Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemimpin ‘Boneka’ Iraq Mulai Jauhi AS

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Juli 2003 07:37 7:37 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Juli 2003 07:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Seperti dimuat di beberapa media Inggris, di Scotland semalam, Dr Adnan, yang menjabat Ketua Majelis Penguasa Iraq yang didukung AS itu membayangkan bahwa rakyat Iraq mungkin akan mengangkat senjata menentang AS.

Hanya dua minggu majelis selepas AS mewujudkan perintahan boneka baru, Dr Adnan yang tengah berada di London dalam perjalanan ke Baghdad selepas menyampaikan ucapan di Persatuan Bangsa-bangsa Bersatu (PBB) di New York – menyuarakan kritikannya terhadap ‘peranan’ AS di Iraq.

Mengomentari mengenai kematian Uday dan Qusay selepas serangan tentera AS di Mosul, dia mengatakan, “Rejim sebelum ini adalah berasaskan kepada keluarga Saddam. Jadi, dengan pembunuhan dua anak lelakinya bermakna leher sudah dikerat. Tapi kami lebih suka sekiranya mereka ditangkap. Pembunuhan bukan pilihan kami.”

Menurut Adnan, pemerintah baru Iraq lebih berkenaan membentuk lembaga pengadilan (tribunal) sendiri guna membicarakan anggota dan pendukung bekas rezim Saddam katanya.

Dr Adnan, adalah calon pemimpin pilihan AS, mulai berhasrat untuk mengadakan pilihan umum tahun depan dan berharap memenangkannya menjadi Perdana Menteri.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Selepas tiga peperangan, rakyat Iraq sudah penat dan kami tidak mau memulai satu lagi peperangan,” katanya.

Adnan sadar hubungan dengan AS mungkin akan turut menggugat nyawanya terutama di kalangan pemilih Iraq.

Bagaimanapun, guna mencuri perhatian rakyat Iraq, Dr Adnan mengatakan tidak mengikut kemauan AS dan Inggris dengan merujuk kehadiran tentera mereka di Iraq sebagai ‘pihak sekutu yang berkuasa’.

Pria berusia 80 tahun ini adalah bekas menteri luar negeri sebelum zaman Saddam dan menetap lama di Abu Dhabi selama 30 tahun. Bersama Ketua Kongres Nasional Rakyat Iraq, Ahmed Chalabi, Adnan dikatakan sebagai tokoh boneh yang didukung AS dan Pentagon. (afp/bh)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kaum Yahudi Cemari Masjid Al-Aqsa
Tulisan selanjutnya Gus Dur Persilakan Warganya Bikin Partai

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko

Berita
5 September 2026 17:08
100 Mahasiswa Palestina Di-DO karena Kritisi Perang Genosida di Gaza
Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
Suriah Rangkul Faksi Bersenjata untuk Pastikan Monopoli Senjata

Terbaru

  • Negara-Negara Muslim Sambut Keputusan 12 Negara Barat Mensanksi ‘Israel’
  • Balas Sanksi terhadap Permukiman Ilegalnya, ‘Israel’ Ancam Tutup Konsulat Inggris
  • ‘Israel’ Percepat Pembangunan 1000 Rumah untuk Pemukim Ilegal di Tepi Barat
  • Sanksi Inggris Hanya Menarget Pemukiman Ilegal ‘Israel’, Bukan Zionis
  • Al-Azhar Kecam Aksi Penistaan Al-Quran di Gereja New York
  • 11 Negara Eropa dan Kanada Sepakati Larangan Dagang dengan Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Media ‘Israel’: UEA Pernah Peringatkan Zionis Soal Operasi Thufan Al-Aqsha
  • 100 Mahasiswa Palestina Di-DO karena Kritisi Perang Genosida di Gaza
  • Suriah Rangkul Faksi Bersenjata untuk Pastikan Monopoli Senjata
  • Qatar: Negara Teluk Jangan Hanya Andalkan Perlindungan AS

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?