Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Myanmar Alami Krisis HAM, Harus Segera Akui Muslim Rohingya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Agustus 2017 13:41 1:41 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Agustus 2017 13:41
Bagikan
Kofi Annan di Myanmar
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemerintah Myanmar harus segera mengakui dan memperlakukan etnis Muslim di Rakhine sebagaimana layaknya warga Negara, demikian kesimpulan Komisi Penasihat Negara Bagian Rakhine  dalam laporan terbarunya.

Menurut Komisi Penasehat Rakhine, temuan menunjukkan, Myanmar memiliki krisis hak asasi manusia, terutama yang melibatkan orang-orang Muslim di tempat itu.

Fakta ini tercantum dalam laporan yang dikeluarkan Komisi Penasehat Rakhine  yang dipimpin oleh mantan Sekjen Perserikatan  Bangsa-Bangsa (PBB) Kofi Annan hari Kamis.

Dalam laporan setebal 63 halaman tersebut, komisi tersebut mengatakan bahwa Myanmar telah melanggar hak asasi manusia karena tidak mengakui status dan diskriminasi terhadap komunitas Muslim Rohingya.

Baca: Kofi Annan Dijadwalkan Bertemu Aung San Suu Kyi

Laporan tersebut juga memberi pukulan pada Penasihat Negara, Aung San Suu Kyi yang sebelumnya menolak tuduhan bahwa warga Muslim Rohingya tidak pernah dianiaya oleh militer.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Selain itu, komisi tersebut juga mendesak Myanmar untuk mencabut pembatasan pergerakan dan kewarganegaraan kelompok etnis Rohingya jika mereka ingin membawa perdamaian ke Rakhine.

Komisi itu mendesak Myanmar menyelaraskan aturan hukum negara dengan standar aturan internasional.

Baca: PBB: Myanmar Berusaha Usir Semua Etnis Muslim Rohingya

Komisi Penasehat Rakhine, yang terdiri dari enam warga negara Myanmar dan tiga orang asing,  ditunjuk langsung oleh pemerintah Myanmar pada bulan Agustus 2016, untuk mempromosikan rekonsiliasi dan menyelesaikan konflik antara Buddha Rakhine dan Muslim Rohingya.

Etnis Rohingya yang telah tinggal ratusan tahun di negara bagian Rakhine itu menjadi satu-satunya etnis paling tertindas di sunia, mereka tidak diakui dari 135 etnis di Myanmar yang sudah ada. Akibatnya, hak asasi mereka diabaikan dan dipandang rendah.

Mereka juga tak memiliki kartu identitas sah. Dan hak mereka Rohingya tidak terlindungi secara hukum.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aung San Suu KyiBuddhisekstemis BuddhaKofi Annankomisi investigasiKomisi Penasehat RakhinePBBPerserikatan Bangsa-BangsaRakhineRohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 10 Orang tewas dalam Serangan Militer dan BGP di Rathedaung Myanmar
Tulisan selanjutnya Terjaganya Cinta, Kunci Hubungan Suami Istri

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

Berita
20 Juli 2026 12:51
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?