Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Intelijen Militer Jerman Klaim Temukan 20 ‘Islamis’ dalam Tubuh Bundeswehr

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 November 2016 07:38 7:38 am
Ama Farah
Dipublikasikan 7 November 2016 07:38
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Menteri Pertahanan Jerman Ursula von der Leyen mengatakan akan segera mengusulkan legislasi untuk melakukan pemeriksaan keamanan atas setiap calon kadet Bundeswehr (Angkatan Bersenjata Jerman), setelah badan intelijen militer (MAD) mengidentifikasi 20 orang ‘islamis’ berada di sejumlah jenjang kepangkatan militer.

Perlu diketahui, istilah islamis disalahgunakan oleh media dan negara Barat untuk menyebut Muslim yang terkait dengan kelompok militan.

Dilansir Deutsche Welle dari laporan Funke Mediengruppe hari Sabtu (5/11/2016), RUU yang direncanakan digodok parlemen pada pekan-pekan mendatang itu akan menyebabkan pihak militer harus melakukan pemeriksaan tambahan 20.000 pertahun.

Saat ini undang-undang menyebutkan bahwa pemeriksaan keamanan atas seorang calon kadet boleh dilakukan setelah yang bersangkutan diterima menjadi anggota Bundeswehr.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Seorang juru bicara MAD mengatakan ada 60 kasus potensial tambahan di Bundeswehr yang sedang diselidiki terkait masalah yang sama.

Menurut jubir itu, kantor-kantor perekrutan calon tentara Jerman menerima pertanyaan dari sejumlah orang yang mengaku ingin bergabung dengan Bundeswehr, hanya beberapa bulan sebelum latihan intensif penggunaan senjata dan perlengkapan perang dimulai.

Pertanyaan-pertanyaan yang masuk itu menimbulkan kecurigaan bahwa orang dari kelompok militan berusaha mendapatkan pelatihan militer dengan cara masuk ke Bundeswehr.

Tahun lalu MAD sudah mengeluarkan peringatan bahwa kemungkinan milisi Islam menyalah gunakan kesempatan yang ditawarkan pihak militer Jerman.

Dalam usulan legislasinya, Kementerian Pertahanan menyontohkan sejumlah insiden di negeri lain, seperti Afghanistan, di mana kelompok teror mendesak anggotanya yang ada di dinas kemiliteran untuk menembak koleganya atau pasukan asing dari negara sekutu.

Pihak keamanan Jerman meningkatkan kewaspadaannya setelah dua orang yang diklaim sebagai anggota ISIS melancarkan serangan pada musim panas tahun ini. Kedatangan 900.000 pengungsi dan migran tahun lalu, kebanyakan asal Timur Tengah, menambah kekhawatiran pihak keamanan yang menduga ada anggota militan Islam menyusup di antara para pencari suaka.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Habib Rizieq: Persiapkan Diri untuk Aksi yang Lebih Besar Lagi!
Tulisan selanjutnya Beberapa Keanehan saat Kericuhan Usai Aksi Bela Islam II

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Berita
13 Juli 2026 18:00
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?