Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mengaku Pernah Membunuh 3 Penjahat, Presiden Filipina Sebut itu Bagian Dari Perang Lawan Narkoba

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 Desember 2016 06:59 6:59 am
Ama Farah
Dipublikasikan 17 Desember 2016 06:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Presiden Filipina Rodrigo Duterte hari Jumat (16/12/2016) mengatakan bahwa pembunuhan-pembunuhan yang dilakukannya saat menjabat walikota Davao City adalah bagian dari operasi pemberantasan narkoba yang memiliki legitimasi.

Berbicara kepada para wartawan Filipina yang mengiringi lawatannya ke Singapura, Duterte mengatakan dia pernah membunuh tiga pria saat terjadi penyanderaan di Davao City, di mana dia menjadi walikota selama lebih dari 20 tahun.

“Itu bukan karena saya iseng jalan-jalan lalu membunuh,” Itu adalah peristiwa sesungguhnya yang diliput oleh TV … Saya katakan saya membunuh sekitar tiga orang. Saya tidak tahu berapa peluru dari senjata saya yang menembus tubuh mereka,” kata Duterte seperti dilansir Reuters.

Menyusul pernyataan mengejutkan itu, anggota-anggota senat Filipina memperingatkan Duterte akan kemungkinan pemakzulan atas dirinya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Josh Earnest, seorang juru bicara Gedung Putih, mengatakan bahwa di Washington pernyataan Duterte itu “menimbulkan masalah.”

“Amerika Serikat terus prihatin dengan meluasnya kabar perihal pembunuhan di luar hukum oleh, atau atas nama, otoritas pemerintahan di Filipina,” kata Earnest.

Duterte menegaskan dirinya hanya membunuh pelaku kejahatan dan tidak akan pernah membunuh karena alasan ras, agama atau karena perbedaan pandangan politik. “Itu bukan genosida, ini masalah kriminalitas. Masalah ini tidak tercakup dalam piagam Mahkamah Kejahatan Internasional,” tegasnya.

“Jika Anda memerangi pecandu narkoba dan para penjahat, saya bisa melakukannya sebanyak yang saya mau dan selama masih ada pengedar narkoba di jalanan di negeri saya … kampanye ini akan terus berlangsung sampai akhir masa jabatan saya,” kata Presiden Filipina itu.

Duterte mengatakan kepada siapa saja yang ingin menghancurkan negaranya, “Saya tidak akan berpikir dua kali untuk menebas kepala kalian,” seraya memerintahkan polisi untuk bergerak dan memburu para pengedar narkoba dan membunuh mereka yang melawan saat ditangkap.

Diduga lebih dari 2.000 orang telah tewas dalam operasi pemberantasan narkoba oleh polisi Filipina sejak Duterte resmi menjadi presiden pada 1 Juli. Sebanyak lebih dari 3.000 orang lainnya diduga tewas oleh orang-orang bertopeng bermotor atau oleh warga yang melakukan aksi main hakim sendiri.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya DPD Minta Kepala Daerah Tiru Ridwan Kamil terkait Atribut Natal
Tulisan selanjutnya Jangan jadi Hamba Fir’aun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?