Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Buntut Kontroversi Cerai Melalui SMS

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Juli 2003 09:32 9:32 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Juli 2003 09:32
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad mengingatkan, kemajuan dalam teknologi komunikasi sekarang tidak harus digunakan secara sewenang-wenangnya sehingga ada yang menceraikan isteri melalui sistem pesan pendek atau yang dikenal dengan SMS.

“Saya tidak begitu senang dengan masakag ini tetapi ia telah diterima, tak salah dari segi undang-undang dan tidak salah dari segi Islam,” kata Perdana Menteri merujuk sebuah kasus perceraian melalui teknologi SMS baru-baru di Malaysia ini.

Saat berpidato dalam rangka meresmikan pembukaan Ericsson-MSC di Cyberjaya , Malaysia semalam, Mahathir mengatakan kalau pun perceraian tidak dapat dielakkan, pasangan suami tersebut seharusnya dilakukan dengan pendekatan yang lebih bersifat peribadi dibanding melalui SMS.

“Dari pada mengirim pesan (untuk bercerai), kita harap dia akan melihat wajah isterinya yang cantik itu, telefon dan bercanda dengannya. Mungkin dia (isteri) akan menangis dan lelaki tadi akan menarik balik (hasrat untuk bercerai). Ini barulah kemajuan,” kata Perdana Menteri.

Isu cerai melalui SMS yang telah diakui oleh mahkamah syari’ah beberapa saat lalu sempat menarik perhatian umum.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Seperti dimuat di Hidayatullah.com, Jumat, 25/7 03, Hakim Mohamad Fauzi Ismail memutuskan perkawinan antara Azida Fazlina Abdul Latif dengan Shamsudin Latif berakhir saat Shamsudin telah mengirim SMS kepada istrinya, Azida Fazlina yang berbunyi: “Kalau engkau tidak keluar dari rumah bapak-ibu mu, maka akan jatuh talak tiga.”

Menurut Mohammad Fauzi, lafaz cerai yang dibuat oleh Shamsudin kepada isterinya di luar mahkamah melalui SMS pada 18 April lalu adalah syah.

Tak urung, keputusan pengadilan ini menimbulkan kebimbangan banyak wanita di Malaysia. Sebagaian menganggapnya sebagai satu penghinaan.

Wakil PM, Abdullah Ahmad Badawi kepada pers seusai meresmikan Institut Latihan dan Kefahaman Islam (Ilmi) Angkatan Tentera Malaysia (ATM) di Sua Betong, mengatakan, bisa saja perkara semacam itu diberi perhatian. Sebab bukan tidak mungkin berlaku penipuan ketika proses penyampaian pesan dalam sistem seperti itu.

“Bisa macam-macam orang kirim SMS, mungkin terjadi penipuan, SMS dapat dikirim siapa saja, sebab SMS tidak ada tanda tangan, “ ujarnya menunjuk ke arah Menteri di Jabatan Perdana Menteri, Abdul Hamid Zainal Abidin yang turut hadir.

Sementara itu, Menteri Pembangunan Wanita dan Keluarga, Shahrizat Abdul Jalil mengatakan pada pers, dirinya akan membawa isu perceraian melalui SMS ini ke Kabinet.

Katanya, Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim), perlu memberi penjelasan kepada Kabinet mengenai asas prinsip yang diambil Mahkamah Syariah membuat keputusan itu.

“Kita minta Jakim dan Menteri di Jabatan Perdana Menteri, Datuk Seri Abdul Hamid Zainal Abidin supaya mengambil kira perkembangan ini dan menentukan ia (SMS) tidak dijadikan alat untuk menceraikan isteri.

“SMS terlalu mudah dipermainkan dan perkawinan bukan suatu perkara yang harus dipermainkan. Lagipula pekerja tidak boleh diberhentikan dengan SMS, inikan pula perceraian, satu penghinaan yang begitu ketara kepada wanita.

“Kita mahu pastikan ia (lafaz cerai menerusi SMS) tidak dijadikan budaya karena membawa satu pesan yang begitu negatif terhadap Islam, “katanya seperti dikutip Berita Harian semalam. (bh)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 2500 Pasukan AS Diduga Melarikan Diri
Tulisan selanjutnya Habib Rizieq Dituntut Tujuh Bulan Penjara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial

Feature
1 Juli 2026 06:30
Ngaku Bisa Terbang, Pendeta Hindu di India Tewas Usai Terjatuh dari Bukit
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi
Rusia Sempat Dituduh, Pipa Gas Nord Stream Ternyata Disabotase Tentara Ukraina

Terbaru

  • Kloter Terakhir Jamaah Indonesia Tiba di Tanah Air, Operasional Haji 2026 Berakhir
  • Hamas Berharap Pasukan Internasional Jadi Penghalang Pelanggaran ‘Israel’ di Gaza
  • Aksi-Aksi Suporter Bola Dukung Palestina di Piala Dunia 2026
  • Akui Gagal Gulingkan Hamas, Netanyahu Siapkan “Migrasi Sukarela” bagi Penduduk Gaza
  • Rusia Sempat Dituduh, Pipa Gas Nord Stream Ternyata Disabotase Tentara Ukraina
  • Helikopter Mendarat Darurat di Laut Arab Satu Tentara Amerika Hilang
  • Membangun Peradaban dari Rumah: Ketahanan Keluarga sebagai Jalan Kebangkitan Umat
  • Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
  • MUI Perjuangkan Akses Hunian Layak bagi Dai dan Guru Ngaji
  • Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?