Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Keluarga Sakinah

Kekerasan dalam Rumah Tangga Mengorbankan Anak-anak

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Juli 2017 13:46 1:46 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Juli 2017 13:46
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

SELAIN akibat masalah perceraian orangtua, hal lain yang membuat anak seringkali tidak memiliki semangat belajar adalah terjadinya tindak kekerasan dalam rumah tangga. Kekerasan inilah yang menyebabkan anak tidak bisa berkonsentrasi dalam belajarnya dan hanya dibayang-bayangi oleh ketakutan. Karena itu, wajarlah bila hal ini membuat anak mudah frustrasi dan malas belajar.

Belakangan ini, baik berita televisi maupun surat kabar, makin banyak tersiar adanya kekerasan dalam rumah tangga. Biasanya dilakukan oleh sang suami. Namun, ada pula yang didalangi oleh sang istri.

Bagaimana pun bentuknya peristiwa kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga, korban sesungguhnya adalah anak-anak. Kehidupan anak-anak mereka di kemudian hari akan menjadi serba ketakutan dan tumbuh dengan pikiran yang diracuni dengan kekerasan.

Bagaimana nasib anak-anak yang hidupnya di tengah-tengah kekerasan keluarga? Batin mereka selalu diliputi ketakutan dan kekhawatiran. Contoh kekerasan yang disodorkan orang tua, secara tidak langsung, mendoktrinasi pikiran bawah sadar anak. Rekaman kekerasan ini nantinya akan menjadi cerminan kehidupan mereka di masa depan, terutama saat mereka berumah tangga dan mendidik anaknya.

Orang tua bertanggung jawab atas kesejahteraan lahir dan batin anaknya. Jika anak tumbuh menjadi orang yang kuat dan berguna, maka itu adalah hasil usaha orang tua. Sedangkan, jika anak tumbuh menjadi orang yang menyusahkan, maka orang tua harus bertanggung jawab.

Baca Juga

Zakat dari Harta Haram, Apa Hukumnya?
Kedudukan Hukum Adik Ipar
 Bijaksana Saat Menolak Lamaran
Suami Merahasiakan Gajinya, Menurut Islam
Mengembalikan Indahnya ‘Kamar Tidur’

Pada masa pertumbuhannya, anak memerlukan kasih sayang, perawatan, dan perhatian orang tua. Tanpa kasih sayang dan bimbingan orang tua, anak akan menjadi cacat secara emosional dan dunia akan menjadi tempat yang tak bersahabat baginya untuk hidup.

Melimpahkan kasih sayang bukan berarti memenuhi segala keinginan anak, baik yang perlu maupun yang tidak masuk akal. Kasih sayang harus diberikan dengan sikap tegas, tetapi lembut dalam menghadapi anaknya yang “ngambek”. Anak tidak hanya memerlukan pemenuhan kebutuhan material, kuncinya pada kebutuhan rohani dan mental. Berdasarkan prioritas perhatian dan kasih sayang pada anak, maka mereka akan tumbuh menjadi orang yang berguna. Jauh dari masalah mental dan moral.

Umumnya, kekerasan dalam rumah tangga terjadi disebabkan suami dan istri tidak memahami tanggung jawabnya masing-masing dalam keluarga. Bila suami dan istri memahami tanggung jawabnya, maka akan tercipta rasa saling pengertian.

Kekerasan dalam rumah tangga terjadi oleh kesalahpahaman, yang kemudian diwujudkan dalam tindakan. Hal ini menunjukkan kurangnya pengendalian diri. Orang yang dipenuhi kemarahan tidak dapat melihat dengan jelas, bagai dibutakan oleh asap.

Orang yang memperlihatkan kebencian akan membawa penderitaan bagi diri sendiri. Karena, orang yang sering dimasuki kemarahan dan kebencian ibaratnya sedang mengeluarkan racun dari dalam dirinya dan akan lebih melukai dirinya sendiri daripada orang lain.

Kekerasan dalam rumah tangga dapat diakhiri dengan belajar untuk mengerti peran masing-masing dalam kehidupan berkeluarga dan belajar untuk bersabar terhadap segala sesuatu. Kemarahan atau kebencian akan menuntun seseorang menuju rimba yang tidak memiliki jalan setapak untuk dilalui.

Kemarahan atau kebencian juga akan melemahkan jasmani serta mengganggu pikirannya. Kata-kata kasar yang kita lontarkan ibarat anak panah yang lepas dari busurnya yang tidak akan dapat ditarik kembali walaupun kita persembahkan seribu permohonan maaf untuk itu.*/Sudirman STAIL (sumber buku: Mengapa Anakku Malas Belajar, penulis buku: Imam Musbikin)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kekerasan dalam rumah tanggalkemarahankorban anak-anakpasangan suami-istri
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Spirit 212, PP Al-Ishlah Bondowoso Bareng GNPF-GUIB Jatim Gelar Silaturahim Nasional
Tulisan selanjutnya ADI Aceh Gelar Tasyakuran Angkatan Kedua

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Keluarga Sakinah

Batas Sederhana Berpakaian dan Berhias

17 Januari 2021 07:57
Keluarga Sakinah

Bijaksana Saat Menolak Lamaran

24 Oktober 2018 17:12
Keluarga Sakinah

Hilangnya Kecemburuan Pertanda Matinya Kejantanan

22 Maret 2018 17:04
Keluarga Sakinah

Begini Pandangan Islam terhadap Cemburu

15 Maret 2018 16:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?