Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Ikhlaskan Niat Selamatkan Diri

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Oktober 2017 14:18 2:18 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Oktober 2017 14:18
Bagikan
Bagikan

IBARAT perjalanan, tidak selamanya yang dilewati itu jalan yang lurus. Di tengah jalan kadang ada belokan atau menanjak dan sedikit terjal.

Bahkan mungkin adakalanya  melewati tikungan tajam yang butuh konsentrasi dan kehati-hatian dalam berkendara.

Demikian pula seorang Mukmin dalam meniti satu kebaikan. Orang itu dituntut mampu mengemudi dan menata hatinya. Ada rambu-rambu yang harus awas diperhatikan mulai dari awal hingga akhir perbuatan. Apakah sudah sejalan dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya?

Bagaimana menata hati agar tidak mengembang sembari menganggap orang lain lebih kecil hanya karena ia sudah  berprestasi.

Karena amal yang diterima Allah sejatinya hanya yang memang diperuntukkan untuk-Nya semata.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk tubuh serta kemolekan wajahmu, tetapi Allah melihat keikhlasan hatimu.” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).

Baca: Beramal dengan Ikhlas Tanpa Syarat! 

Rasa bangga dan senang ketika bertabur pujian adalah rasa manusiawi yang kadang hadir dan dianggap wajar, tetapi menjaga hati adalah sesuatu yang mutlak.

Bercermin pada orang-orang shaleh terdahulu, sebisa mungkin mereka menyembunyikan amalan-amalan baiknya dari pandangan manusia agar terjaga keikhlasannya.

Jakfar ash-Shadiq berkata:  Mereka yang menyembunyikan amalan baiknya sebagaimana dia bersemangat menyembunyikan aib dan kekurangannya.

Jakfar juga pernah berpesan, tidak sempurna suatu amal baik kecuali dengan tiga perkara. Yakni menyegerakan, menganggapnya kecil dan menyembunyikannya.

Ikhlas adalah amalan yang diusahakan sekaligus pemberian dari Allah. Beruntunglah orang beriman yang setiap aktifitasnya bernilai ibadah dan bisa menjadi wasilah untuk mendekatkan diri kepada Allah, karena disertai dengan niat ikhlas.

Tersebab niat itu pula Allah menimbang amalan manusia, diterima atau tertolak kelak.

Baca: Mengikuti Jejak Ikhlas Para Nabi Allah

Al-Baidhawi  berkata: Amal ibadah tidak akan sah kecuali diiringi dengan niat. Karena niat tanpa amal diberi pahala, sedangkan amal tanpa niat adalah sia-sia.

Perumpamaan niat bagi amal itu seperti ruh  bagi jasad. Jasad tidak akan berfungsi jika tidak ada ruh dan ruh pun tidak akan tampak tanpa jasad.

Lebih jauh, Ibnu Hajar al-Atsqalani  menyebutkan dalam kitabnya ”Nashaihul Ibad” bahwa amal itu harus disertai dengan niat yang ikhlas. Tanpa niat yang ikhlas, amal seseorang tidak akan diterima meskipun banyak. Tapi dengan ikhlash, kendatipun sedikit akan besar timbangannya dihadapan Allah.

Terkadang ada sebagian orang mengatakan akan berinfak atau mendermakan hartanya ketika sudah merasa ikhlas, menghitung dan mengurangi kembali karena merasa belum ikhlas.

Padahal ikhlas itu tidak hadir serta merta tetapi  karena diusahakan dari awal yang dimulai dengan niat di hati, ketika menjalani proses dan sesudahnya.

Meminjam perkataan Salim A Fillah, bahwa menjadi ikhlas itu adalah runtutan perjalanan yang tak kenal henti dan terus mengaca diri serta berbenah hingga maut menjemput.

Kekhawatiran akan rasa ketidakikhlasan itu mestinya menambah semangat untuk berbuat lebih dan lebih baik lagi, karena keikhlasan itu adalah refleksi dari bersitan niat yang dapat diusahakan.

Firman Allah:

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاء وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

“Tidaklah mereka diperintahkan melainkan supaya mereka memurnikan peribadatan hanya kepada Allah semata, yaitu agamanya yang lurus. Supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, itulah agama yang lurus.” (QS: Al-Bayyinah: 5).

Terkait ayat di atas, Imam al-Qurthubi menyatakan wajibnya mengikhlaskan niat karena Allah dalam semua ibadah. Karena ini adalah amalan hati yang hanya ditujukan kepada Allah bukan kepada selainnya.

Baca: Dahulukan Ilmu Sebelum Amal 

Pahalamu sesuai dengan kadar lelahmu. Demikian pesan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam kepada Ummu al-Mukminan, Aisyah.

Bahwa sebaik apa pun dan sebanyak apa pun amal shaleh yang kita lakukan bila tidak diniatkan karena Allah maka hanya kerugian saja yang didapatkan nanti.

Seperti halnya orang yang berpuasa bukan karena Allah maka lapar dan haus saja yang bakal diterima orang tersebut.

Alih-alih mendapat untung berupa pahala berlipat, ia justru bisa celaka karena perbuatannya sendiri. Hati yang ikhlas adalah sebab diri bisa selamat.*/ Sholehah, Pengajar STIS Balikpapan, anggota komunitas menulis PENA

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:amalikhlasilmu
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Shell Akui soal Dukungannya atas LGBT
Tulisan selanjutnya Pengelolaan Teluk Jakarta, Anies: Tak Boleh atas Kepentingan Korporasi Tertentu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?