Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pegawainya Bunuh Diri karena Kebanyakan Lembur, Bos Dentsu Meletakkan Jabatan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 Desember 2016 10:22 10:22 am
Ama Farah
Dipublikasikan 29 Desember 2016 10:13
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pimpinan perusahaan periklanan terbesar di Jepang, Dentsu, menyatakan akan meletakkan jabatannya menyusul kasus bunuh diri seorang pegawai yang telah bekerja lembur ratusan jam.

Tadashi Ishii mengatakan akan meletakkan jabatannya pada bulan Januari, lapor BBC Rabu (28/12/2016).

Matsuri Takahashi, 24, bunuh diri pada bulan Desember 2015 dan dalam surat yang ditinggalkan untuk ibunya dia bertanya, “Mengapa semua harus begitu sulit?”

Wanita muda itu bekerja di Dentsu sejak bulan April 2015 dan tidak lama kemudian mulai bekerja lembur 100 jam sebulan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dentsu sejak lama ditekan untuk mengurangi jam kerja lembur para pegawainya, dan pada bulan November lalu perusahaan tersebut digeledah regulator perburuhan.

Pada bulan September, pemerintah Jepang menyatakan bahwa kematian Takahashi disebabkan terlalu banyak kerja lembur. Wanita itu baru pulang ke rumah pada pukul 5 pagi setelah sepanjang hari dan malam bekerja di kantor.

“Ini adalah sesuatu yang seharusnya tidak pernah dibiarkan terjadi,” kata Ishii, yang menjabat pimpinan eksekutif Dentsu sejak 2011, hari Rabu kemarin.

Meskipun akan mengundurkan diri pada awal tahun, Ishii masih akan berada di Dentsu sampai akhir Maret 2017.

Sementara Dentsu berusaha memangkas kerja lembur, dengan cara mematikan lampu-lampu di kantor pada pukul 10 malam, perusahaan itu mengakui bahwa lebih dari 100 pekerjanya masih lembur hingga 80 jam sebulan.

Kematian akibat kelelahan bekerja di Jepang sangat umum terjadi, sampai-sampai ada istilah khusus “karoshi” untuk menyebutnya. Menurut data pemerintah Jepang, sekitar 2.000 orang setiap tahun bunuh diri karena terlalu banyak bekerja lembur.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kejaksaan Israel Perintahkan Penyelidikan Kriminal Atas PM Netanyahu
Tulisan selanjutnya Revisi UU Penyiaran Dinilai Sarat Kepentingan Pemodal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?