Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Refleksi Akhir Tahun Negeri Zamrud Khatulistiwa

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 Desember 2016 10:30 10:30 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Desember 2016 10:30
Bagikan
Nasib tambang freeport yang dikeruk asing membuat rusaknya alam
Bagikan

Oleh: Tatang Hidayat  

 

NEGERI kita merupakan satu anugerah dari Sang Maha Pencipta, Negeri Zamrud khatulistiwa yang memilikikekayaan alam yang sangat melimpah, negeri ini memiliki tambang emas terbaik di dunia, cadangan gas alam terbesar di dunia,  tambang batu bara terbesar di dunia, kesuburan tanah terbesar di dunia, lautan terluas di dunia, hujan tropis terbesar di dunia, tempat wisata eksotis terbesar di dunia, jumlah pulau terbanyak di dunia,  tetapi dengan banyaknya kekayaan alam yang dimiliki dinegeri ini, tidak membuat masyarakatnya hidup sejahtera.

Hari-hari yang di lalui, bertambah pula tangisan di bumi pertiwi. Bagaimana tidak, negeri ini makin terjajah, berbagai  permasalahan lengkap sudah mewarnai bumi pertiwi. Kehidupan di negeri ini sedang mengalami krisis multidimensional dalam segala aspek kehidupan, baik itu di bidang ekonomi, sosial, politik, budaya, pendidikan dan hukum, sehingga mengakibatkan kemiskinan, bertambahnya pengangguran, tindak kriminal, kezaliman, kebodohan, kemorosotan moral, instabilitas moneter, penguasaan sumberdaya alam negeri ini oleh kekuatan asing, maraknya korupsi di seluruh sendi di seantero negeri, kerusakan lingkungan dan meningkatnya penyakit sosial hingga prustasi sosial yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan di negeri ini.

Kerusakan-kerusakan yang menimpa negeri ini, tentu dalam keyakinan Islam dikarenakan tindakan manusia sendiri. Selama ini, terbukti bahwa kehidupan ditengah-tengah masyarakat banyak sekali kemaksiatan yang dilakukan. Dalam sistem sekuler saat ini, aturan-aturan Islam memang tidak pernah secara kaffah digunakan, karena agama Islam sebagaimana agama dalam pandangan barat hanya digunakan dalam ranah individu dengan Tuhannya saja, sementara untuk urusan sosial kemasyarakatan peran agama di tinggalkan. Semua ini semestinya menyadarkan kita untuk bersegera kembali ke jalan yang benar, jalan yang diridhai oleh Allah Subhanahu Wata’ala, seraya meninggalkan semua bentuk sistem dan pemikiran yang rusak, terutama sistem sekuler yang nyata-nyata telah sangat merusak dan merugikan umat manusia.

Baca Juga

Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja
Problem Pendidikan Islam

Dalam sistem sekuleristik yang dianut di negeri ini, mengakibatkan lahirlah berbagai bentuk tatanan yang jauh dari nilai-nilai agama, yakni tatanan ekonomi yang kapitalistik, perilaku politik yang oportunistik, budaya hedonistik, kehidupan sosial yang egoistis dan individualistik, sikap beragama yang sinkretistis serta paradigma pendidikan yang materialistik

Dalam tatanan ekonomi kapitalistik, kegiatan ekonomi hanya dilakukan sekedar meraih keuntungan materi sebanyak-banyaknya, tanpa memandang apakah kegiatan ekonomi tersebut sesuai dengan aturan Islamataupun tidak. Mulai dari cara memperoleh harta dan penyalurannya tanpa meperhatikan nilai-nilai Islam. Dan aturan Islam yang menyangkut ekonomi dinilai akan menghambat kegiatan ekonomi.  Dalam ekonomi kapitalistik, pendistribusian kekayaan tidak merata, kekayaan hanya ada di segilintir orang, sehingga bagi negeri penganut ekonomi kapitalistik menyebabkan ketimpangan sosial di negeri tersebut.

Wapres: Dunia Bertanggung Jawab atas Kerusakan Hutan Indonesia

Dalam tatanan politik yang oportunistik saat ini, politik bukan ditujukan untuk tegaknya nilai-nilai keadilan, tetapi politik ditujukan hanya untuk meraih kekuasaan semata dan tujuan-tujuan yang sempit. Karena tujuannya bukan untuk menegakkan keadilan, maka yang ada orang-orang yang terjun kedunia politik bukan lagi mementingkan urusan rakyatnya, tetapi mementingkan urusan perut dan jabatannya.

Dalam sistem pendidikan materialistik saat ini, Siswa maupun mahasiswa dididik bukan untuk menjadi pemimpin, tetapi dididik untuk mencari pekerjaan, supaya setelah lulus nanti bisa mengembalikan materi yang selama ini digunakan untuk membiayai pendidikan yang sangat mahal. Pendidikan yang ada di padatkan agenda sekolah/kulianya, di mahalkan biaya pendidikannya, kemudian dimunculkan orang-orang yang memiliki pola pikir materialistik, dan itu wajar karena sistem pendidikan yang kita gunakan adalah sistem pendidikan materialistik, jadi output pendidikan kita saat ini bukanlah membentuk generasi calon pemimpin yang memiliki akidah yang kokoh, tetapi generasi yang bangga dengan ijazah sarjananya, meskipun tidak peduli jika akidahnya lemah.

Dalam tatanan budaya yang hedonisitk, budaya telah berkembang diekspresikan dengan pemuas nafsu jiwa, dan dalam hal ini barat menjadi kiblat dalam budaya generasi muda kita saat ini. seharusnya kita miris melihat kondisi generasi muda saat,karena ada upaya untuk penghancuran generasi secara global dengan pendangkalan akidah, generasi muda saat ini diarahkan supaya mengikuti budaya barat. Baik dari segi food, fun dan fashion. Generasi muda saat ini menginduk kepada kemajuan barat, dan mereka silau dengan kemajuan yang ada di dunia barat, sampai ke urusan gaya hidup, generasi muda saat ini ikut-ikutan berkiblat kedunia barat.

Akibat lainnya yang ditimbulkan dari kehidupan yang materialistik-sekuleristik adalah makin menggejalanya kehidupan sosial yang egoistik-individualistik, dalam tatanan sosial yang egoistik-individualistik, di lingkungan masyarakat sudah jarang kita temui adanya kontrol sosial sesama masyarakat. Karena tatanan masyarakat yang ada telah memberikan kebebasan kepada pemenuhan dan kepentingan individu, sehingga setiap individu di jamin haknya. Seandainya melakukan tindakan zinapun yang dalam pandangan Islam jelas-jelas di haramkan, tetapi karena sistem sosial saat ini memahami bahwa asal dilakukan suka sama suka dan tidak mengganggu orang lain, maka perbuatan zinapun merupakan perbuatan yang lumrah.

Penyimpangan Terhadap Fitrah Menimbulkan Kerusakan

Kemudian maraknya sikap beragama sinkretistik yang intinya menyamakan semua agama sama, sikap beragama seperti ini menyebabkan  sebagian  umat Islam  memandang rendah, bahkan tidak suka, menjauhi dan memusuhi aturan agamanya sendiri.

Krisis multidimensional yang menimpa negeri Zamrud Khatulistiwa ini menunjukkan bahwa kita masih banyak memiliki masalah yang tidak bisa dilepaskan dari sistem materialistik-sekuleristik yang diadopsi negeri ini. Kita tentu tidak boleh larut dalam masalah, apalagi sekadar meratap dengan putus asa tanpa melakukan apa-apa. Justru inilah yang diinginkan negara-negara imperialis, kita berputus asa, lalu menerima tanpa daya penjajahan mereka. Padahal penjajahan adalah kejahatan besar yang harus dilawan dan kebangkitan Islam adalah kewajiban yang harus kita lakukan.

Maka yang patut kita perhatikan sebagai generasi muda, Setiap penerapan sistem materialistik-sekuleristik, yakni yang tidak bersumber dari Allah Subhanahu Wata’ala, Sang Pencipta manusia, kehidupan dan alam semesta, pasti akan menimbulkan kerusakan dan kerugian bagi umat manusia.

Oleh karena itu, harus ada usaha sungguh-sungguh dengan penuh keikhlasan dan kesabaran serta kerjasama dari seluruh komponen umat Islam di negeri ini untuk menghentikan dan memutuskan kepercayaan umat terhadap sistem materialistik-sekuleristik kemudian berjuang dengan sungguh-sungguh untuk melanjukan kehidupan Islam dengan turut berjuang mencerdaskan dan memahamkan umat akan pentingnya penerapan aturan Islam dalam seluruh aspek kehidupan, karena dengan aturanIslam adalah jalan satu-satunya untuk memberikan kebaikan dan kerahmatan Islam bagi seluruh alam semesta. Dengan itu berbagai kerusakan, kezaliman, dan penjajahan bisa dihapuskan di muka bumi, sehingga esensi Islam rahmatan lil ‘alamin akan segera terwujud di muka bumi ini. Wallahu ‘alam bi ash-shawab.*

Ketua Umum Unit Kegiatan Mahasiswa Kajian Islam Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:akhir tahunkekayaan alam yang melimpahkekuatan asingkezalimanKorupsiKriminalkrisis multidimensionalpenganggurantambang emasZamrud Khatulistiwa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Idlib Dibanjiri Pengungsi dari Aleppo
Tulisan selanjutnya Keutamaan Mendoakan Saudara Seagama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Ekonomi SyariahMimbarTsaqafah

Cintai Bumi Melalui Investasi Green Sukuk Ritel

2 Desember 2022 08:05
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?