Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Begini Sikap Shahabat Pasca Ramadhan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Juli 2017 10:34 10:34 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Juli 2017 10:34
Bagikan
Ilustrasi. doa
Bagikan

BAGI para salafusshalih, kepergian Ramadhan menyisakan kesedihan mendalam. Bahkan belum saja Ramadhan benar-benar berakhir, kesedihan itu sudah terasa. Salah satu sebabnya adalah soal paradigma dalam menyikapi akhir Ramadhan dan berakhirnya bulan penuh keutamaan tersebut.

Para shahabat dan dua generasi setelahnya, sedih bercampur khawatir akan amalan-amalan mereka selama Ramadhan. Apakah amalan mereka diterima oleh Allah, dan apakah amalan-amalan tersebut bisa menjadi asbab terampuninya dosa-dosa mereka.

Bukankah Nabi shallallahu alayhi wasallam sudah mengingatkan bahwa, “Betapa banyak orang yang berpuasa tapi tidak mendapatkan apa-apa, selain lapar (dan haus ) saja.” Dan para shahabat adalah orang yang paling mengerti maksud dari hadits ini setelah Nabi.

Di lain waktu, Nabi shallallahu alayhi wasallam juga memberi warning. “Celakalah orang yang memasuki bulan Ramadhan,” kata Nabi, sebagaimana diriwayatkan Hakim dan at-Thabrani, “Namun dia tidak diampuni.”

Maka wajarlah para salaf mengkhawatirkan amalan mereka dan keadaan diri mereka di akhir dan sepeninggal Ramadhan. Sebab memang, tidak ada jaminan Allah menerima amalan dan mengampuni dosa setiap orang yang berpuasa. Dan jika tidak mendapat ampunan, maka celaka yang didapatkan berdasarkan warning Nabi di atas.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Menyadari hal itu, tentu saja para shahabat merasa sedih dan khawatir. Semakin hari-hari Ramadhan berlalu, semakin tinggi kekhawatiran mereka. Dan pilihannya adalah tunduk menangis menumpahkan kekhawatiran tersebut kepada Allah sambil berdoa agar diberi pemaafan dan amal-amal diterima.

Munajat mereka, “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf, suka memberi maaf dan pengampunan, maka maafkan dan ampuni dosa-dosaku.” Dan, “Ya Allah, Rabb kami, terimalah amalan-amalan kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.”

Setelah Ramadhan benar-benar pergi, bukan berarti mereka berhenti berdoa. Bersebab kekhawatiran itu terlalu mendalam, mereka terus berdoa agar amal-amal diterima hingga enam bulan berikutnya.

Disebutkan dalam Lathaaiful Ma’arif halaman 232 bahwa para salaf, yaitu para shahabat dan dua generasi berikutnya, berdoa kepada Allah selama enam bulan agar diberi kesempatan menjumpai Ramadhan. “Kemudian,” tulis Ibnu Rajab dalam kitabnya tersebut, “Mereka juga berdoa selama enam bulan agar amalan mereka diterima oleh Allah.”

Demikianlah para salafusshalih. Mereka lebih memfokuskan diri bagaimana agar amal-amal diterima. Sebagaimana pesan Ali bin Abi Thalib, “Hendaklah kalian lebih perhatian terhadap amalan kalian bagaimana bisa diterima dari pada hanya sekadar (memperbanyak) amalan. Tidakkah kalian mendengar Firman Allah, ‘Sesungguhnya Allah hanya menerima amalan orang-orang bertakwa saja’.”

Sayangnya, paradigma dalam menyikapi akhir dan berakhirnya Ramadhan ini hanya dimiliki oleh para shahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in beserta orang-orang shalih. Di zaman sekarang, paradigma jarang ditemui lagi. Kebanyakan orang terlalu percaya bahwa Allah menerima amalannya selama Ramadhan. Padahal kualitas iman para shahabat siapa yang bisa menandingi?*/Ibnu Basyier, guru ngaji tinggal di Karungan-Tarakan.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:berdoaRamadhansalafusshalihshahabat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI Minta DPR Segera Bahas Perppu Ormas
Tulisan selanjutnya Dahnil: Pendekatan Keras Bubarkan Ormas Takkan Matikan Ideologinya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?