Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Brazil Ekspor Daging Busuk ke Berbagai Belahan Dunia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 Maret 2017 07:38 7:38 am
Ama Farah
Dipublikasikan 20 Maret 2017 07:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pihak berwenang di Brazil memberhentikan sementara 33 pejabat pemerintah di tengah-tengah tuduhan bahwa beberapa perusahaan pengolahan daging terbesar di negara itu mengekspor daging sapi dan produk unggas busuk selama bertahun-tahun.

Tiga pabrik pemrosesan daging juga ditutup dan 21 lainnya sedang dalam pengawasan melekat, lapor BBC Sabtu (18/3/2017).

Kebanyakan daging yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan tertuduh dijual ke Eropa dan berbagai belahan dunia lainnya.

Brazil adalah eksportir daging terbesar di dunia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menteri Pertanian Blairo Maggi hari Senin ini (20/3/2017) dijadwalkan bertemu dengan para duta besar negara asing guna menyakinkan mereka bahwa pihaknya berusaha mengatasi masalah itu dan untuk mencegah agar Brazil tidak dikenai sanksi berupa larangan ekspor daging.

Operation Weak Flesh diluncurkan hari Jumat pagi (17/3/2017) di enam negara bagian Brazil, menyusul dua tahun investigasi.

Polisi federal telah melakukan penggeledahan di 194 lokasi, mengerahkan lebih dari 1.000 personel.

Para penyidik menuding sejumlah manajer menyuap inspektor-inspektor kesehatan dan politisi-politisi agar mendapat sertifikat dari pemerintah untuk produk-produk mereka.

Penyidik menuding lebih dari 30 perusahaan melanggar aturan kesehatan. Di antara mereka adalah JBS, eksportir daging sapi terbesar di dunia, dan BRF yang merupakan produsen produk unggas terbesar di dunia.

Kepolisian federal Brazil mengatakan memiliki bukti-bukti sedikitnya 40 kasus.

“Mereka menggunakan zat asam dan bahan-bahan kimia lainnya untuk menutupi kondisi tertentu produknya. Dalam sejumlah kasus menggunakan bahan-bahan karsinogenik (penyebab kanker, red),” kata polisi.

Di lain kasus, kentang, air dan bahkan kertas karton atau kardus dicampur dengan daging ayam untuk mendongkrak laba.

JBS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya telah matuhi regulasi standar kualitas dan sanitasi yang sangat ketat.

JBS mengakui adanya penggeledahan itu, tetapi mengatakan bahwa tidak ada jajaran petingginya yang menjadi target operasi kepolisian.

BRF mengaku bekerja sama dengan pihak penyidik, dan membantah melakukan pelanggaran regulasi.

Pihak kejaksaan mengatakan uang suap diberikan ke dua partai dari pemerintahan koalisi, yaitu PP dan partainya Presiden Brazil Michel Temer, PMDB.

Saham JBS dan BRF melorot 10% dan 8% di bursa saham Sao Paolo menyusul pengumuman itu.

JBS mendulang pendapatan bersih $55 miliar. Produk dagingnya dijual ke sekitar 150 negara.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KH. Ma’ruf Amin Sampaikan Pentingnya Peran Pondok Pesantren Bagi Umat
Tulisan selanjutnya Islam Pangkal Selamat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?