Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Taman Bermain Ali Baba Dianggap Bukti Islamisasi Jerman

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 November 2017 11:13 11:13 am
Ama Farah
Dipublikasikan 5 November 2017 11:13
Bagikan
Taman bermain Ali Baba dan 40 Penyamun di Neukölln, Berlin.
Bagikan

Hidayatullah.com—Taman bermain bertema “Ali Baba dan 40 Penyamun” yang sedang dibangun di distrik Neukölln, Berlin, mengundang kontroversi, yang mana sebagian kalangan melihatnya sebagai bukti islamisasi Jerman.

Sebuah masjid kayu, atau istana, dihiasi dengan bulan sabit di atasnya, berdiri di tanah berpasir. Menara-menara kecil berwarna biru menjulang di sisinya. Tampak pula pohon-pohon palem dan hewan unta di sekitarnya.

Pemandangan itu diciptakan untuk menghadirkan imajinasi seperti digambarkan dalam buku cerita anak dan film semacam “Aladdin.”

Bagi sebagian orang, tempat itu semata-mata lokasi di mana anak-anak dapat bermain di dunia fantasi. Akan tetapi, bagi sebagian lain itu merupakan bukti islamisasi yang merambah Jerman, lapor Deutsche Welle Sabtu (4/11/2017).

“Taman bermain dilengkapi masjid – islamisasi sedang melaju!” tulis Carsten Ubbelohde, politisi di Berlin yang bergabung dengan partai rasis AfD, di akun Twitter.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Neukölln: taman bermain dengan masjid mini. Indoktrinasi telah terjadi di kalangan usia dini. Kasihan Jerman. Rakyat layak untuk marah,” kata pemilik akun @anna_lina.

Bagi sebagian orang lainnya, perdebatan soal taman bermain itu merupakan kebodohan dan tanda kebencian terhadap Muslim.

“Saya pasti memiliki masa kanak-kanak yang hebat, saya teringat Aladdin ketika melihat taman bermain ini. Sayang sekali tidak semua orang melihatnya demikian,” kata Roman Francesco lewat Twitter.

“Jika orang-orang di AfD sudah sebegitu hebohnya soal taman bermain di Neukölln, kepala mereka bakalan meletus dalam waktu dua pekan.- lalu tampak bulan sabit di atas langit Berlin!” sindir Stefan Heinrich dengan nada bercanda, merujuk bulan purnama yang sedang tampak di Berlin.

Taman bermain itu belum akan rampung akhir tahun ini, tetapi wali kota Neukölln melihat diskusi yang merebak sudah keterlaluan dan tidak masuk akal.

Wali Kota Franziska Giffey mengatakan kepada koran Berliner Morgenpost bahwa taman-taman bermain lain di distrik itu sudah lebih dulu dibangun berdasarkan tema dari cerita dongeng, seperti “Captain Bluebear” serta “Putri Salju dan Tujuh Kurcaci.”

Keputusan untuk membuat taman bermain dengan tema “Ali Baba dan 40 Penyamun” dibuat bersama dengan pengurus dua taman kanak-kanak setempat, yang salah satunya memiliki nama sama, kata Giffey.

Kepala sekolah TK Ali Baba dan 40 Penyamun, Guldan Yilmaz asal Turki, mengaku terkejut dengan tanggapan dari sebagian orang terhadap taman bermain itu.

“Ketika saya melihat kubah, saya senang seperti anak kecil. Saya tidak akan pernah berpikir bentuk itu berkaitan dengan masjid,” katanya kepada Berliner Morgenpost. “Orang seharusnya tidak menjadikan mainan sebagai politik.”

Sampai saat ini, anak-anak belum perhatian terhadap taman bermain yang baru itu. Mereka hanya bahagia mengetahui akan ada taman baru menggantikan tempat bermain lama yang sudah rusak.

Kebanyakan penduduk setempat juga tidak meributkan taman bermain tersebut, lapor Deutsche Welle.

“Bulan sabit tidak mengusik saya, jika memang cocok dengan tema Aladdin,” kata Mechtild Weinmann kepada T-online.

Warga setempat lainnya, Juliana Naumann, mengatakan tempat bermain itu “cantik.”

“Bulan sabitnya cocok. Banyak orang yang tinggal di sekitar sini punya latar belakang Muslim,” ujarnya.

Serkan Korkmaz, asal Turki, memiliki pendapat bertentangan.

“Di satu sisi saya melihatnya bagus bahwa kebudayaan lain juga terwakili di sini. Di sisi lain, hal itu memprovokasi orang-orang yang melihat bulan sabit sebagai tanda islamisasi. Mungkin seseorang harus memperhatikan masalah itu,” katanya kepada T-online.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Palang Merah Minta Maaf Dana Ebola $5 Juta Dikorupsi
Tulisan selanjutnya Dubes Palestina: Sudah Lama Indonesia Dukung Penyetopan Penjajahan Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Berita
13 Juli 2026 18:00
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?