Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Anggota Dewan Kemanan Nasional AS Beragama Islam Mengundurkan Diri

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Februari 2017 06:20 6:20 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Februari 2017 06:20
Bagikan
Rumana Ahmed
Bagikan

Hidayatullah.com–Mantan Anggota Dewan Keamanan Nasional (NSC) dan penasihat keamanan era Presiden Obama yang beragama Islam, Rumana Ahmed menyatakan mengundurkan diri setelah delapan hari bekerja di White House (Gedung Putih) bersama Donald Trump.

Dia mengatakan kebijakan larangan masuk Amerika Serikat (AS) bagi warga tujuh negara mayoritas Muslim sebagai faktor utama pengunduran dirinya.

“Saya sadar saya tak bisa bekerja lebih lama di bawah pemerintahan yang menilai saya dan orang seperti saya bukan sebagai rakyat tetapi sebagai ancaman,” katanya. “Rencana pemerintah merevisi program Melawan Ekstremisme Kekerasan agar hanya fokus pada umat Muslim dan menggunakan istilah-istilah seperti ‘teror Islam radikal’, melegitimasi propaganda ISIS dan membuat ekstremisme supremasi kulit putih yang berbahaya meningkat,” kutip The Atlantic, Kamis (23/02/2017).

Baca: Larangan Baru Donald Trump Picu Demonstrasi

Rumana Ahmed memulai bekerja di Gedung Putih sejak 2008 dan memutuskan tetap mengabdi di era Donald Trump dengan harapan dapat memberikan “pandangan bernuansa lebih Islami dan pandangan Muslim Amerika kepada presiden baru dan para pembantunya”.

“Seperti Muslim Amerika lainnya, saya menyaksikan Trump dengan penuh ketakutan sepanjang 2016 saat dirinya menjelek-jelekkan komunitas kami. Meskipun begitu, atau mungkin karena itulah, saya merasa harus bertahan di NSC pada pemerintahan Trump,” tulis Ahmed dalam artikel berjudul “I Was a Muslim in Trump’s White House” di The Atlantic hari Kamis.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: Warga Yahudi-Israel yang Lahir di 7 Negara Muslim Tak Dilarang .

Rupanya, Rumana hanya mampu bertahan delapan hari saja, tepatnya sampai pada tanggal 27 Januari 2017, saat Donal Trump menandatangani perintah yang melarang warga 7 Negara Muslim (Iraq, Iran, Libya, Somalia, Sudan, Suriah, dan Yaman) masuk AS selama setidaknya 90 hari.

Rumana Ahmad adalah anak seorang imigran Bangladesh. Diterima bekerja di White House tahun 2008 setelah lulus dari George Washington University. Dia pertama kali bekerja sebagai karyawan magang di Gedung Putih pada 2008 di bagian korespondensi kepresidenan. Lalu dipromosikan menjadi staf di kantor urusan keterlibatan publik, masih di lingkungan Gedung Putih.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Anggota Dewan Kemanan Nasional ASDewan Keamanan Nasionalimigrasi Muslimlarangan masuk Amerika SerikatNSCpenasihat keamanan Gedung PutihPresiden Donald TrumpRumana AhmedWhite House
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PPMI Madinah Menyelenggarakan Pergantian Pengurus
Tulisan selanjutnya ACT: Mengaitkan Lembaga Kemanusiaan dengan ISIS adalah Konyol

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?