Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Mengunjungi Muslim Amerika

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Oktober 2017 21:04 9:04 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Oktober 2017 20:54
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sungguh sebuah tantangan bagi saya yang berhijab, untuk menjelajahi Amerika. Kadangkala saya dapati ekspresi kurang ramah kepada orang Islam.Bahkan sekarang ini jg terjadi di San Fransisco, kota yang hetrogen berbagai suku bangsa dan banyak pendatang.

Namun beberapa waktu lalu saya menemukan pengalaman yang menyejukkan. Bagaikan menemukan danau di tengah padang pasir luas. Saat perjalanan dari San Francisco menuju Chicago, tukar pesawat di Detroit, saya bertemu dengan bule yang friendly. Mereka senasib dengan saya, ketinggalan pesawat karena pindah gate tanpa adanya informasi. This is super awesome, tidak pandang bangsa dan agama.  Saya rasakan, What a beautiful life… Respect each other.

Memang belakangan ini minoritas Muslim di Amerika harus ekstra hati-hati. Pasalnya beberapa waktu sebelumnya di Virginia dekat Washigton DC terjadi peristiwa Nebra, seorang remaja Muslimah yang menjadi korban kejahatan sepulang dari Masjid. Ia ditemukan tewas akibat tindakan kriminal yang diduga merupakan Islamophobia. Juga belum lama berselang terjadi insiden di Michigan, dimana seseorang menembak polisi dengan meneriakkan Takbir. Tidak jelas apakah ia benar-benar seorang Muslim, ataukah sebenarnya fitnah semata.

Justru sebenarnya saya memutuskan ke Amerika kali ini untuk merasakan Ramadhan. Di sini saya merasakan keakraban bersaudara, brotherhood dan sisterhood di antara kaum Muslim. Selain berasal dari negara mayoritas Muslim seperti Pakistan, India, Indonesia, Bangladesh, Malaysia, Turki atau negara-negara Arab, Amerika merupakan rumah bagi Muslim dari kalangan Hispanik, Black Muslim, atau White Muslim.

Baca: Beragam Wajah Muslimah Amerika

Di sini Muslim saling mendukung, saling membantu, karena merasa menjadi minoritas. Di sini saya bisa merasakan indahnya persaudaraan. Kebanyakan Muslim yang saya ketahui berasal dari kalangan yang terpelajar. Apalagi Muslim yang tinggal di area Silicon Valey seperti di San Jose, Santa Clara dan sekitarnya, yang menjadi kantor pusat Facebook, Google, atau Apple. Banyak Muslim merupakan ahli IT.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Di Amerika Serikat masjid-masjid biasanya didirikan oleh komunitas Muslim dari berbagai bangsa. Salah satunya adalah yang saya kunjungi, yaitu Masjid Al Mustafa di San Jose. Bangunannya baru dua tahunan dibeli seharga sekitar tujuh juta dollar. Masjid ini dikelola oleh South Bay Islamic Association (SBIA), sebuah organisasi Muslim di Bay Area yang jamaahnya sebagian besar berasal dari Pakistan dan India.

SBIA memiliki beberapa masjid di daerah South Bay ini. Yang saya tahu pula ada beberapa masjid yang diorganisir oleh warga Indonesia, seperti di Houston, Washington DC, New York, dan Seattle.

Bukber di rumah sahabat di Indiana,tetangga Muslim asal Palestina turut hadir (Foto: Rustika Thamrin)

 Di Bulan Ramadhan biasanya masjid-masjid membuat acara iftaar, yang dilakukan setiap weekend; Jumat, Sabtu, dan Ahad. Acara buka bersama seperti ini biasanya dibiayai secara swadaya oleh para jamaah. Masjid di Amerika biasanya juga mengundang non-Muslim untuk experiencing islam atau bahkan interfeith dialogue. Mereka diajak merasakan berbuka bersama, ataupun merasakan kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan seorang Muslim. Dari kegiatan semacam itu beberapa non-Muslim tertarik menjadi mualaf. Seperti pengalaman saya tahun lalu di Silicon Valey, di sebuah masjid di Santa Clara. Masjid ini terorganisir dengan sangat baik, dengan sekolah Islam yang well established. Di sini hampir setiap hari ada saja orang yang masuk Islam.

 Baca: “Ada 4 Ribu Orang Masuk Islam setiap Tahun di Amerika

Saya menilai banyak mualaf di Amerika yang serius mempelajari agama barunya dan mencari  kebenaran. Mereka berusaha all out dan istiqomah.

Banyak diantara yang setelah memeluk Islam pergi ke Mesir atau Sudan untuk merasakan sendiri dan belajar tentang Islam. Mereka menetap satahun untuk belajar membaca Al Quran secara serius. Kadang saya yang asli Muslim dari lahir merasa malu, dibandingkan Muslim mualaf yang memiliki bacaan Al Quran dengan tajwid yang sangat bagus.

Tarawih malam terakhir Ramadhan di Masjid Highland di Indiana(Foto: Rustika Thamrin)

Perkembangan Islam sangatlah pesat di Amerika, hampir menyamai pesatnya perkembangan Islam di Eropa. Mereka yang telah menjadi Muslim nampak sangat istiqomah, dan bangga menjadi Muslim. Para mualaf ini memperjuangkan dengan sungguh-sungguh islam sebagai way of life mereka. Mereka orang Barat yang awalnya non-Muslim kemudian merubah dirinya menjadi Muslim style. Semoga pengalaman ini memacu saya untuk menjadi Muslimah yang lebih lebih kaffah. Aamiin.

 

Hal menarik lain yang saya temui saat menggalang dana Muslim Amerika luar biasa, yaitu memiliki target. Seperti saya lihat sendiri di

Perkembangan Islam sangatlah pesat di Amerika, hampir menyamai pesatnya perkembangan Islam di Eropa

Baca: Kota Pertama di Amerika yang Mayoritas Anggota Dewan Beragama Islam [1]

Banyak sekali yang datang pada malam ke-27 Ramadhan tahun ini yang Insyaallah malam lailatul qaddar. Sumbangan yang berhasil digalang dalam satu malam tersebut mencapai 200 ribu Dollar, atau setara 2,7 Milyar Rupiah. Dana sebesar itu bisa digunakan untuk memenuhi biaya operasional masjid tersebut selama satu tahun kedepan.

Dari amatan saya, banyak kebijakan publik di Amerika juga telah mengakomodir hal-hal penting bagi Muslim. Di sini semakin banyak restoran halal.

Menariknya, banyak pula non-Muslim  yang makan di restoran halal ini. Alasan mereka selain enak, restoran halal menyajikan makanan yang sehat. Tentu alasan tersebut selain masalah rasa, juga terasa logis dan ilmiah, seperti ajaran islam itu sendiri. Demikianlah sekelumit pengalaman saya merasakan pengalaman Muslim di Amerika Serikat.*/Rustika Thamrin, Traveller, sedang berkunjung ke Amerika Serikat

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikanIftaarIslam di AmerikaMuslim Amerika
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Fatu Marando, Medan Dakwah Penuh Tantangan
Tulisan selanjutnya Nuruddin Zanki, Dengar Hadits Langsung Diamalkan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?