Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Citra Satelit dan “Lafal Allah” di Atas Gelombang Tsunami

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Desember 2014 00:08 12:08 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Desember 2014 08:57
Bagikan
Inilah riak-riak gelombang tsunami di pantai Kalutara, Sri Lanka yang diyakini mirip dengan tulisan kaligrafi "Allah"
Bagikan

Hidayatullah.com—Di antara salah satu ‘keajaiban’ dalam musibah tsunami di wilayah Asia, termasuk di Aceh Desember 2004 lalu adalah munculnya hasil foto satelit memperlihatkan riak-riak gelombang Tsunami di Sri Lanka yang diyakini mirip tulisan kaligrafi “Allah”.

Keyakinan ini pertama kali disampaikan para ulama Sri Lanka beberapa hari setelah hasil foto-foto DigitalGlobe Quickbird, citra satelit pengamatan bumi dengan resolusi tinggi, yang dimiliki oleh DigitalGlobe menunjukkan riak-riak gelombang tsunami di Sri Lanka dan Aceh.

DigitalGlobe Quickbird diluncurkan pada 2001 sebagai satelit pertama dalam konstelasi tiga dijadwalkan berada di orbit pada 2008. Ia merupakan satelit resolusi tinggi dengan resolusi spasial 61 cm, mengorbit pada ketinggian 450 km secara sinkron matahari, satelit ini memiliki dua sensor utama yaitu pankromatik dan multispektral.

Hasil foto QuickBird yang menunjukkan gelombang tsunami di Sri Lanka lebih mirip kaligrafi “Allah” kala itu diyakini ulama Sri Lanka sebagai pesan Allah pada yang masih hidup atas kekuasaaNya

“Itulah tanda-tanda yang diberikan Allah untuk memperingatkan hukumnya yang banyak diabaikan manusia, “ begitu petik seorang ulama Sri Lanka, Mohamed Faizeen yang juga Manager of the Center for Islamic Studies di Colombo kala itu.

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Tulisan mirip lafal “Allah” di riak-riak gelombang yang ditangkap satelit itu menurut Mohamed Faizeen diambil saat gelombang Tsunami menabrak Sri Lanka barat dan mendekati kota Kalutara.

“Ini dengan sangat jelas menerangkan asma ‘Allah’ dalam tulisan Arab,” ujar Faizeen dikutip laman chinapost.com.tw.

tsunami_Kalitara Beach SrilankaSebelum_Sesudah Tsunam1
Hasil foto satelit di Sri Lanka sesuah (atas) tsunami dan saat terjadi tsunami (bawah) oleh DigitalGlobe Quickbird

 

Faizeen menambahkan, guratan riak-riak gelombang yang melingkar itu, dari kejauhan -seperti ditangkap satelit itu– mirip tulisan lafal “Allah”. Foto tersebut didapatkan setelah perusahaan jasa satelit, DigitalGlobe Quickbird menunjukkan beberapa hasil foto pantauan udara yang diambil tanggal 26 Desember 2004, saat musibah berlangsung.

“Allah telah menandatangani Nama nya,” ujar Faizeen. “Ia telah mengirimnya sebagai bukti atas hukuman. Ini datang dari pengabaian Hukum nya.” Faizeen menyamakan pesan tsunami ini seperti hukuman Nabi Nuh atas kaumnya yang tidak taat.

Namun, keyakinan seperti itu tak hanya pada Faizeen. Beberapa kalangan Kristen setempat mengakuinya. Seorang wisatawan asing di desa Ulvae, Sri Lanka Timur mengaku, beberapa hari sebelum gelombang datang, dirinya bermimpi selama tiga hari berturut-turut di kota itu telah terjadi banjir dengan ombak sangat besar datang.

“Ia memperingatkan orang desa tetapi mereka menertawakannya. Ia meninggalkan Ulvae pada pagi Ahad itu, 15 menit sebelum tsunami menyerang,” ujar Faizeen.

Faizeen juga menceritakan, dirinya telah mengunjungi sebuah desa yang sebagaian penduduknya orang Islam di Ulvae, dekat kota utama Batticaloa, dan menemukan, bahwa ada sebuah madrasah (sekolah Islam) yang tak disentuh air sama sekali. Padahal, di dekat sekolah itu, sekitar 400 rumah penduduk telah diratakan dengan. Kebanyakan penduduknya telah hilang dan meninggal.

Garis pantai dari beberapa negara Asia yang dipukul ombak -termasuk Indonesia– telah menjadi tempat bermain untuk orang asing -khususnya Barat-juga orang Islam untuk menyalurkan sifat buruknya, ujar Faizeen. Di antaranya, pantai-pantai itu digunakan sebagai tempat mesum, pelacuran dan mabuk-mabukan.

“Allah akan mengirimkan hukuman kecil pertamanya -seperti hilangnya bisnis. Tapi jika kita mengabaikan peringatan itu, Ia akan mengirimkan beberapa lagi yang lebih besar- misalnya, hilangnya kehidupan. Jika kita masih mengabaikan peringatan itu, hukuman besar akan datang, seperti gempabumi dan tsunami.”

Faizeen mengatakan, area Sri Lanka dan juga Indonesia –yang sebagian besar yang didiami oleh warga muslim– telah mendapatkan pukulan paling keras tsunami.

Muhammed Fawmey, pemimpin the International Islamic Youth Front mengatakan, ia sangat meyakini, tsunami itu benar-benar pesan yang dikirim Allah.

“Ia dengan sangat jelas menandatangani Nama-nya di dalam ombak itu,” ujar Fawmey menanggapi hasil foto satelit tulisan asma Allah dalam riak gelombang tsunami yang ditangkap DigitalGlobe Quickbird.

Kebanyakan orang Islam di seluruh dunia yakin, gelombang tsunami yang terjadi 26 Desember lalu adalah sebuah peringatan Allah Subhanahu Wata’ala kepada manusia. Tetapi, para ilmuwan, masih tetap mengandalkan akalnya dengan alasan karena ada gempa bumi di bawah permukaan laut di Sumatra Utara, di atas 9.0 skala richter.

Sebagaimana di Sri Lanka, di Aceh, ada puluhan masjid yang tak hancur dan tidak ikut terseret gelombang tsunami. Sebagian masjid, bahkan tak ada satupun rusak dinding atau lantainya, meskipun gedung-gedung kokoh di sebelahnya rata dengan tanah. [baca: Inilah Masjid-Masjid Yang Kokoh Oleh Terjangan Tsunami]

Hingga hari ini, masih belum ada satupun ilmuwan bidang kontruksi mampu menjelaskan mengapa masjid-masjid ini bisa tetap kokoh.

Semoga sepuluh tahun musibah ini menjadikan kita makin cerdas dan mampu merenungi tanda-tanda kekuasaan Allah Subhanahu Wata’ala.*

 

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Allahkekuasaan Allahmabukmesumpelacuran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Makna Natal Bagi Kristen Indonesia”
Tulisan selanjutnya Pulau Ugar, Tuan Rumah Jambore Dakwah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?