Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Arno: Berapa Lama Anda Berbohong Menyalahkan Rohingya, Jenderal Min Aung?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Oktober 2017 08:53 8:53 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Oktober 2017 08:45
Bagikan
Min Aung Hlaing dan Aung San Suu Kyi
Panglima Militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing bersama Aung San Suu Kyi
Bagikan

Hidayatullah.com– Organisasi Nasional Rohingya Arakan (ARNO) mengutup pernyataan ucapan Jenderal Min Aung Hlaing kepada Duta Besar Amerika Scot Marciel terbaru yang mengatakan etnis Rohingnya tak memiki akar dengan Myanmar dan kedatangannya dibawa penjajah.

Sebelum ini, tepat tanggal 11 Oktober Jenderal Min Aung Hlaing, Panglima Militer Myanmar, yang menjadi sasaran kecaman internasional menyatakan, “Rohingya adalah orang Bengali. Orang-orang Bengali tidak dibawa ke negara itu oleh Myanmar tapi oleh penjajah. Penjajah Inggris bertanggung jawab atas masalah tersebut. Tempat asal mereka benar-benar Bengal. Mereka mungkin telah melarikan diri ke negara lain (Bangladesh) dengan bahasa, ras dan budaya yang sama dengan mereka, dengan asumsi mereka akan lebih aman di sana. Mereka bukan penduduk asli dan catatan membuktikan bahwa mereka bahkan tidak disebut Rohingya tapi hanya orang Bengali selama masa penjajahan, ” tulisnya  seperti dikutip Reuters dari laman Facebook Marciel.

Panglima Myanmar ini mempergunakan istilah ‘Bengali’ untuk menyebut warga Rohingya, istilah ini  umumnya digunakan warga Myanmar untuk merendahkan etnis Rohingnya.

Baca: Min Aung Hlaing, Jagal Myanmar Penyulut Pembantaian di Rakhine

Dalam rilisnya terbaru yang diterima hidayatullah.com, Organisasi Nasional Rohingya Arakan (ARNO) menampik pernyataan Jenderal Min Aung Hlaing.

Menurut ARNO,  bukti sejarah atau pengamatan seorang dokter Skotlandia Francis Buchanan tahun 1795 membuktikan bahwa “… Mohammed, yang telah lama menetap di Arakan, dan yang menyebut diri mereka Rooinga atau penduduk asli Arakan”.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Mantan Pemimpin Sosial Demokrat Burma, Perdana Menteri U Nu telah mengakui Rohingya sebagai kelompok etnis Burma setara dengan semua etnis lain di negara ini. Selain itu, sebagai warga, etnis Rohingya memiliki hak yang diakui PBB untuk mengidentifikasi diri,” tulis ARNO.

ARNO mengingatkan pemimpin sipil dan militer Myanmar bahwa sejarah Arakan seharusnya dipelajari jika ingin tulus mengetahui keberadaan sejarah etni Rohingya.

Bangsa Arakan adalah sebuah negara merdeka selama berabad-abad yang memiliki hubungan luas dengan Bengal (tidak dengan Burma) di semua bidang, kegiatan politik, etnologi, budaya dan ekonomi. Mereka adalah orang-orang Muslim yang memberikan kontribusi luar biasa terhadap perkembangan Arakan, dengan peradaban luhur mereka, menuju kemajuan administrasi, sastra, pertanian dan kegiatan ekonomi.

“Kami menekankan bahwa orang-orang kuno Arakan adalah orang Bengali dari India dan bahasa yang digunakannya tidak berhubungan dengan Rakhine saat ini, yang telah banyak dimigrasikan dalam bahasa, budaya dan gaya hidup. Disini akar penyebab masalahnya di Arakan adalah aneksasi Burma itu. Itulah sebabnya profesor Peraih Nobel Amartya Sen mengatakan, “Rohingya tidak datang ke Burma. Tapi Burma sampai ke Rohingya,” tulis ARNO.

Baca: Kejamnya Militer Myanmar, Pasang Ranjau Darat untuk Warga Rohingya

‘Kami mengulangi bahwa Arakan adalah tanah air leluhur kami, di mana pemerintahan dan pengaruh Muslim berlangsung selama berabad-abad terutama selama periode mulia Dinasti Mrauk-U (1430-1784).”

Selanjutnya, ARNO memberikan beberapa fakta baru terkait Arakan.

-Arakan hampir diperintah oleh umat Islam dari tahun 1430 sampai 1531. (Pernyataan Kolonel Ba Shin, Ketua Komisi Sejarah Burma)

-Islam menyebar dan berakar kuat di Arakan sejak abad ke-8 dari tempat ia menyebar ke pedalaman Burma “. (Sasana Ronwas Htunzepho, buku yang diterbitkan oleh rezim militer tahun 1997)

-Dinasti Mrauk adalah zaman keemasan baru dan kemakmuran dimana Istana Buddha-Islam, memadukan tradisi dari Persia dan India serta dunia Buddhis ke timur.

-Etika dan tata krama Muslim, sistem administrasi yang mengkopi istana Kekaisaran Delhi dan Guar telah dipraktekkan. Taslim atau salam Muslim biasa dilakukan di Istana Raja.

-Muslim memainkan peraturan fenomenal pembuat raja dengan Perdana Menteri Muslim, Lashkar Wizirs (Menteri Pertahanan / Perang),  termasuk menteri, qadhi, administrator lain dan kontingen besar tentara Muslim.

-Raja-raja Burma tanpa sengaja dan juga secara sukarela mengadopsi nama dan gelar Muslim “Shah” “di samping nama dan judul Pali. Raja-raja Mrauk-U muncul dalam pakaian yang terinspirasi Persia dan topi kerucut Isfahan dan Mughal Delhi.

-Anggota keluarga kerajaan dan kelas orang yang menikmati status intelektual atau sosial atau ekonomi yang superior juga dengan sukarela mengadopsi nama-nama Muslim.

-Pengadilan Muslim Qazi telah didirikan di seluruh Kerajaan Arakan.

-Bahasa Persia dan Bahasa Bengali dilindungi dan digunakan sebagai bahasa resmi dan pengadilan Arakan.

Baca: Dulu Arakan Bagian Terpisah dari Myanmar

-Koin dan medali yang menuliskan kalima (pernyataan iman dalam Islam) dalam naskah Bahasa Persia dan Arab telah lama dicetak.

-Orang-orang telah lama mengikuti tradisi Muslim di rumah. Wanita Buddhis pada masa itu mempraktekkan purda (petutup muka).

-Karya pendakwah Muslim mencapai titik tertinggi. Orang-orang masuk Islam dalam kelompok-kelompok.

-Muslim mengendalikan perdagangan dan bisnis. Mereka adalah kekuatan utama pertanian Burma.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ARNOasli ArakanAung San Suu KyiBangladeshBengaliburmaDubes Amerikaetnis Muslim RohingyaIslam di ArakanJenderal Min Aung HlaingKekerasan RohingyaKerjaaan Arakanmiliter MyanmarMin Aung HlaingmyanmarOrganisasi Nasional Rohingya ArakanPerdana Menteri U NuRakhineranjauRanjau DaratRohingyaRooingaScot Marciel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sabah Larang 22 Ajaran Menyimpang termasuk Tariqah Hasaniah
Tulisan selanjutnya Ketua Rabithah ‘Alam Islami dan Presiden Singapura Bahas Toleransi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?