Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

10 Orang tewas dalam Serangan Militer dan BGP di Rathedaung Myanmar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Agustus 2017 13:31 1:31 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Agustus 2017 13:31
Bagikan
Derita tiada henti etnis Muslim Rohingya
Bagikan

Hidayatullah.com—Sebuah tindakan brutal militer dan Penjaga Perbatasan Polisi (BGP) Myanmar kepada penduduk etnis Rohingya di Kamp Pengungsi Rathedaung, menewaskan setidaknya 10 orang, demikian menurut sumber yang dapat dipercaya.

Kejahatan ‘tak terlukiskan’,  terjadi di Jalur Desa Athet Nan Yar, di kamp pengungsi di Negara Bagian Arakan ini dikepung dan diserang pasukan gabungan -militer Myanmar,  BGP dan ekstrimis Rakhine-  pada Kamis (23/08/2017), pukul 03:00 dini hari.

Sementara pasukan militer mengelilingi desa, BGP dan kelompok ekstremis Rakhine memasuki rumah-rumah penduduk dengan melakukan pemeriksaan.

BGP memukul dan menangkap orang-orang yang mereka temui dan para ekstremis Rakhine ikut menjarah barang-barang emas, makanan, uang dan barang berharga dari penduduk desa dan para pengungsi Rohingya.

Baca: Tiga Gadis Rohingya Diperkosa Anggota Militer Myanmar, Satu Orang Kritis

Karena penyiksaan yang tidak manusiawi terhadap orang-orang Rohingya, delapan penduduk desa yang tidak bersalah termasuk Moulovi Azizurahman mengalami luka kritis dan mereka dibawa secara terpisah ke Pos BGP No. 22, yang terletak di Desa Zaydi Pyin dan NaTaLa, di mana ada di tempat itu ada pos penjaga BGP dan militer.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tak hanya itu, wanita dan anak-anak secara fisik ikut dihina. Mereka dimina berdiri di bawah terik matahari dari pagi sampai siang hari.

Penganiayaan tanpa henti dan pelecehan oleh BGP, militer dan ekstrimis Rakhine menyebabkan seditnya 10 orang telah terbunuh, menurut penduduk desa dikutip laman rtvisiontv.com.

Baca: Militer Myanmar Lakukan Pemerkosaan terhadap Wanita Rohingya

Seorang tetua desa yang beruntung, Maung Ba Hla, yang sempat melarikan diri dari penangkapan sewenang-wenang diberitahu berulang kali bahwa beberapa penduduk desa berada dalam kondisi kritis yang membutuhkan pertolongan tapi dia tidak dapat berbuat apa-a-a karena takut aksi ekstremis Rakhine, anggota militer dan BGP.

“Kami memberi tahu Maung Bu Hla untuk membantu kami berkali-kali dan membawa mayat dari pihak berwenang yang sengaja berusaha menyembunyikannya,” ujar seorang perempuan yang tak mau disebut namanya.

Dia mengatakan, “Saya sangat takut dengan penangkapan BGP dan militer yang sewenang-wenang. Atau penyiksaan ekrismis Rakhine sampai mati. Tolong! Tinggalkan Aku Sendiri.”

Baca: PBB: Tentara Myanmar Lakukan Pembunuhan dan Perkosaan Secara Maasal Etnis Rohingya

Pasukan gabungan yang brutal menyerang desa dan Kamp pengungsi kembali pada pukul 5:00 pagi hari. Mereka telah membawa keluar semua pria, wanita dan anak-anak ke jalan dan menahan semua pria setelah menyerang dan menyiksanya.

Karena tidak bisa makan, tidur akibat aksi penyumbatan, kondisi mereka menjadi semakin buruk. Jika tak ada bantuan, kemungkinan  dari mereka mungkin akan meninggal, kata penduduk setempat sambil menangis dengan nada berteriak.

Sementara itu, sedikitnya 3.500 Muslim Rohingya tinggal di Bangladesh sejak pihak berwenang Myanmar mengumumkan kembali pengiriman militer di Negara Bagian barat Rakhine, awal bulan ini.

Menurut pemimpin Rohingya, pengungsi tiba di kamp yang penuh sesak, di Cox s Bazar, dekat Sungai Naf,  memisahkan antara kedua negara itu, karena takut terorisme di Yangon setelah pasukan keamanan mengerahkan 500 tentara di Rakhine tangga 10 Agustus lalu.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Athet Nan YarBGPburmaetnis Rohingyamiliter Myanmarmuslim RohingyapemerkosaanpenangkapanPenjaga Perbatasan Polisi MyanmarpenyiksaanRakhineRathedaung
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Saya akan Menolak Tinggal di Eropa…”
Tulisan selanjutnya Myanmar Alami Krisis HAM, Harus Segera Akui Muslim Rohingya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?