Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Wapres JK Tersinggung Ucapan Mahathir Menghubungkan Keturunan Bugis dengan Bajak Laut

Ahmad
Terakhir diupdate: 23 Oktober 2017 07:54 7:54 am
Ahmad
Dipublikasikan 23 Oktober 2017 07:54
Bagikan
Jusuf Kalla, Wakil Presiden yang juga Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI).
Bagikan

Hidayatullah.com–Wakil Presiden Indonesia M Jusuf Kalla mengakui dipermalukan oleh pernyataan mantan Perdana Menteri Malaysia Tun Dr Mahathir Mohamad yang menggambarkan Bugis sebagai bajak laut, kutip Harian Bernama.

Pernyataan Jusuf Kalla dikutip Wakil Perdana Menteri Malaysia Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid saat perasaan kekecewaan tersebut diungkapkan secara pribadi ketika mereka berdua bertemu dalam sebuah diskusi informal di KTT  Developing-8 (D-8) di Turki yang berakhir tanggal 20 Oktober 2017.

“Sebagai Wakil Presiden Indonesia Bugis, dia sangat tersinggung oleh sebuah ungkapan yang tampaknya telah menghina keturunan Bugis bahkan di tempat mereka berada di Malaysia atau di Sulawesi (Indonesia),” katanya kepada media Malaysia hari Ahas, 21 Oktober.

Baca: Sebut Komunitas Bugis Bajak Laut, Mahathir Dituntut Minta Maaf

Zahid, yang saat ini berada di Turki untuk memimpin delegasi Malaysia di puncak KTT D-8, mengatakan bahwa istilah “bajak laut” yang digunakan oleh Mahathir tidak pantas, karena sejarah telah membuktikan beberapa pejuang Melayu yang menjaga kedamaian di kepulauan juga berasal dari keturunan Bugis.

Dia melanjutkan, sebenarnya, masyarakat Bugis dengan sengaja diberi label sebagai ”bajak laut” oleh para penjajah untuk mengecilkan kontribusi dan peran pejuang Melayu dalam memerangi kolonialisme.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

”Jadi siapa pun yang menamai Bugis sebagai bajak laut, mereka melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan penjajah dulu, pandangan salah mereka tidak berjauhan,” kata Zahid seperti dikutip dari Free Malaysia Today, Minggu (22/10/2017).

Baca: Kompetensi Ulama Bugis: Antara Ilmu dan Adab

Zahid, yang juga Menteri Dalam Negeri Malaysia, mengatakan pihak berwenang telah menerima banyak laporan dari individu dan asosiasi yang mendesak agar diambil tindakan atas masalah tersebut. ”Polisi akan memeriksa semua laporan yang dibuat oleh mereka (masyarakat pelapor),” ujarnya.

Beberapa pihak yang mewakili komunitas Bugis di Malaysia sebelumnya meminta Mahathir secara terbuka meminta maaf karena telah membuat pernyataan tersebut.

Mahathir, dalam sebuah pertemuan yang dihadiri oleh pemimpin oposisi di Petaling Jaya pada 14 Oktober, diduga menggambarkan Perdana Menteri Najib Razak sebagai keturunan bajak laut Bugis.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bajak LautBugisKomunitas BugisM Jusuf KallahMahathir MohammadMalaysiaNajib Tun RazakPemilu MalaysiarasialSARAWapres Jusuf Kalla
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bahrain Beli F-16 dari Amerika Senilai 50 T
Tulisan selanjutnya Selain Sembako untuk Rohingya, DPU DT akan Bangunkan Masjid

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat

Berita
3 September 2026 14:11
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?