Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pabean Nigeria Sita Berkarung-karung Beras Plastik

Ama Farah
Terakhir diupdate: 22 Desember 2016 12:19 12:19 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 22 Desember 2016 12:19
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Aparat berwenang di Nigeria menyita 2,5 ton “beras plastik” yang diselundupkan masuk ke negara itu oleh pengusaha-pengusaha nakal.

Kepala Kepabeanan Lagos Haruna Mamudu mengatakan beras palsu itu dimaksudkan dijual ke pasar selama musim perayaan akhir tahun ini.

Mamudu mengatakan beras itu sangat lengket setelah dimasak dan “hanya Tuhan yang tahu apa yang akan terjadi” jika orang memakannya.

Tidak jelas dari mana berkarung-karung beras plastik yang disita itu berasal, tetapi tahun lalu beras yang dibuat dari butiran plastik semacam itu ditemukan di China.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Beras adalah makanan pokok di Nigeria.

Wartawan BBC Peter Okwoche melaporkan bahwa bahan pangan itu dikonsumsi lintas budaya dan etnis di negaranya.

Martin Patience dari BBC News di Lagos hari Rabu (21/12/2016) melaporkan bahwa siapapun yang membuat beras palsu itu telah melakukan pekerjaan luar biasa, sebab orang yang melihatnya akan langsung tertipu.

“Ketika saya menyentuh butiran-butirannya tidak terasa ada sesuatu yang janggal,” tulis Patience. Akan tetapi, ketika dicium beras itu menunjukkan bau bahan kimia.

Pihak pabean mengatakan ketika mereka memasakknya beras itu sangat lengket, dan jelas sekali bahwa beras itu bukan beras biasa.

Mereka telah mengirimkan sampel beras tersebut ke laboratorium guna memastikan dari bahan apa “beras” itu dibuat.

Mereka juga memperingatkan masyarakat agar tidak mengkonsumsi makanan misterius itu sebab bisa jadi berbahaya.

Skandal bahan pangan palsu sangat jarang terjadi di Nigeria dibandingkan China. Masalah yang menjadi skandal besar di negara itu justru obat-obatan palsu yang telah menewaskan banyak orang setiap tahun.

Penyelidikan terkait beras plastik itu sudah dimulai guna mengetahui seberapa banyak beras palsu itu sudah terjual. Sejauh ini aparat telah menyita 102 sak yang masing-masing berisi 25 kilogram beras plastik.

Pejabat kepabeanan menyeru kepada para pengusaha agar tidak melakukan sabotase ekonomi di musim perayaan akhir tahun guna mengeruk keuntungan besar lewat cara-cara ilegal.

Mamudu tidak menjelaskan bagaimana beras plastik itu dibuat, tetapi mengatakan bahwa beras itu diberi merek “Beras Tomat Terbaik”.

Sebelumnya pada bulan September 2015 media online Delta News Room pernah memperingatkan masyarakat Nigeria perihal beras plastik yang merajalela di kawasan Asia dan kemungkinan bisa juga beredar di negara mereka.

Dalam laporannya media Nigeria itu menulis bahwa menurut keterangan para ahli beras tersebut dibuat dari campuran kentang, ubi serta resin sintetik dan produk tersebut bisa jadi berbahaya bagi pencernaan dan meracuni tubuh. Mengutip media-media di Asia, kabarnya beras palsu itu sudah lama beredar di pasaran dan pertama kali di temukan di daerah Taiyuan dan Shaanxi, China.

Sebelum heboh beras plastik, berbagai media mengabarkan perihal produksi dan peredaran telur ayam palsu yang dibuat oleh orang-orang kreatif tak bermoral di negeri Tiongkok itu. Kasus melamin dalam susu formula produksi pabrik susu terkemuka di China juga tidak kalah mengerikan, sebab mengakibatkan banyak bayi dan balita yang mengkonsumsinya mengalami gagal ginjal dan beragam penyakit lainnya hingga meninggal dunia.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gurun Sahara Kembali Diselimuti Salju Setelah 37 Tahun
Tulisan selanjutnya Dokter Binladen Buka Klinik Gigi Gratis Pertama untuk Pengungsi Suriah di Yordania

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?