Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Pengalaman Hidup di Qatar yang Diisolasi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Juli 2017 12:29 12:29 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Juli 2017 13:00
Bagikan
wanita dan seorang lelaki berjalan kaki di laut di Doha, Qatar dengan latarbelakang bangunan tinggi di pusat Kota Doha. Kesibukan berjalan sebagaimana biasa
Bagikan

GENAP sebulan sudah Isolasi terhadap Qatar berjalan. Tak ada hal yang berubah, hidup di sini normal adanya seperti saat sebelum diisolasi.

Mungkin ada yang terasa lain,yaitu perasaan ketidakpastian akan masa depan diri tersirat dari jutaan orang pendatang yang menggantungkan hidup di Negeri Qatar.

Perasaan khawatir dan takut juga menyelimuti diri atas kemungkinan hal hal yang buruk yang bakal terjadi jika Qatar menolak tunduk terhadap tuntutan dan tekanan Arab Saudi dan Negara-Negara tetangga yang mengisolirnya, perang atau konfrontasi fisik misalnya yang paling ekstrim.

Di awal hari-hari blokade, sempat ada sedikit kepanikan dan kebingungan. Saya dan hampir semua orang  berbondong-bondong antri di supermarket untuk membeli atau bisa dikatakan menimbun barang barang kebutuhan sehari-hari.

Baca:  Isolasi Qatar Tak Sesaikan Krisis, Erdogan Desak Negara Teluk Cabut Embargo

Kala itu ada kekhawatiran akan langkanya barang barang kebutuhan pokok yang biasa diimpor dari negara tetangga.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Awalnya, rak-rak penyimpan makanan di toko toko terlihat kosong, harga-harga makananpun pelan-pelan mulai merangkak naik, tapi untungnya pemerintah Qatar bertindak sigap.

Bahan-bahan panganpun didatangkan dari  Turki, Oman, India, Iran dan sejumlah negara netral lainnya.

Taze Sut dari Turki

Pernah ada sedikit kepanikan penduduk pendatang yang akan merayakan mudik liburan Hari Raya Idul Fitri di Negara asalnya. Beberapa teman yang sudah beli tiket pesawat dengan route transit di Negara yang mengisolir Qatarpun bermasalah.

Adanya embargo udara, darat dan lautan terhadap Qatar mengakibatkan langkanya pesawat yang mau mengangkut penumpang dari Qatar.

Sebab Negara-Negara yang mengisolasi Qatar telah menutup wilayah udara mereka untuk disinggahi pesawat udara yang berasal dari Qatar, begitupun jalur laut dan daratnya.

Baca: Mengapa Qatar Berbeda dari Negara Teluk Lain?

Akhirnya kawan-kawan dan penumpang yang mau mudik dari Qatar-pun harus merubah tiket penerbangan mereka  dengan memilih route penerbangan langsung  ke Negara tujuan atau setidaknya memilih route transit di Negara yang dipandang netral, seperti; Oman, Kuwait atau Iran.

Yang sedikit berbeda mungkin suasana di jalanan.

Mobil mobil dengan plat nomor Saudi, Emirat dan Bahrain tak lagi terlihat lalu-lalang.

Teman-teman Indonesia yang kebetulan bekerja di sektor perhotelan-pun mulai cemas dan khawatir akan nasib mereka. Hunian hotel tempat mereka bekerja yang biasanya dipenuhi para tamu dari negara tetangga, kini sepi dan lengang. Ancaman PHK pun mulai menghantui mereka.

Baca: Qatar Mengaku Tak Akan Usir Warga Saudi dari Negaranya

Mungkin yang paling terpengaruh konflik ini dari aspek kehidupan sosial, yaitu adanya semacam pemutusan tali silaturrahmi. Banyak penduduk asli Qatar yang “terusir” dari negara-negara yang mengisolirnya. Karena ikatan keluarga, pekerjaan dan pendidikan, banyak penduduk Qatar yang tinggal sementara di negara tetangganya, kini merekapun harus rela terpisah dari keluarga, darah-daging, teman teman kantor dan kawan kuliahnya.* klik (BERSAMBUNG) >>>

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
TAG:arab saudiblockade Qatarhidup di QatarKrisis Diplomasi Qatarmakanan turkiNegara ArabNegara telukQatarsusu cairtaze sutterorismeTV AljazeeraUEAUni Emirat Arab
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya UNHCR Khawatir Kondisi Pengungsi Rohingya di Bangladesh
Tulisan selanjutnya Pemerintah Resmi Terbitkan Perppu tentang Ormas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Feature
13 Juli 2026 06:38
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?