Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mesir Blokir Daily Sabah dan Situs-Situs Turki Lain

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Juni 2017 16:55 4:55 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Juni 2017 18:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Mesir telah memblokir semua situs Daily Sabah dan halaman web dari beberapa kantor berita lain yang berbasis di Turki pada Ahad, memperluas pemblokiran media yang diawali pada bulan lalu.

Berdasarkan situs berita Mesir, Mada Masr, jumlah situs yang diblokir di Mesir saat ini telah mencapai 54 termasuk pemblokiran terakhir. Daftar itu sekarang termasuk halaman web Daily Sabah berbahasa Inggris, Arab dan Jerman serta Turk Press, Arab Turkey, Akhbar Turkiya dan Akhbar al-Alam.

Asosiasi Kebebasan Berfikir dan Berekspresi (AFTE) yang berbasis di Kairo mengonfirmasi bahwa akses ke situs-situs tersebut telah diblokir tetapi belum bisa menentukan kapan pemblokiran itu akan diterapkan.

Mesir memblokir akses ke sejumlah situs berita pada Mei termasuk Aljazeera, Huffington Post berbahasa Arab dan Al-Borsa, sebuah surat kabar keuangan populer yang secara umum menghindari wacana politik dan cenderung mencerminkan pandangan dari masyarakat bisnis pro-negara. Pemerintah juga memblokir Daily News Mesir berbahasa Inggris dan Mada Masr.

Baca: Isolasi Qatar Tak Sesaikan Krisis, Erdogan Desak Negara Teluk Cabut Embargo

Pihak keamanan Mesir mengklaim bahwa situs-situs tersebut diblokir karena diduga memiliki hubungan dengan Ikhwanul Muslimin atau menerima dana dari Qatar, namun, beberapa situs tidak berhubungan dengan Ikhwan atau Qatar dan melakukan sebuah kebijakan editorial independen.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Langkah baru itu mengesankan upaya yang lebih besar untuk mengontrol liputan media swasta di negara itu, bersama Arab Saudi, Bahrain dan Uni Emirat Arab, mengenai pemutusan hubungan diplomatik dengan Qatar minggu ini karena tuduhan bahwa negara kecil di Teluk tersebut mendukung terorisme.

Penahanan tiga jurnalis Aljazeera, termasuk seorang kebangsaan Kanada dan seorang Australia, diantara tahun 2013 dan 2015 memicu protes internasional.

Timothy Kaldas, seorang anggota Institut Tahrir untuk Kebijakan Timur Tengah yang bermarkas di Washington, mengatakan tindakan keras terbaru pada media tampaknya ditujukan untuk membatasi ketidakpuasan di Mesir dan diberlakukan tanpa takut adanya konsekuensi.

“Semakin banyak orang frustasi di Mesir secara umum. Jadi mereka ingin menghentikan informasi penting yang dapat meningkatkan rasa frustasi itu,” katanya dalam sebuah wawancara baru-baru ini.

Baca:  Serangan Hacker Kantor Berita Qatar Dinilai Awal Mula Krisis Diplomasi

Sebuah UUD anti-terorisme, diadopsi pada Agustus 2015, menetapkan hukuman keras bagi mereka yang mempublikasikan “informasi palsu” mengenai serangan di Mesir yang berbeda dari laporan resmi kementrian pertahanan negara, mendapat kecaman dari kelompok-kelompok HAM.

Sejak digulingkan dan ditahannya Mursi, otoritas Mesir telah melancarkan tindakan keras pada Ikhwanul Muslimin. Mursi, bersama 105 terdakwa lain, dijatuhi hukuman seumur hidup karena menjadi mata-mata negara asing dan dijatuhi hukuman mati karena melarikan diri pada insiden di tahun 2011 yang menggulingkan mantan presiden otokratik Husni Mubarak, yang berkuasa di Mesir selama 30 tahun.

Mesir, bersama Arab Saudi, Bahrain, dan Uni Emirat Arab, memutuskan hubungan dengan Qatar minggu ini karena tuduhan bahwa negara itu mendukung terorisme. Arab Saudi juga menutup perbatasan daratnya dengan Qatar, yang secara geografis mengisolasi negara kecil itu.

Pada index kebebasan pers tahun 2017 yang dipublikaskan oleh badan pengawasan Reporters Without Borders (RSF), Mesir berada di ranking 161 dari 180 negara.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudibahrainDaily SabahIkhwanul MusliminKrisis Diplomasi QatarMesirpemblokiran mediaQatarTurkiUEAUni Emirat Arab
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya serangan bom turki Rezim Suriah Lanjutkan Pemboman di Kota Daraa
Tulisan selanjutnya Christiano Ronaldo Dituduh Menggelapkan Pajak Jutaan Euro

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?