Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pengakuan Etnis Rohingya: “Pergilah atau Kami Bunuh Anda Semua!”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 September 2017 14:32 2:32 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 September 2017 14:30
Bagikan
Beginilah kondisi pengungsi Rohingya di Cox's Bazar
Bagikan

Hidayatullah.com–Penduduk etnis Rohingya masih berada di Rakhine, Myanmar, telah meminta pihak berwenang untuk menyediakan rute yang aman bagi mereka untuk meninggalkan dua desa terpencil yang sekarang kehilangan kontak karena pengepungan ekstremis Buddhis.

“Kami takur. Kami akan kelaparan sebentar lagi dan mereka mengancam akan membakar rumah kami,” kata Maung Maung, penduduk desa Ah Nauk Pyin kepada  Reuters melalui telepon.

Seorang warga Rohingya lainnya yang dihubungi Reuters mengatakan bahwa umat Buddha di Rakhine datang ke desa tersebut dengan berteriak, “Pergilah atau kami bunuh Anda semua.”

Hubungan antara desa Ah Nauk Pyin dan tetangganya, Rakhine yang hancur pada 25 Agustus 2017 menjadi rawan, ketika aksi serangan kelompok gerilyawan para gerilyawan dari Arakan Rohingya Security Force/ARSA atau dikenal  dengan Harakah al-Yaqin di Negara Bagian Rakhine memicu sebuah respon ganas dari pasukan militer Myanmar.

Sedikitnya 430.000 etnis Rohingya melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh untuk menghindari apa yang oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) disebut “contoh buku teks tentang pembersihan etnis”.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sekitar 1 juta populasi etnis Rohingya tinggal di Negara Bagian Rakhine hingga aksi penganiayaan dan kekerasan baru-baru ini terjadi. Sebagian besar dari mereka menghadapi pembatasan perjalanan, ditolak kewarganegaraannya di negara di mana mayoritas umat Buddha menganggap mereka sebagai imigran ilegal dari Bangladesh.

Menteri Sekretaris Negara Myamar Tin Maung Swe, mengatakan kepada Reuters bahwa dia bekerja sama dengan pihak berwenang Rathedaung, dan membantah menerima informasi pengaduan dan permohonan warga desa Rohingya agar meminta pengamanan perjalanan.

“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” katanya. “Rathedaung Selatan benar-benar aman,” tambahnya.

Baca: Aktivis HAM: Mengejutkan, Fakta Pembantaian Rohingya Dianggap Bohonng

Juru bicara kepolisian nasional Myo Thu Soe mengatakan dia juga tidak memiliki informasi tentang desa Rohingya namun dia berjanji akan menyelidiki masalah tersebut.

Juru bicara Biro Asia Timur Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa AS “mendesak” segera pasukan keamanan Myanmar untuk bertindak sesuai dengan peraturan hukum dan peraturan. AS meminta pasukan Myanmar untuk menghentikan kekerasan dan eksodus yang diderita oleh individu dari semua komunitas.

“Puluhan ribu orang dilaporkan kekurangan makanan, air, dan tempat penampungan yang memadai di negara bagian Rakhine utara,” kata juru bicara Katina Adams.

Inilah bukti kekejaman terhadap etnis Muslim Rohingya yang berlangsung di Desa Bakka Guna Maungdaw, pada 2 September 2017 (Hari Raya Idul Adha) pukul 11.00 WIB/Foto: Rohingya Vision TV Channel

“Pemerintah harus segera bertindak untuk membantu mereka,” imbuhnya.

Adams mengatakan Patrick Murphy, asisten sekretaris negara AS untuk negara Asia Timur, akan mengulangi keprihatinan serius AS tentang situasi di Rakhine saat dia bertemu dengan pejabat senior di Myanmar minggu ini.

Inggris akan menjadi tuan rumah pertemuan tingkat menteri pada hari Senin di sela-sela Sidang Umum tahunan PBB di New York untuk membahas situasi di Rakhine.

Tak Ada Perahu

Ah Nauk Pyin duduk di semenanjung yang diapit tumbuhan bakau di Rathedaung, salah satu dari tiga kota di negara bagian Rakhine Utara. Penduduk desa mengatakan mereka sudah tak memiliki lagi perahu.

Sampai tiga minggu yang lalu, ada 21 Muslim desa di Rathedaung, bersama dengan tiga kamp untuk Muslim yang terlantar akibat serangan kekerasan agama sebelumnya. Enam belas dari desa-desa mereka dan ketiga kamp yang mereka memiliki telah dikosongkan dan dalam banyak kasus dibakar, memaksa sekitar 28.000 etnis Rohingya melarikan diri.

Lima desa Rohingya di Rathedaung masih hidup sekitar 8.000 penduduknya dikelilingi umat Buddha Rakhine dan sangat rentan, kata pemantau hak asasi manusia.

Situasinya sangat mengerikan di Ah Nauk Pyin dan dekat Naung Pin Gyi, di mana ada rute pelarian ke Bangladesh yang panjang, sulit, dan kadang-kadang diblokir oleh tetangga Rakhine yang bermusuhan.*>>> klik (Bersambung)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
TAG:Amnesti InternasionalAung San Suu KyiBuddhaBuddisetnis Muslim RohingyaHRWHuman Right WatchKetua Tim Pencari Fakta PBB Marzuki DarusmanMasjid TurkiMuslim Arakanmuslim RohingyamyanmarOKIPBBpembersihan etnispenyelidik hak asasi manusiaRakhineRohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Negara-Negara Dunia Didesak Berlakukan Pembatasan Rezim Myanmar
Tulisan selanjutnya IPM Berharap Ada Regulasi Penyiaran Iklan, Sponsor, dan Promosi Rokok

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?