Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

“Belanda Rasa Turki” di Masjid Westermoskee Amsterdam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Agustus 2017 14:36 2:36 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Agustus 2017 04:00
Bagikan
Westermoskee Aya Sofya di Piri Reisplein, Amsterdam, Belanda, Agustus 2017.
Bagikan

Sambungan dari kisah ketujuh

 

WAKTU telah menunjukkan pukul 20.44. Seorang pria cukup tua dengan jas hitam sederhana dan celana senada, perlahan berdiri dari posisi duduk yang didiaminya sejak saya pertama kali melihatnya.

Sejenak dia memperbaiki pakaian dan songkok sulam hitamnya, lalu menerima mikrofon yang disodorkan oleh seorang lelaki yang menjadi kawan duduknya sejak tadi.

“Allahu Akbar! Allahu Akbar!…”

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Serak terdengar suara pria itu melantunkan azan maghrib. Namun cukup mampu menghadirkan suasana khidmat bagi puluhan pria yang menanti tanda masuk shalat tersebut.

Pemandangan ini yang didapati oleh penulis tatkala menginjakkan kaki di Westermoskee Aya Sofya, Piri Reisplein, Amsterdam, Belanda.

Baca juga: “Cita Rasa Lidah Eropa Saja Tak Mudah Langsung Diterima…”

Masjid yang berdiri kokoh pada tepi salah satu kanal di Amsterdam ini, merupakan salah satu masjid di Negeri Kincir Angin yang direkomendasikan bagi traveller Muslim, di samping Islamic Foundation Fatih Netherlands.

Kamis malam itu, 25 Agustus 2017, penulis hanya mendapati sekitar 20-an orang, sehingga masjid yang mampu menampung 1.000-an jamaah ini terasa lapang.

“Jumlah jamaahnya di hari-hari biasa memang tidak banyak. Kecuali di hari Jumat, masjid akan penuh dengan umat Islam Amsterdam,” terang Omar Dabaj, salah seorang pengurus Westermoskee sekaligus naib imamnya.

Berbeda dengan Masjid Fatih yang merupakan bekas Gereja, Westermoskee sejak awal dibangun memang untuk masjid.

Kawasan Piri Reisplein di Amsterdam, Belanda, Agustus 2017. [Naspi Arsyad/hidayatullah.com]
“Lokasi awal masjid ini adalah tanah lapang milik Turki, lalu dijual ke Pemerintah Amsterdam dan dana hasil penjualannya difokuskan untuk pembangunan masjid ini,” tambah Omar, pria berusia 50-an tahun itu.

Masjid dengan corak bata merah dan putih yang dikawal dengan satu menara tinggi langsing ini cukup mudah untuk dikenali dengan tampilan masjidnya yang jelas.

Kebanyakan jamaahnya merupakan imigran, khususnya Turki. Hal ini dapat terlihat dari taushiyah singkat imam masjid yang dituturkan dengan bahasa Turki. Jadinya, suasana di masjid ini “Belanda rasa Turki”, hehe….

Baca juga: Terhibur oleh Islamic Center Zurich di Swiss

Cerita Umar Badaj

Selepas shalat magrib, Umar Badaj mengajak penulis menuju kantin masjid yang berada di lantai 2 bangunan yang sama. Percakapan hangat dengan menggunakan bahasa Arab dan Inggris terjalin laksana kawan lama yang baru bersua.

Obrolan dengan Umar Badaj ditemani teh tawar panas, biskuit, burger, serta yoghurt segar. Membuat suasana jadi tambah hangat.

“Saya sangat senang dengan orang Indonesia. Saya punya memori indah dengan kawan Indonesia selama 2 tahun yang tidak bisa saya lupakan.

Bahkan saya pernah ke Jakarta tahun 1986, saat mewakili negara saya dalam helatan Asian Games,” cerita Umar Badaj dengan mata menerawang, mencoba menghadirkan alunan sejarah yang dia tuturkan.

Baca juga: Di Kota Roma, Saudara dari Bangladesh itu ‘Meminjamkan’ Minimarketnya…

Akhirnya, waktu isya jua yang menghentikan obrolan kami. Umar Badaj berdiri dan setengah berbisik dia memohon diri.

“Adzan isya sudah dekat. Saya harus mempersiapkan diri dan semoga dapat menjumpai Anda lagi. Syukran (terima kasih)!” pamitnya sambil menggenggam erat tangan saya.* Bersambung/Diceritakan untuk hidayatullah.com oleh Naspi Arsyad, peneliti LSIPP, penulis buku “The Dome of The World”

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AmsterdamAsean Gamesatlit YordaniaBelandaBelanda rasa TurkiBenua Birubukubuku "The Dome of The World"Eropajejak Turki di BelandaLembaga Studi Pengembangan dan PeradabanLSIPPmasjid di BelandaMasjid Westermoskeenegeri kincir anginOmar Dabajpeneliti Muslimpenelitianperadaban duniaperadaban IslamPiri Reisplein AmsterdamRisetriset "The Dome of The World"TurkiUni EropaWestermoskee Aya Sofyawisata di Eropa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Seluruh Jamaah Haji Indonesia Sudah di Arab Saudi
Tulisan selanjutnya Gereja Protestan di Italia Bersedia Memberkati Pasangan Homoseksual

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Berita
14 Juli 2026 21:00
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?