Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Menteri Luar Negeri Bahrain akan Kunjungi Turki

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Juni 2017 11:17 11:17 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Juni 2017 11:05
Bagikan
Menteri Luar Negeri Bahrain Shaikh Khalid bin Ahmed Al-Khalifa
Bagikan

Hidayatullah.com–Menteri Luar Negeri Bahrain, salah satu Negara Arab yang memutuskan hubungan dengan Qatar hari Sabtu dikabarkan mengunjungi Turki yang memiliki hubungan dekat dengan Doha.

Menteri Luar Negeri Bahrain Shaikh Khalid bin Ahmed Al-Khalifa  bertemu dengan mitra Turkinya Mevlut Cavusoglu, serta Erdogan untuk mendiskusikan “perkembangan terakhir di wilayah itu”, kementrian mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Seorang pejabat senior Turki mengatakan menteri Bahrain itu akan tiba di Istanbul empat hati setelah Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengunjungi Ankara.

Bahrain mengikuti Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UAE), Mesir dan negara lainnya yang pada minggu ini memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar karena mereka mengatakan bahwa Qatar mendanai kelompok-kelompok ekstrimis dan memiliki hubungan dengan Iran, rival regional Arab Saudi.

Qatar mengecam tuduhan bahwa negara itu mendukung terorisme setelah empat negara Arab merilis daftar hitam teroris berisi lusinan orang yang diduga memiliki hubungan dengan Qatar.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: PBB Sebut Yayasan Amal Qatar Lembaga Amal Besar di Dunia Arab

Dalam daftar hitam yang diumumkan pada Kamis itu terdapat 59 nama, termasuk pemimpin spiritual Ikhwanul Muslimin Yusuf al-Qaradawi, dan 12 badan, diantaranya badan amal yang didanai Qatar, Qatar Charity dan Eid Charity, lembaga yang dikenal banyak membantu kemanusiaan di dunia.

“Pernyataan bersama yang baru-baru ini dikeluarkan oleh kerajaan Arab Saudi, Bahrain, Mesir dan UAE mengenai sebuah ‘daftar pengawasan keuangan teror’ sekali lagi menguatkan dugaan tak berdasar yang faktanya tidak berfondasi,” pemerintah Qatar mengatakan dalam pembelaannya.

“Posisi kami dalam melawan terorisme lebih kuat dari kebanyakan para penandatangan pernyataan bersama itu – sebuah fakta yang telah diabaikan oleh mereka yang menulis itu.”

Qatar mengatakan negaranya terdepan di wilayah itu dalam menyerang apa yang disebutnya sebagai akar terorisme, dalam memberi pemuda harapan melalui pekerjaan, memberi pendidikan ratusan ribu pengungsi Suriah dan mendanai program masyarakat untuk melawan agenda ekstrimis.

Jerman serukan upaya diplomatis

Pada Jumat, Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel meminta agar ditingkatkannya upaya diplomatik untuk menyelesaikan krisis Qatar, dan mengatakan negara-negara Arab tetangga seharusnya mencabut blokade darat, laut dan udara yang ditimpakan pada negara kecil Teluk itu.

“Kami yakin bahwa saat ini waktunya diplomasi dan kita harus berbicara satu sama lain,” Gabriel mengatakan pada para reporter setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Qatar Syaikh Muhammad bin Abdulrahman al-Thani di Wolfenbuettel, Jerman.

Baca: Bantu Redakan Ketegangan, Kuwait Menyatakan Qatar Siap Berdoalog

“Bersama dengan kolega Amerika kami tetapi di atas semua kolega kami di wilayah ini, kita harus mencoba untuk menemukan solusi, khususnya mencabut blokade laut dan udara,” katanya.

Syaikh Mohammed mengatakan blokade Qatar melanggar hukum internasional dan menyebut diputuskannya hubungan darat, laut dan udara pada negaranya sebagai “hukuman kolektif”.

“Prosedur-prosedur yang diambil jelas-jelas pelanggaran hukum internasional dan pelanggaran hukum kemanusiaan internasional. Hal itu tidak akan menghasilkan dampak positif pada wilayah melainkan hanya menghasilkan dampak negatif,” dia mengatakan pada reporter.

“Kejahatan apa yang Qatar lakukan hingga pantas menerima hukuman kolektif ini yang melanggar semua hukum internasional?” tanyanya.

Gabrial mengatakan dia optimis bahwa upaya diplomatik Amerika Serikat, Kuwait, Uni Eropa dan Jerman dapat menyelesaikan krisis itu, mengatakan “hal itu harus tidak berakhir dengan peningkatan lebih lanjut yang mengandung kekerasan.”

Kelompok yang diblacklist

Saudi dan negara Teluk lainnya menyebut Qatar Charity dan Eid Charity yang didanai Qatar, bersama dengan kelompok militan Libya dan enam organisasi Bahrain, termasuk Hizbullah Bahrain dalam daftar kelompok teror yang memiliki hubungan dengan Qatar. Qatar merupakan bagian dari koalisi militer Teluk yang membantu Bahrain meredakan pemberontakan populer 2011 yang pemerintah mengklaim bahwa peristiwa itu didukung oleh Iran untuk mengembangkan ketidakstabilan ke kepulauan Teluk.

Dalam pernyataan bersama, empat negara itu mengatakan mereka telah setuju untuk menempatkan 59 individu dan 12 group “yang berhubungan dengan Qatar” dalam daftar pelaku teror mereka.

Baca: Turki Bahas Rencana Pengiriman Tentara ke Qatar

Di dalam pernyataan itu dikatakan bahwa pengumuman tersebut menyoroti komitmen negara-negara itu untuk “melawan terorisme dan mengeringkan pendanaanya”. Empat negara itu mengatakan langkah tersebut merupakan hasil dari kegagalan Doha memenuji janji dan kesepakatannya untuk berhenti mendukung dan memberi tempat para individu dan organisasi yang menimbulkan ancaman pada keamanan nasional mereka.

Pada 2014, Arab Saudi memperbesar daftar kelompok terorisnya dengan memasukkan Ikhwanul Muslim, sementara UAE menandai beberapa organisasi HAM sipil Muslim Amerika, termasuk Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR), sebagai teroris, sementara di Amerika sendiri CAIR justru dianggap sebagai lembaga advokasi pembela Islam.

18 warga Qatar yang disebutkan oleh empat negara Arab yang diduga pemberi dana terorisme merupakan pebisnis terkemuka, politisi dan anggota senior keluarga penguasa Qatar termasuk seorang mantan menteri dalam negeri.

Abdel Hakim Belhadj, seorang mantan komandan Libya, merupakan salah satu dari lima warga Libya yang berada di daftar teror itu, sementara al-Qaradawi dan ulama Salafi Wagdy Ghoneim merupakan dua diantara 26 warga Mesir.

Di daftar itu juga termasuk beberapa kelompok militan Syiah di Bahrain yang dianggap oleh beberapa pemerintah Teluk Arab berhubungan dengan Iran, diantaranya Saraya Ashtar, Saraya Mukhtar, dan gerakan 14 Februari.

Juga disebutkan tiga warga Kuwait, dua warga Jordania, dua warga Bahrain, seorang warga UAE, seorang warga Saudi dan seorang warga Yaman.*/Nashirul Har AR   

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudibahrainCAIRDewan Hubungan Amerika-IslamEmir Qatarhubungan diplomatikIkhwanul MusliminKrisis Diplomasi QatarNegara telukRaja Salman Abdul AzizRecep Tayyip ErdoganTamim Hamad al-ThaniTurkiUEAUni Emirat Arab
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gelar Festival Kawasan Halal 2017, Ini Harapan MUI DKI
Tulisan selanjutnya Hamas: Krisis Diplomatik Teluk sebuah Hubungan ‘Internal’ Arab

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT

Berita
28 Mei 2026 19:41
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?