Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Wawancara

Muhammadiyah: “Jangan Jadikan Stigma Wahabi sebagai Komoditas Politik”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 31 Oktober 2017 14:56 2:56 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Oktober 2017 14:14
Bagikan
KH Fathurrahman Kamal: Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah
Bagikan

KASUS intoleran makin massif terjadi. Belum lama ini, salah satu organisasi Islam terbesar dan tertua di Indonesia, Muhammadiyah menjadi korban. 

Balai pengajian dan tiang awal pembangunan Masjid At Taqwa milik Muhammadiyah Desa Sangso, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen Selasa (17/10/2017) sekitar pukul 20.00 WIB mengalami gangguan. Tiang-tiang cakar ayam pembangunan masjid dibakar sekelompok massa. Padahal, menurut PP Muhammadiyah, balai pengajian itu sendiri sudah bertahun-tahun dipergunakan untuk kegiatan pengajian warga Muhammadiyah.

Sebulan sebelumnya,  acara Daurah Tahfidzul Qur’an, program menghafal al-Quran dua bulan dengan target hafal 30 juzyang diadakan Ittihadul Ma’ahid Muhammadiyah (ITMAM/Persatuan Pondok Pesantren Muhammadiyah) di  Karimunjawa, Jepara dihalang-halangi dan hendak dibubarkan kelompok tertentu dengan mempermasalahkan  Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Dalam banyak kasus, alasannya sama, stigma wahabi, yang kerap dipolitisasi untuk menghalangi kegiatan dakwah dan tempat ibadah orang lain.

Menanggapi musibah dan fintah ini, Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan pernyataan resmi. Dalam sikap yang ditandatangani Ketua PP Muhammadiyah, Dr. H. M. Busyro Muqoddas, SH., M.Hum Muhamamdiyah mengajak kepada seluruh komponen bangsa untuk tidak mudah memfitnah dan menuduh pihak lain yang tidak sesuai dengan faham keagamaannya dengan stigma  wahabi yang dapat menyebabkan dan menjadi sumber konflik dalam masyarakat.

Menindaklanjuti peristiwa ini, redaksi mewawancarai Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah KH Fathurrahman Kamal, Lc, Msi yang juga pengasuh di Pondok Pesantren Budi Mulia Yogjakarta. Inilah petikan wawancaranya.

Baca Juga

Pengamat Politik Internasional UI Sofwan Al-Banna Menampik Adanya Hubungan Kuat Hamas dengan Syiah
Kisah Hafizh Belajar Menghafal Qur’an: “Pahitnya” Bambu, Manisnya Pisang Goreng [2]
Kisah Hafizh Belajar Menghafal: Al-Qur’an Dieja Pakai Bahasa Latin [1]
Sinyo Egie, Pendiri Peduli Sahabat:  Pelaku LGBT Harus Punya Niat dan Keinginan Sembuh
Kisah Ustadz Hasan Ibrahim Bergabung Hidayatullah: Masuk Hutan, Batalkan Kuliah Madinah

Bagaimana tanggapan Anda soal kasus Masjid At-Taqwa Bireun Aceh beberapa waktu lalu?

Kami sangat prihatin dan menyesalkan peristiwa tersebut. Dalam suasana umat Islam harus bergandengan tangan menghadapi tantangan yang semakin kompleks, dan seringkali dalam ketidakpastian, justru ada peristiwa ini. Kasus ini menjadi catatan buruk yang sedikit tidaknya menguras energi dan pikiran kita dalam mengarahkan umat kepada kehidupan yang penuh damai dan toleran dalam kemajemukan di republik ini.

Dalam suasana kita menampilkan wajah Islam yang ramah ini, peristiwa tersebut justeru menjadi semacam anomali, dan bahkan paradoks. Segenap elit dan pimpinan umat, termasuk pemerintah harus memperhatikan masalah ini. Ini persoalan serius dalam relasi intra umat.

Baca: Muhammadiyah Akui Isu Wahabi Digunakan Mendeskreditkan Kelompok Lain

Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menyampaikan sikap resminya terkait kasus pembakaraan pembangunan Masjid At-Taqwa. Sesuai dengan informasi dan lporan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh, PDM Bireun dan PCM Samalanga dapat dipercaya bahwa telah terjadi pembakaran, dan karenanya dilaporkan kepada pihak berwajib. Selanjutnya kami berharap agar pihak Kepolisian segera melakukan penyelidikan dan pengusutan secara tuntas sampai menindak pelaku dan aktor intelektualnya sesuai dengan hukum yang berlaku. (Selanjutnya dapat dibaca, Pernyataan Sikap Pimpinan Pusat Muhammadiyah No. 26/PER/I.O/B/2017)

Kapan Muhammadiyah masuk di Aceh? Apa selama ini ada masalah dengan Muhammadiyah di Aceh?

Penuturan dari para sesepuh kita di Aceh, sejak 1930-an Muhammadiyah telah mengembangkan dakwahnya di sana. Sebagaimana gerakan Muhammadiyah pada umumnya, di sana terdapat amal usaha pendidikan dan lain-lain, yang semuanya itu didedikasikan untuk kemajuan masyarakat setempat.

Dalam masyarakat yang plural, tentu tak dapat dihindari adanya perbedaan-perbedaan tertentu yang terukur di internal umat Islam. Informasi yang kami dapatkan dari teman-teman di lapangan, adanya kesenjangan komunikasi dan salah persepsi tentang hakekat dan jati diri Muhammadiyah. Misalnya,  ada pihak-pihak tertentu menuduh Muhammadiyah dengan stigma wahabi. Padahal, kemiripan tertentu secara amaliah antara Muhammadiyah dengan kelompok lain tak bisa jadi pembenaran atas isu tersebut.

Bagaimana dakwah Muhammadiyah di Aceh, apakah sering menyinggung persoalan furu’iyah dan menyalahkan Aswaja?

Ketika bersilaturahim kepada jajaran pengurus Muhammadiyah di berbagai wilayah dan daerah, terkhusus lagi kepada para muballigh Muhammadiyah selalu saya tegaskan kepribadian Muhammadiyah yang berjuang menegakkan perdmaian dan kesejahteraan; memperbanyak kawan dan merawat ukhuwah Islamiyah. Yang terpenting berlapang dada serta luas pandangan dalam menyikapi berbagai perbedaan pandangan.

Baca: Arif dalam Perbedaan

Membenturkan umat dengan perkara-perkara furu’iyah, apalagi sampai “menyalah”kan pihak lain, bukanlah karakter muballigh Muhammadiyah.

Tebarkan rahmat. Dai bukanlah seorang hakim yang bekerja semata dengan palu vonis yang serampangan. Dai berkewajiban untuk melakukan perubahan, bukan semata bereaksi terhadap kemungkaran yang ada. Harus menawarkan solusi operasional dan alternatif bagi umat. Ini semua menuntut seorang dai untuk terus meningkatkan kapasitas intelektual, emosi, dan spiritualnya. Cintai dan rahmati umat ini, sebab umat ini adalah jasadmu sendiri!.

Ada pihak-pihak yang menolak adanya pembakaran masjid milik Muhammadiyah?

Fakta di lapangan terjadi pembakaran, terdapat balai pengajian, dan balai itu juga yang kebetulan dijadikan sebagai tempat istirahat tukang yang sedang mengerjakan pembangunan masjid, tiang-tiang masjid juga dibakar. Benar bahwa yang dibakar bukanlah masjid yang telah sempurna bangunannya, namun pembangunan masjid yang sedang dikerjakan.>>> klik (BERSAMBUNG) ‘persatuan umat Islam yang menjadi momok sangat menakutkan’…

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
TAG:barisan islamBusyro Muqoddasfuru'iyahintoleranintoleransiKerukunan Umat BeragamaKetua PP Muhammadiyahlokasi pengajian dibakarMasjid At-Taqwa Muhammadiyahmasjid dibakarmasjid MuhammadiyahMuhammadiyahpembakaran masjidpersatuanpersatuan umatPP MuhammadiyahUkhuwahukhuwah Islamiyahummatwahabi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya GNPF Ulama Dukung Gubernur Anies Tutup Alexis
Tulisan selanjutnya Dukung Penutupan Alexis, MUI Berharap Semua Bisnis Prostitusi Ditutup

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Wawancara

Pakar Anti Feminisme Dr Norsaleha Mohd Salleh: Liberalisme dan Feminisme Itu Satu Paket

24 Juli 2021 17:03
baitul maqdis
Wawancara

Dr. Khalid el-Awaisi: “Kini Banyak Orang Islam Berhati Zionis”

11 Juni 2021 09:55
Masjid Al-Aqsha
Wawancara

Akademisi Gaza: “Dihujani Berton-ton Bom, Kami akan Tetap Bersandar pada Allah untuk Perjuangkan Masjid Al-Aqsha”

22 Mei 2021 10:45
Wawancara

Ahmad Sarwat: Salafi Termasuk Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah

15 April 2021 11:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?