Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Dr. Tiar Anwar Bachtiar : Imadudin Khalil Perintis Islamisasi Sejarah Terkemuka

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Oktober 2016 11:39 11:39 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Oktober 2016 11:39
Bagikan
Peneliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS) Dr Tiar Anwar Bachtiar
Bagikan

Hidayatullah.com–Peneliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS) Dr Tiar Anwar Bachtiar dalam menyatakan bahwa Dr Imaduddin Khalil adalah salah satu pakar islamisasi sejarah terkemuka di dunia.

“Dialah yang diserahi tugas untuk menyusun mata kuliah Sejarah Islam di Universitas Islam Antar Bangsa (IIUM)  di Malaysia,”terang Tiar dalam acara kajian Saturday Forum di  Sabtu (22/10/2016) di Jalan Kalibata Utara 40.

Selanjutnya Tiar menjelaskan bahwa Imaduddin Khalil sebenarnya adalah teman kuliah Dr Akram Dhiya Umari, pakar Sejarah Islam Universitas Madinah yang buku-bukunya banyak diterjemahkan di Indonesia.

“Mereka sama-sama menyelesaikan kuliah sarjana mereka di Baghdad, Iraq,”terangnya.

Imaduddin melanjutkan kuliahnya di Baghdad dan mengambil doktor di Universitas Ain Syam Kairo dan kemudian mengajar di Mosul atau Baghdad. Sedangkan Umari menyelesaikan doktornya di Universitas Kairo dan kemudian mengajar di Universitas Madinah.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Imaduddin lahir pada tahun 1941 di Mosul, Iraq. Ia adalah salah satu tokoh yang secara sistematis mendorong penulisan sejarah Islam dengan pandangan yang islami.

Sebelum Imaduddin sebenarnya ada tokoh yang merintis penulisan Islamisasi Sejarah, yaitu Syeikh Muhibuddin al Khatib yang menulis penelitian terhadap buku Ibn al Arabi al Awashim min al Qawashim. Setelah Khatib, gagasan perlunya penulisan ulang sejarah Islam ini dilakukan oleh Sayid Qutb dalam bukunya Fi at Tarikh Fikrah wa Minhaj, Muhammad Qutb dalam bukunya Kaifa Naktubu at Tarikh al Islami dan Anwar Jundi dalam bukunya Fi Sabili I’adah Kitabah at Tarikh al Islami.

Sejak menyelesaikan doktornya, Imaduddin kemudian mengajar di kampung halamannya, yaitu di Universitas Mosul dan pada tahun 1989 ia mendapatkan jabatan profesornya di sana.

Selain itu ia juga mengajar di berbagai universitas di Timur Tengah antara lain: Kulliyah Dirasah Islamiyah wal Arabiyah di Dubai, Universitas al Zarqa  dan Universitas Yarmuk Yordania.

Menurut Tiar, Imaduddin juga aktif mengisi berbagai seminar internasional tentang ilmu sejarah, antara lain: Muktamar Internasional Sirah dan Sunah Nabawiyah ke 3 di Doha Qatar pada 1979, Simposium Penulisan Sejarah Umat Islam di Zaqoziq Mesir pada 1989, Simposium Perumusan Metodologi Islamisasi Ilmu Pengetahuan di Oxford Inggris pada 1990, Konferensi Internasional tentang Sastra Islam di Fes Maroko tahun 2004 dan lain-lain.

Selain itu, sebagai akademisi yang reputasinya tersohor di dunia Islam, ia juga sering diminta untuk menjadi konsultan dalam perumusan kurikulum studi sejarah di berbagai universitas Islam, membimbing penulisan tesis dan disertasi dalam kajian sejarah dan lain-lain.

Dari aktivitas ilmiah yang memang menjadi profesinya sehari-hari, Imaduddin menulis lebih dari 72 buku dalam bidang sejarah dan metodologinya, filsafat, pemikiran Islam, hingga sastra Islam. Karya-karyanya pun telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa seperti bahasa Inggris, Prancis, Turki, Persia, Kurdi dan Indonesia.

Buku-buku penting dalam bidang metodologi sejarah yang pernah ditulisnya antara lain : Dirasah fis Sirah (1974), At Tafsirul Islami fit Tarikh (1975), Fi Tarikhul Islami: Fushul fil Manhaj (1981), Dirasatut Tarikh (1983), Ibn Khaldun Islamiyah (1983), Haula Iadah Kitabah at Tarikhul Islami (1986), Tahlil Lit Tarikhul Islami (1990) dan Madkhal ila Tarikhil Hadharatil Islamiyah (2001).

Selain itu ia juga menulis berbagai buku sejarah untuk menunjukkan metodologinya dalam penulisan sejarah Islam. Seperti: Malamih al Inqilab al Islami fi Khilafah Umar ibn Abdul Azis (1970), Imaduddin Zanki (1972), Nuruddin Mahmud: al Rajul wa al Tajriyah (1981), Al Manzhur al Tarikhi fi Fikr Sayyid Quthb (1994) dan lain-lain.

Menurut Tiar, gagasan Imaduddin Khalil dalam bidang islamisasi penulisan sejarah ini adalah mirip yang dilakukan Naquib alAttas dalam islamisasi ilmu pengetahuan.

Al Attas menyatakan bahwa islamisasi ilmu pengetahuan adalah pembebasan manusia dari tradisi magis, mitologis, animistis, kultur nasional (yang bertentangan dengan Islam) dan dari belenggu paham sekuler terhadap pemikiran dan bahasa.

Imaduddin mengamati bahwa belakangan ini, terutama setelah dominasi pengetahuan Barat menyerbu umat Islam, penulisan sejarah Islam banyak dipengaruhi oleh para penulis Barat (orientalis).Saat menulis sejarah, termasuk di dalamnya sejarah Islam, para penulis Barat ini tidak menggunakan tashawwur Islami (worldview Islam).Mereka menggunakan kacamata pandang mereka sendiri, yaitu kacamata pandang sekuler yang materialistis.

Lebih menyedihkan lagi ketika ternyata banyak penulis-penulis sejarah Muslim malah ikut-ikutan menulis sejarah model para penulis Barat.

“Akhirnya mereka hanya menjadi kepanjangan tangan Barat,”terang Tiar yang juga dosen di Universitas Pajajaran Bandung.*/kiriman Nuim Hidayat (Jakarta)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Dr Imaduddin Khalilorientalispenulisan sejarahsejarahsejarah Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Omah Peradaban: Al-Qur’an Telah Buktikan Jika Sejarah itu Penting
Tulisan selanjutnya HPA International Bangun Jaringan Halal Mart, Siap Masuk Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?