Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Yahya Al-Sinwar Dilantik jadi Pemimpin Tertinggi Hamas

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Februari 2017 15:08 3:08 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Februari 2017 15:03
Bagikan
Ismail Haniyah dan Yahya Ibrahim Hassan Al-Sinwar (berbaju garis-garis) sedang melambakan tanyan di hadapan massa
Bagikan

Hidayatullah.com—Harakah Muqawamah Islamiyah atau Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) menunjuk Yahya Al-Sinwar sebagai ketua baru, menggantikan bekas Perdana Menteri Palestina, Ismail Haniyah – yang menang mutla– pada Pemilu Parlemen Palestina 2006 namun dibatalkan Israel.

Yahya Ibrahim Hassan Al-Sinwar  dilahirkan pada 1962, 14 tahun lalu saat keluarganya menjadi pengungsi dari Askalan (Ashkelon) pada 1948.

Yahya Ibrahim Hassan lahir di Kamp Pengungsi di Khan Younis, selatan Jalur Gaza. Usai menyelesaikan sekolahnya yang dirikan Badan Bantuan dan Pekerja PBB (UNRWA), Al Sinwar mendaftar di Universitas Islam Gaza pada awal 1980-an. Sebelum itu, ia sempat menyelesaikan studi di Departemen Bahasa Arab.

Baca:  8 Tahun Menjabat, Ismail Haniyah Tinggalkan Kekuasaan Secara Sukarela

Tahun 1982, ketika masih di universitas, Al-Sinwar ditangkap oleh otoritas rezim Zionis-Israel, dipenjara selama empat bulan tanpa alasan. Sampai hari ini,  penangkapannya masih menjadi rahasia badan intelijen Israel, meskipun mereka percaya itu termasuk keterlibatannya dalam serikat mahasiswa.

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

Namun kemungkinan besar,  ia ditahan karena aktivitasnya bersama para mahasiswa saat itu yang mendukung Gerakan Hamas. Al-Sinwar pernah menang lima kali dalam pemilihan universitas dan menjadi presiden dewan perwakilan mahasiswa.

Tahun 1985, Al-Sinwar sekali lagi ditangkap rezim Tel Aviv dan menghabiskan waktu selama delapan bulan di penjara Israel, setelah dituduh mengambil bagian dalam pembentukan sayap intelijen Hamas, bersama pemimpin senior Hamas ketika itu, Ibrahim Al-Maqadmeh dan Ahmed Al-Maleh.

Baca: Bertemu Dua Pemimpin HAMAS, Syeikh Qardhawi: Semoga Kita Berkumpul di Al-Aqsha

Tiga tahun kemudian ia ditangkap lagi. Pada 1989, setelah penyelidikan terkait pembunuhan intelijen Israel untuk mendeteksi warga Palestina yang terlibat dalam Intifada Pertama, Al-Sinwar didakwa dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Selama 23 tahun dalam penjara Israel, Al-Sinwar dihormati sebagai orang kuat Hamas bersama rekannya Rawhi Mushtaha. Hamas beberapa kali menunjuk keduanya menjadi wakil tahanan.

Ketika di penjara Al-Majdal, kota di mana keluarganya diusir oleh tentara Zionis pada 1948, rencananya untuk melarikan diri terbongkar dan ia ditempatkan dalam kurungan. Peluang untuk melarikan diri sekali lagi muncul ketika di penjara Ramleh, tetapi akhirnya gagal.

Pada 2006, sayap militer Hamas – Brigade Izzuddin Al-Qassam – dan pejuang dari dua kelompok di Gaza menangkap seorang prajurit Israel Gilad Shalid, yang sedang bertugas di tenggara Jalur Gaza.

Baca: Bebas, Shalit Mengaku Diperlakukan Secara Baik

Pada tahun 2011, Sinwar dibebaskan setelah 23 tahun dipenjara sebagai bagian dari pertukaran tawanan yang dimediasi Mesir antara Hamas dan Israel di mana 1.027 warga Palestina dibebaskan dalam pertukaran untuk satu tentara Israel yang tertangkap oleh Hamas, Gilad Shalit.

Pada tahun 2012, ia terpilih sebagai anggota biro politik Hamas. Pada bulan September 2015, Amerika Serikat menambahkan Sinwar ke daftar hitam terorisme.

Selasa lalu, Hamas mengumumkan Yahya Ibrahim Hassan Al-Sinwar resmi ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi organisasi itu di Jalur Gaza. Terpilih Yahya Ibrahim Hassan Al-Sinwar sebagai pemimpin baru Hamas di Gaza ini, menyusul pemilihan internal Hamas, menggantikan Ismail Haniyah, kata sebuah sumber kepada Anadolu Agency.

Sedang wakilnya, Dr Khalil Al-Hayyah, adalah seorang akademisi yang menjadi sasaran pembunuhan rezim Zionis-Israel. Setidaknya 10 anggota keluarga Dr Khalil telah syahid (InsyaAllah).

Sementara itu, Ismail Haniyah secara luas diharapkan menggantikan pemimpin biro politik Hamas yang saat ini berada di pengasingan, Khaled Misy’al.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:biro politik HamasBrigade Izzuddin Al QassamgazaGerakan Perlawanan Islam PalestinaHAMASHarakah Muqawamah Islamiyahismail haniyahKamp Pengungsi Khan YounispalestinaPemimpin Tertinggi HamasYahya Ibrahim Hassan Al-Sinwar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dialog Muhammadiyah Mesir: Mahasiswa Harus Pahami Risalah Al Azhar
Tulisan selanjutnya Tuntut Ahok Diberhentikan, Mahasiswa Ditangkapi Polisi, sebagian Mengaku Dipukul

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Buku Pemikiran KH Ma’ruf Amin Diluncurkan, Ajak NU Tetap Berpegang pada Fikrah, Manhaj, dan Harakah

Berita
6 Agustus 2026 11:30
Kebohongan Profesor Cambridge Jason Arday yang Diungkap Media
Kisah Mualaf Big Frank, Influencer Penuh Tato asal Inggris
Waketum MUI Marsudi Syuhud Siap Maju sebagai Calon Ketum PBNU
Kepala Intelijen Saudi di Baghdad Bahas Keamanan Regional dengan PM Iraq

Terbaru

  • Untuk Kesekian Kalinya, Istri Netanyahu Dituduh Aniaya ART
  • Suriah akan Ubah Pangkalan Militer Rusia Jadi Pusat Pelatihan Bersama
  • Gandeng ICMI dan BRIN, Pemprov Maluku Tegaskan Pentingnya Kebijakan Berbasis Riset
  • Genosida ‘Israel’ Sebabkan Ribuan Muslimah Gaza Keguguran
  • Sita Kontainer Tujuan ‘Israel’, Malaysia Tegaskan Larangan Berhubungan dengan Zionis
  • Inilah Lima Poin Utama Pakta Pertahanan Mekkah antara Turki-Arab Saudi dan Pakistan
  • Liga Arab Sambut Pakta Pertahanan Makkah untuk Dunia Islam
  • Turki, Arab Saudi, dan Pakistan Bentuk Pakta Pertahanan Makkah: “Serang Satu, Hadapi Bertiga” 
  • Peringatan Arbain, Pro-Rezim Iran Bentrok dengan Pendukung Sadiq al-Shirazi
  • Pasukan Keamanan Nigeria Selamatkan 308 Korban Penculikan dari Taman Nasional Danau Kainji

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?