Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Derita Orang Patani, Kegelisahan Tak Berkunjung Usai

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 November 2016 05:38 5:38 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 November 2016 05:38
Bagikan
Bagikan

Ingatan Orang-orang Patani;
DUA BELAS TAHUN..
Sejak terjadinya kerusuhan konflik yang telah membuat banyak orang-orang warga masyarakat terkorban, menderita, kejar-kejaran dengan maut.
DUA BELAS TAHUN…
Telah berlangsung lama, ucapan janji dari pemerintah akan berproses menyelesaikan konflik di Patani, tapi padakenyataanyang sekarang ini ?

Malah api konflik semakin menambah mejalar kemana-mana di seluruh daerah, Patani Thailand selatan.
DUA BELAS TAHUN…
Orang-orang dan suasana kehidupan masyarakat Patani tetap tidak berubah, jiwa dan badan penuh dengan luka-luka, hingga orang-orang masyarakat awan timbul mempertanyakan,
Sampai bilakah konflik akan berkunjung usai!
Sampai bilakah orang Patani mengalami hidup yang menderita!
Justru hasilnya apakah disebalik ucapan janji-janji pemerintah dalam proses menyelesaikan konflik di Patani?

Siri peperangan dan perlawanan yang jelas dalam sejarahnya membuktikan kebencian orang-orang masyarakat Patani terhadap kolonial Thailand. Jelas lagi, sejak Thailand menagkap dan menghapuskan kesultanan terakhir Raja Patani 1902M, Tengku Abdul Kadir Kamruddin. Saat ini, keadaan keras dan kacau senantiasa berlaku di negeri ini. Sudah pun pemerintah Thailand telah beberapa kali berulang-ulang berjanji akan memberikan keadilan kepada orang-orangmasyarakat Patani, tetapi apakah itu semua sudah boleh membuktikan hingga sekarang ini, Patani sudah DAMAI?”.

Masing-masing orang mendefiniskan kata“Damai” itu berbeda-beda. Damai menurut anak kecil dan remaja belum tentu sama dengan damai menurut orang dewasa (orang tua dan bijaksana). Damai menurut negara yang satu, belum tentu damai menurut negara yg lain. Damai dalam istilah perang, tidak sama dengan “damai” ketika terbuktinya pelanggaran Hak Asasi Manusia HAM.

Saat ini, bukan lagi masa kedaulatan pemerintah Raja Patani disebutkan ke dalam sejarahnya, bahwa pendudukPatani dahulu rakyatnyamendapat makmur, keadilan dan aman sentosa. Namun setelah Raja Patani jatuh keadaan penduduk orang Patani bertukar berubah.Apa yang dialaminya orang Patani?

Keadaan mereka orang-orang Patani berada dalam suasana yang mencekam, ancaman kerusuhan berdampak bagi para generasi bertambah semakin rusak dan tak kenal lagi asal usul mereka sendiri, jati diri bangsa. Hal tersebut memangnya juga telah menajdi arus ke asimilasi oleh pemerintah selama ini untuk memusnahkan kaum dan orang Melayu Muslim Patani di negeri ini. Membuat mereka harus menerima nasib yang begitu menderitadankegelisahan yang tak kunjung usai,kelanjutan hidup yang damai masih mereka cari-cari selama ini.

Kedamaian bagi orang Patani selama ini tak tampak bermuncul, “mereka cinta damai tetapi lebih lagi cinta kebebasan”, karena kebebasan itu mereka akan menuju kehidupan damai yang berarti. Artinya, perdamaian Patani setelah mereka mendapat kebebasan. Hal itu membuktikan proses damai gagal yang telah berlangsung pertemuan antara pemerintah dengan pejuang Patani di Kuala Lumpur lalu, dan telah diadakan beberapa kali hingga saat ini, perundingan damai itu. Tetapi tidak membuah hasil apa pun namun karena proses damai itu pemerintah sendiri tidak berpaling untuk bertanya kepada orang Patani, sebenarnya mereka maunya apa?

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dan tentu itu sudah ada jawabannya di atas bahwa mereka ingin kebebasan. Selain itu, berhubungan dengan kondisi yang sekarang ini. Penguasa negara ini, militer mengambil alih kekuasaan secara total, semuanya tampaknya halus (dalam hal keberatan) karena tidak ada pihak yang berani untuk mengganggu pemerintah sipil yang pernah dihadapi. Dan itu adalah bukti sekali lagi dari pemerintah penguasa junta militer Thailand, PM. Phrayut Chan-Ocha, yang akan menjadi beberapa mungkinkah dalam mengelola arah menuju perdamaian Patani? Untuk berusaha maju lancar tanpa hambatan yang diganggu selama tengah lautan konflik antara hari masih melayang kehidupan masyarakat penuh tentara, polisi dan pejabat rendah, hampir setiap hari kejadian dengan orang Patani. Bertambah itu, PM. Phrayut Chan-Ocha mengirim lagi pasukan untuk menjaga keamanan yang khusus bertempat di daerah wilayah selatan.

Dan selama ini keadilan di Patani, pernahkah pemerintah Thailand bertanya kepada orang Patani, apakah mereka sudah menikmati hak-hak dasarnya untuk dapat hidup layak sesuai dengan martabatnya? Dua jutaan lebih penduduk yang berada di seluruh tanah air Patani, mereka maupun orang-orang Siam, orang Thailand hidup dalam kecemasan karena mereka terabaikan dari negara hukum dan penegakan hukum yang terancam.

Apalagi dalam hal ini, pemerintah tidak memberikan ruang bagi orang Patani untuk bersuara, tentu pada dasarnya prinsip hukumitu dibuat untuk mencapai tujuan keadilan, tujuan hukum yang paling hakiki adalah keadilan. Tetapi hal tersebut mereka tak mendapatkannya.

Konflik yang telah berlangsung panjang ini, berdampak bagi kehidupan masyarakat menimbul terasa segan dan takut-takutan. Konflik terjadi antara rakyat Patani dan pemerintah negara Thailand, dengan karena ketidak-adilan dan penegakan hukum yang tak membagi ketahui kepada orang Patani, membuat orang-orang yang tidak bersalah, golongan penduduk masyarakat orang awam maupun kalangan mahasiswa sendiri menjadi sasaran tahanan utama oleh militer, tuturnya untuk menjaga keamanan kepada rakyat tetapi realita konflik terjadi karena dari akar penyebab sebabmemerintah terhadap rakyat melampaui batas hukum.

Namun itu, Sesungguhnya suasana di Patani yang sebenarnya segar cahaya mata dilihat. Tetapi mungkin sedikit tidak biasa bagi penduduk di Patani, ketika melihat tentara atau polisi yang sering meronda patroli termasuk pos-pos pemeriksaan di sepanjang jalan, itu biasa dilihat 24 jam. Dengan itu, membuat mereka hidup dalam kecemasan dan merasa tidak aman takut-takutan untuk pencarian hidup di setiap hari mereka. Para tentara dan polisi yang memiliki tempat pertahanan dan perlindunan penuh dengan pos pemeriksaan dan markas militer di sepanjang jalan, sekatan yang berbeda-beda. Mereka tidak kenal masalah adanya sampai kehilangan (ditangkap) yang akhirnya tidak tahu penyebab. berbeda di tempat daerah lain (selain Patani) yang kita kenal provinsi-provinsi lain di negara Thailand. Itulah yang menjadi penyebabnya kegelisahan orang Patani tak kunjung usai hingga sekarang.*/Abu Muhammad Faton. Asal Patani,  untuk pembaca dalam upaya mengobarkan semangat para generasi muda bangsa Patani

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Islam di PataniPataniSIAMThailand Selatan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dukungan Aksi Bela Al-Quran Jumat 4 November dari Kairo
Tulisan selanjutnya Politisi Tokoh Supremasi Kulit Putih Afsel Derby-Lewis Meninggal Dunia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?