Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Analisis

Kekhawatiran Tragedi Srebrenica Berulang di Aleppo

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Desember 2016 06:46 6:46 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Desember 2016 06:46
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Penderitaan yang dialami penduduk Aleppo dikhawatirkan sebagaimana kejadian 21 tahun lalu tepatnya 11 Juli 1995, saat Jenderal Rodovan Karadzic pemimpin pasukan Kristen Serbia  yang membantai lebih 8000 umat Islam Bosnia.

Banyak laporan dari agensi berita internasional ketika itu menggambarkan pembunuhan sebagai aksi terkejam, bahkan lebih kejam dari Adolf Hitler saat Perang Dunia Pertama.

Hari ini, diperkirakan ada sekitar 50.000 orang dilaporkan masih terjebak di timur wilayah Aleppo saat usaha evakusasi sedang dilakukan.

Menurut utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Suriah dan perwakilan pemerintah Prancis dalam konferensi pers mengatakan, sebagian besar dari mereka adalah penduduk sipil.

“Sebanyak 50.000 orang masih terperangkap di Aleppo, 40.000 diantaranya adalah orang awam yang tidak beruntung.

Baca Juga

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Sidang Umum PBB UNGA
Mimpi Buruk Israel: Turki Bangkit Jadi Kekuatan Baru Timur Tengah
Strategi Ibrahim Traoré: Tinggalkan Penjajah Prancis, Dekati Rusia
“Gubernur Konten”,  Antara Pencitraan, dan Polarisasi Digital
Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas
NAS Daily Terima Penghargaan dari Lobi ‘Israel’

“Sisanya pula terdiri dari para pejuang yang diperkirakan berjumlah antara 1.500 sampai 5.000 orang serta anggota keluarga mereka,” Utusan PBB Staffan de Mistura dan Menteri Luar Perancis, Jean-Marc Ayrault semalam dikutip AFP.

Pemerintah Rezim Bashar mengabarkan telah menangguhkan proses evakuasi warga sipil dan para pejuang dari wilayah terakhir yang dikuasai kelompok oposisi di Aleppo timur, Jumat (16/12/2016).

Dalang Pembantai 8000 Muslim Bosnia Divonis Hanya 40 Tahun

AFP memberitakan, keputusan ini menyebabkan ribuan orang terjebak di wilayah tersebut, dalam kondisi yang tak pasti menanti takdir mereka.

Sebelumnya, Turki memperkirakan antara 80.000 sampai 100.000 orang sipil masih terperangkap di timur Aleppo.

Pada saat yang sama, de Mistura memperingatkan bahwa kekerasan mungkin meningkat di sebuah lagi wilayah yang dikuasai kelompok oposisi Suriah yaitu Kota Idlib.

“Jika tidak ada apapun persetujuan politik dan gencatan senjata, Idlib mungkin senasib dengan Aleppo,” katanya sambil menambahkan pihaknya kini sedang memantau perkembangan proses membawa penduduk keluar dari Aleppo.

Sementara itu, seorang pejabat Turki yang berbasis di Fastaqim, Zakaria Malahifji mengatakan, sekitar 6.000 orang telah meninggalkan Aleppo dengan bus.

Kelompok Pemantau Hak Asasi Manusia untuk Suriah (SOHR) menginformasikan, angka itu lebih mendekati 3.000 orang termasuk 600 orang pejuang Suriah.

Seorang anggota tim penyelamat, White Helmets mengatakan, ratusan orang masih menunggu untuk dipindahkan hari ini karena masalah transportasi yang tidak memadai.

“Masih banyak yang menunggu untuk dibawa keluar dari sini (Aleppo), tetapi bus yang datang untuk mengambil mereka terbatas,” kata Ibrahim al-Haj.

Tarbiyah Jihadiyah dan Pelajaran Pembantaian Muslim di Bosnia Herzegovina

Aktivis yang dikenal sebagai Abdulkahfi mengatakan, “Saya masih di sini. Bus-bus tidak terlihat dan semua orang khawatir gencatan senjata akan gagal lagi. ”

Dalam perkembangan lain, Menlu AS, John Kerry memperingatkan supaya dipastikan nasib orang sipil yang terperangkap Aleppo tidak mengulangi seperti pembantaian di Srebrenica ketika Perang Bosnia pada tahun 1995.

Dia yang mengulas tentang konvoi publik pertama keluar dari Aleepo, namun tidak menyatakan apapun rencana terbaru untuk mengakhiri sengketa di Suriah itu.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aleppobosniairanmilisi SYiahpembantaian AleppoRodovan Karadzicrusiaserangan di AlepposerbiasuriahTragedi Srebrenica
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ditinggal Istri, Pria Inggris Bunuh Putrinya, Anjingnya dan Dirinya Sendiri
Tulisan selanjutnya DPD Minta Kepala Daerah Tiru Ridwan Kamil terkait Atribut Natal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Mundurnya 'Israel' dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?
Analisis

Mundurnya ‘Israel’ dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?

5 Januari 2024 07:00
Analisis

Analisa Mantan Intel AS: Hamas Memenangkan Perang di Gaza

24 November 2023 13:00
Invasi Darat Israel ke Gaza
AnalisisArtikel

3 Skenario Invasi Darat Israel Menurut Pakar Keamanan Internasional

1 November 2023 06:10
Analisis

Serangan Pejuang Kemerdekaan Palestina  terhadap ‘Israel’ Makin Menampakkan Kemunafikan Barat

11 Oktober 2023 21:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?