Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Jangan Ada Dengki Sesama Orang Beriman

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Oktober 2016 06:58 6:58 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Oktober 2016 08:00
Bagikan
Betapa sering kita mohon kepada Allah agar dikokohkan dengan bergabungnya saudara-saudara seiman di jalan dakwah dan jihad, namun kemudian kita sendiri yang mengusir mereka dari jalan ini
Bagikan

DIANTARA keluhuran agama Islam tercermin dari ajarannya untuk saling mendoakan kebaikan selalu.

Siapapun dia, setiap orang beriman berhak mendapatkan kebaikan dari saudaranya yang lain. Setidaknya ia beroleh doa dan wajah tersenyum dari saudaranya yang memberi salam.

Bahkan kemuliaan ajaran Islam itu makin tampak dengan anjuran mendoakan kebaikan juga buat orang-orang beriman sebelumnya yang telah mendahului mereka.

Demikian penjelasan mufassir Abdurrahman Nashir as-Sa’di Rahimahullah menerangkan ayat berikut ini.

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (Al-Hasyr [59]: 10).

Menurut pengarang Tafsir as-Sa’di itu, doa agung tersebut hanya bisa dicapai oleh yang memiliki hati yang bersih dan lapang.

Untuk itu, setiap Muslim diminta membersihkan hati dari segala noda yang menggerogoti kesuciannya. Utamanya sifat dengki dan sombong terhadap orang lain.

Disebutkan as-Sa’di, mustahil orang tersebut mengaku cinta dan ikhlas mendoakan jika ia sendiri benci dan iri hati kepada saudaranya yang lain.

Sedang keikhlasan itu hanya bisa lahir dari iman yang bersih yang menyatukan hati-hati orang beriman. Mereka terikat dengan buhul ukhuwah imaniyah kepada Allah.

Tak heran meski dibatasi oleh jarak dan waktu, sesama orang beriman tetap bisa saling memberi manfaat kebaikan dan berbagi doa ampunan.

Jangan Cela Sahabat

Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma (Ra) meriwayatkan: “Hendaknya kalian memperbanyak bacaan istighfar untuk para sahabatku. Sebab aku mengetahui dahsyatnya fitnah akhir zaman tersebut.”

Dengan tegas Ibunda Mukminin tercinta, Aisyah Binti Abu Bakar Radhiyallahu anhuma (Ra) juga mengingatkan: Kalian telah diperintahkan untuk berucap istighfar (memohon ampun) untuk para sahabat. Tapi justru kalian menyelisihinya dan mencela mereka dengan tuduhan yang keji.

Aku mendengar Nabi kalian bersabda, “Tidak akan berlalu umat ini kecuali mereka saling mencaci dan melaknat sesama mereka.”

Inilah kesesatan yang terang benderang dari ajaran Syiah. Secara serampangan mereka menabur fitnah bahkan mencaci para sahabat Nabi yang mulia.

Imam Malik Rahimahullahu (Ra) menguatkan, siapa saja yang membenci salah seorang sahabat Nabi, atau di dalam hatinya menyimpan kedengkian kepada mereka, niscaya ia tak memiliki hak apapun dalam pembagian harta kaum muslimin.

Menghindari fitnah demikian, seorang Muslim dianjurkan memperbanyak mengingat prestasi kebaikan dan kemuliaan orang-orang shaleh terdahulu.

Sebab hal itu bisa menyatukan dan menguatkan simpul ukhuwah di antara orang-orang beriman.

Sebaliknya, hendaknya orang itu menghindari untuk menyebut kekhilafan dan perselisihan yang pernah terjadi di kalangan orang-orang beriman. Hal itu hanya membuat hati ini jadi keruh dan menimbulkan fitnah setelahnya.

Terlebih kealpaan mereka sebagai manusia biasa tak sebanding dengan jaminan kemuliaan dan pengorbanan yang mereka hadiahkan untuk dakwah jihad di jalan Allah.

Imam al-Qurthubi bercerita, al-Husain bin Ali pernah ditanya: “Wahai anak dari putri kesayangan Nabi, apa pendapatmu tentang sahabat Utsman bin Affan?”

Wahai saudaraku, apakah engkau berasal dari golongan yang disebutkan dalam ayat ‘li al-fuqara al-muhajirin’? Al-Husain balik bertanya.

“Bukan,” jawabnya singkat. “Kalau begitu boleh jadi Anda adalah kelompok kaum muslimin ‘wa al-ladzina tabawwau ad-dara wa al-iman’

Ia menjawab, “Tidak,” Mendengar itu al-Husain berang. “Demi Allah, jika engkau tak sanggup masuk dalam kelompok yang ketiga, kamu terancam keluar dari syariat Islam. Al-Husain lalu membaca rangkaian ketiga dari ayat dalam surah al-Hasyr di atas.

Terakhir, sebagian ulama salaf berkata: Jadilah seorang Muhajir (pendatang). Jika kamu berkata, aku tak mendapati generasi tersebut.

Maka jadilah bagian dari orang-orang Anshar (penolong). Jika kamu berkata, generasi itu telah lewat pula. Maka kerjakanlah amalan-amalan yang mereka perbuat terdahulu.

Kalau ternyata hal itu juga masih berat atas kalian, hendaknya kalian tulus mencintai mereka dan  senantiasa berucap istighfar (mohon ampun) untuk mereka.*/Masykur Abu Jaulah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 10 Tips Hidup Hemat di Luar Negeri
Tulisan selanjutnya Singgung Pilgub DKI, JK: Kalau Cagub Bicara Kasar, Bisa Timbul Konflik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?