Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Membelot dari Jalan Tuhan?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 September 2017 09:14 9:14 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 September 2017 10:58
Bagikan
Bagikan

 PERTANYAAN besar yang sering muncul di tengah-tengah kita, mengapa manusia bisa membelot dari jalan Tuhan?

Bila dikatakan karena kurang pengetahuan agama, bukankah belakangan gelombang demikian banyak diteriakkan oleh orang-orang yang mengaku beragama.

Bila dikatakan karena kurangnya ilmu, justeru belakangan paham ini banyak didukung kalangan orang yang memiliki ilmu. Semua itu tentunya, tidak dapat dilepaskan dari cara pandang seseorang terhadap sesuatu yang wajib dipahaminya.

Mengapa manusia ada, siapa yang mengadakan? Mengapa alam dicipta, siapa yang mencipta dan untuk apa diciptakan? Lalu apa kewajiban manusia bagi Penciptanya, kewajiban sesama manusia dan bagaimana memperlakukan alam agar terjadi kemakmuran semesta?

Bagi kaum Muslim, nampaknya, layak untuk direnungkan kembali tiga pokok pengetahuan dalam Islam [ushuulul ma’rifah fil Islaam] sebagai tolok ukur dalam memahami penilaian “benar” dan “salah”.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Baca: Di Dunia Kita Meminta, Di Akhirat Kita Berharap Nikmat

Pokok-pokok yang dimaksud adalah: Mengetahui siapaTuhan itu? [ma’rifatur Rabb], Mengetahui siapa manusia itu? [ma’rifatul insaan] dan apa alam itu? [ma’rifatul ‘aalam].

Ketika benar memahami tiga perkara ini, maka cara pandangnya bisa benar. Dan ketika salah memahami tiga perkara ini, maka cara pandangnya bisa salah.

Pertama,  mengetahui siapa Tuhan [Ma’rifatur Rabb]

Dalam Islam, keberadaan Tuhan sudah final, Dialah Allah jalla jalaaluhu Dzat penguasa alam [Rabbul ‘aalamien]. Al-Qur’an menjelaskan akan hal ini; Allah Subhanahu Wata’ala itu Esa, Allah itu tempat bergantung semua makhluk, Allah itu tidak berputra dan tidak diputrakan, serta tidak ada yang mampu menyamaiNya seorang pun. Itulah QS. Surat Al-Ikhlas.

قُلۡ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ (١) ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ (٢) لَمۡ يَلِدۡ وَلَمۡ يُولَدۡ (٣) وَلَمۡ يَكُن لَّهُ ۥ ڪُفُوًا أَحَدٌ (٤)

“Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, (1) Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. (2) Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, (3) dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” [QS: al Ikhlas [112]:1-4]

Dialah Allah  yang tidak ada Tuhan selainNya, Dia yang Maha hidup dan berdiri sendiri, tidak terkena lupa dan tidur. Itulah mutiara ayat Kursi. Allah itu pun cahaya yang menerangi langit dan bumi, perumpaan cahayanya laksana lampu [misykat] yang di dalamnya ada pelita. Itulah mutiara Qs. An-Nuur. Masih banyak ayat lainnya yang menjelaskan siapa Tuhan itu, demikian pula Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjelaskan di banyak haditsnya.

Berbeda dengan pandangan yang lain yang masih memperdebatkan dan masih mencari siapa Tuhan. Ketika mereka belum atau tidak bisa menemukan jawabnya, merekapun menuduhnya dengan kata-kata “Tuhan mulai lelah”, “Tuhan mulai bosan”, “Tuhan mulai sakit”, bahkan sebagian mereka menyebutkan “Tuhan sudah mati” [God is dead].

Kedua,  mengetahui siapa manusia [ma’rifatul Insaan]

Dalam Islam, perkara ini pun sudah final. Manusia itu adalah makhluk turunan ayahanda Adam ‘alaihis salaam dan bunda Hawa, Adam dicipta dari saripati tanah [sulaalatin min thin]. Beranak pinak melalui percampuran air mani yang memancar [nuthfah], lalu menjadi segumpal darah [‘alaqah], kemudian menjadi seketul daging [mudhghah] yang membungkus tulang. Berikutnya, diciptakanlah pendengaran, penglihatan, hati dan ditiupkannya ruh. Semua itu dijelaskan Al-Qur’an [QS. Al-Hijr/15: 26, 28, 29, Qs. Al-Mu’minuun/23: 12-14, QS. An-Nahl/16:78, dll.], demikian pula Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjelaskan di banyak haditsnya.

Baca: Tumbuhkanlah Rasa Takut pada Allah

Berbeda dengan pandangan yang masih menduga-duga dengan berbagai teorinya, di antaranya Teori Evolusi-nya, Charles Darwin yang meyakini manusia itu berasal dari turunan kera. Namun kenyataannya,  mereka unggulkan ras tertentu dengan species istimewanya, namun di sisi lain, mereka remehkan manusia lainnya.

Ketiga, mengetahui alam [ma’rifatul ‘aalam]

Dalam Islam, hal ini pun sudah final. Ada alam yang tak nampak [ghaib], ada pula alam yang nampak [syahaadah] sebagaimana QS. Al-Jumu’ah/62:8, atau alam dunia yang fana dan terbatas [dunyaa] dengan alam akhir yang kekal abadi [akhirat].

Karenanya doa yang dipanjatkan pun do’a keselamatan dua alam “Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa adzaaban naar.” [QS. Al-Baqarah/2:201].

Semua ini menunjukkan bahwa Allah jalla jalaaluh menjadikan dunia sebagai tempat sementara, dan akhirat merupakan negeri ujung pengharapan. Pantas, kalaulah Allah menyebutnya dengan “wal aakhiratu khairun laka minal uulaa“.

Demikian pula Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menerangkan di banyak haditsnya. Ibnul Qayyim mengistilahkannya dengan “daarul hijratain wa baabus sa’aadatain; dua negeri tempat berhijrah dan dua pintu kebahagiaan”.

Berbeda dengan mereka, yang memahami alam ini perlu perlakuan khusus dengan  ritus-ritus  tertentu yang melahirkan pandangan alam yang penuh sinkretik.

Dengan pemahaman yang benar terhadap konsep ke-Tuhanan, maka bisa selamat pula dari pandangan materialisme-atheisme yang menganggap Allah Subhanahu Wata’ala itu benda atau tidak ada sama sekali.

Dengan pemahaman yang benar terhadap konsep manusia sebagai makhluk yang wajib patuh pada Penciptanya, maka selamat pula dari keyakinan humanisme yang keliru di mana hak asasi manusia bisa mengalahkan hak-hak Tuhan. Dengan pemahaman terhadap konsep alam yang benar, di mana manusia harus merawatnya, maka selamat pula dari keyakinan nativisme yang menggiring manusia pada ajaran mistik penuh klenik dan kejumudan alam perasaan.

Dengan tiga pokok pengetahuan itulah, minimalnya diharapkan mampu menutup celah-celah pintu kesesatan yang menyebabkan pelakunya membelot dari jalan Tuhan, bahkan anti Tuhan.* klik>>> (Bersambung) >> ‘Liberalisme & Pengingkaran pada Tuhan’..

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
TAG:AllahCharles DarwinJalan Tuhankaum Muslimmakrifatmembelotmencari Tuhanpengetahuan agamapokok pengetahuansiapaTuhanTeori Evolusiushuulul ma'rifah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya [Breaking News] Jonru Ginting Ditahan Polisi, Dijadikan Tersangka
Tulisan selanjutnya Pemimpin ISIS Abu Bakr Al-Baghdadi Rilis Rekaman Suara Terbaru

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?