Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mereka Memilih Berani

Fatu Marando, Medan Dakwah Penuh Tantangan

Ahmad
Terakhir diupdate: 5 Oktober 2017 20:50 8:50 pm
Ahmad
Dipublikasikan 5 Oktober 2017 20:48
Bagikan
Ndoi dan Suku Wana sedang mendengarkan pembinaan agama
Bagikan

Hidayatullah.com—Usianya masih tujuh belasan ke atas, namun pilihan hidupnya tak lazim bagi anak-anak seusianya.  Abdurrahman, dia baru saja menyelesaikan masa pendidikan di sekolah dai yang dibangun Pos Dai Hidayatullah di belantara hutan Fatu Marando beberapa bulan lalu.

Abdurrahman,  kini lebih memilih mengabdi untuk agama, menjalankan tugas dakwah di tengah-tengah masyarakat Suku Wana. Tanpa rasa takut,  ia keluar masuk belantara dan berdakwa di pedalaman  Suku Wana.

“Selama urus agama Allah, apa lagi yang ditakutkan?” ujarnya sembari bergegas menuju sungai tempat sehari-harinya mandi.

Mengaku menikmati perjuangan dakwahnya di tempat terpencil, namun  pria kelahiran Ternate Maluku Utara juga mengaku sering dibuat tidak mengerti harus bagaimana  menghadapi anak-anak suku.

“Yang bikin lelah, pusing dan terasa bingung itu kala awal-awal saya tinggal di sini. Bagaimana tidak bingung, dibawain buku tulis, bukannya dipakai belajar. Mereka robek halaman demi halaman. Awalnya saya bingung, untuk apa. Setelah saya selidiki, eh mereka pakai untuk bungkus tembakau. Rupanya di sini semua sudah biasa merokok, termasuk anak-anak. Jadi buku itu dipakai melinting tembakau bikin rokok,” tuturnya sembari menepuk jidadnya.

Baca Juga

Kisah Dai Pedalaman Membina Iman di Kota Tepian
Membina Iman di Kota Tepian
Jalan Panjang Dai Tempaan Alam
Berpacu melawan Misionaris
Kisah Lulusan Al-Azhar Membina Kader Da’i di Kaki Gunung Penanggungan
Jangan Takut Berdakwah di Wamena

Baca: Melawan Arus Menebar Qurban, Teguhkan Hidayah Suku Wana

Rupanya, kesabaran ekstra keras diperlukan untuk mendapingi anak-anak suku di pedalaman terpencil ini.

“Setiap diberi buku tulis, awalnya begitu. Akhirnya pas buku sudah habis, saya bingung dipakai apa lagi mereka belajar, akhirnya saya kasih mereka paku satu-satu lalu menulis di papan kayu yang telah disiapkan,” terangnya dengan senyum yang tak tertahankan, mengingat  sisi kelucu yang pernah dihadapinya.

Ustadz Abdul Muhaimin (47) menyeberangi sungai menuju Lijo. Abdurrahman, saat menyembelih qurban (Imam Nawawi)

Meski demikian, Rahman, demikian sapaan akrabnya melihat bahwa secara potensi, anak-anak Suku Wana cukup cepat dalam menangkap pelajaran, termasuk dalam hal menghafalkan al-Quran surat-surat pendek.

“Sekalipun untuk membaca Al-Quran, mereka masih harus lebih giat belajar, tapi untuk hafalan surat-surat pendek, mereka cukup cepat hafal. Di situ saya terhibur sekali,” ucapnya.

Rahman adalah satu-satunya guru di dusun paling hulu dari Sungai Bongka. Tak heran meski di usianya yang masih belia, ia dipanggil masyarakat Suku Wana dengan sebutan “Pak Guru”.

Untuk melancarkan dakwahnya, ia  memaksimalkan posko pembinaan muallaf Suku Wana di Fatu Marando.

Jalan Setengah Hari untuk Bisa Telpon

Sebagai dusun baru di belantara hutan, Fatu Marando merupakan lokasi masyarakat Suku Wana yang paling sulit dijangkau. Akses jalan masih susah. Hanya saat kemarau baru bisa naik motor, itu pun dengan resiko tidak ringan.

“Belum ada akses jalan untuk ke sini. Kalau musim hujan, cara paling baik naik ketinting, 7 jam itu dari Lijo ke sini,” ujarnya.

Baca: Kala Hidayah Menyapa Suku Wana

Seorang dai dari Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Ustadz Abdul Muhaimin (47) pernah mengalami insiden serius kala naik ojek dari Lijo ke Fatu Marando.

“Pernah saya naik ojek, luar biasa lelahnya. Bagaimana tidak, ketemu tanjakan, kita turun, ketemu turunan pun kita turun. Kenapa, kalau bablas bahaya,” ujarnya.

Waktu itu, tukang ojeknya bilang tidak usah turun jika bertemu jalan turunan. Akhirnya ua pelan-pelan berjalan. “Sudah bagus awalnya, tapi tiba-tiba ada kayu, kepeleset kita, terputar kaki kanan ini, sampai sekarang terasa nyerinya,” tutur ayah 7 anak tersebut.

Sampai sekarang Ustadz Abdul Muhaimin jalannya agak miring, karena bengkak di kaki kanannya belum benar-benar pulih. Meski demikian, pria asal Blitar Jawa Timur itu tak pernah absen membina muallaf Suku Wana bersama Abdurrahman.

Biasanya, jika melakukan koordinasi,  Abdurrahman  harus pergi ke puncak gunung –tepatnya di lokasi posko pembinaan muallaf—dengan cara berjalan kaki lamanya selama setengah hari.

“Makanya itu, kalau lagi telpon mau laporan ke pusat, jalan kita sampai setengah hari. Kalau pas telpon tidak diangkat atau tidak aktif, gimana gitu rasanya,” ucapnya sembari tersenyum.*>> Klik (BERSAMBUNG)

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
TAG:Baitul Maal HidayatullahBMHdaidai pedalamanFatu MarandoIkrar Syahadat IIMedan DakwahMuallafPos Dai HidayatullahSuku Wana
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wali Kota Risma: Dolly Berubah Jadi Kampung Produktif
Tulisan selanjutnya Mengunjungi Muslim Amerika

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Berita
5 Juni 2026 06:00
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Mereka Memilih Berani

Kemewahan di Kampung Mualaf Selat Kongki setelah Kehadiran Laznas Ini

13 Juli 2022 08:33
Mereka Memilih Berani

Kisah Dai Diadang Pedang Terhunus Saat Mau Khutbah Jumat

28 Juni 2022 08:00
Mereka Memilih Berani

Ketika Ustadz Hasyim HS Kaget Ditugaskan KH Abdullah Said

21 Mei 2022 15:00
Mereka Memilih Berani

Dakwah Tak Kenal Lelah “Dai Non-Subsidi”

3 Mei 2022 16:49
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?