.

Lin memperingatkan para orangtua agar seharusnya tidak memberikan anak-anak mereka ponsel pintar atau komputer tablet untuk membuat mereka diam.

“Seperti pengasuh bayi di masa lalu menggunakan TV, namun sekarang ini lebih buruk karena layarnya bisa dibawa ke mana-mana,” ujarnya, mengutip kasus seorang siswi SMA di Taiwan yang hanya bisa tidur jika memeluk ponsel pintarnya untuk berjaga-jaga jika ada yang menelponnya.

Sekelompok mahasiswa/i S-1 dari Nanyang Technological University di Singapura akhir tahun lalu meluncurkan kampanye mendorong publik meletakkan ponsel pintar dengan posisi layar di bawah ketika sedang bersama orang-orang yang dicintai.

Kampanye itu mendapat sambutan baik dari para mahasiswa/i, dan ada rencana untuk mengembangkannya di sekolah-sekolah.

Kecanduan begitu merasuk di Singapura, sampai sebuah program pendidikan “kesehatan dunia maya” untuk anak-anak pra-sekolah dan orangtua mereka akan diluncurkan di paruh kedua 2014.

Chong Ee Jay, seorang asisten manajer di Touch Community Services, yang meluncurkan inisiatif itu, mengatakan: Kami ingin memberi peringatan pada orangtua agar tidak memberikan alat-alat ini begitu dini dan belajar untuk menyimpannya.”*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:internet
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saksi: Senkom Mitra Polri Rutin Rapat dengan LDII
Tulisan selanjutnya Kampanye Negatif Boleh, Kampanye Hitam Jangan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?