Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Kebaikan Tak Mengenal Usia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 6 November 2017 09:49 9:49 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 November 2017 10:45
Bagikan
Kakek asal Jepang, lulus sarjana diusia 96 tahun. Bila diberi umur sampai 100 tahun, ia berencana melanjutkan S2
Bagikan

TIDAK ada kata terlambat untuk berbuat kebaikan. Menuntut ilmu misalnya, ada kata mutiara: “Tuntutlah ilmu dari buaian sampai liang lahat.” Meskipun ada juga kata mutiara lain, “Belajar di usia belia bagaikan mengukir di atas batu, sedangkan di usia tua bagai mengukir di atas air,” itu sama sekali tidak menutup peluang usia tua untuk berkontribusi dalam kebaikan.

Ada banyak contoh dalam sejarah yang menunjukkan orang baru mulai berbuat kebaikan ketika usianya sudah tidak lagi muda. Musa bin Nushair, panglima yang ditugasi membebaskan Andalusia, pada waktu penaklukan Spanyol, usianya sudah 72 tahun; Yusuf bin Tasyfin panglima terkenal dari Daulah Murabithun, baru disiplin dengan agama Islam ketika usianya 46 tahun (Raghib As-Sirjani, Kaifa Tushbihu ‘Aliman, 202) Kedua pahlawan ini adalah contoh orang-orang brilian yang baru memulai kontribusi besar kebaikannya ketika sudah berusia tua.

Jauh sebelum itu, ada sosok panglima besar bernama Khalid bin Walid RA. yang baru masuk Islam ketika usianya 47 tahun. Rekannya, Amru bin Ash juga masuk Islam pada usia 57 tahun. Meski masuk Islam di usia yang tak lagi muda, namun gelora mereka adalah gelora para pemuda. Khalid bin Walid yang berjuluk Saifullah Maslul (Pedang Allah yang Terhunus), dalam setiap pertempuran tidak pernah mengalami kekalahan, dan bisa membebaskan Persia dan Negeri Syam di usianya yang semakin senja. Demikian juga Amru bin Ash RA. Sejarah mencatat beliau sebagai sahabat yang berjasa besar dalam membebaskan Mesir dari cengkraman Romawi.

Lebih dari itu, Imam Ibnu Jauzi juga bisa dijadikan teladan. Seorang ulama besar dan terkenal dari madzhab Hanbali ini baru menyempurnakan 10 macam bacaan al-Qur`an kepada para Syekh di kala usianya sudah melebihi 80 tahun. Mengenai hal ini, Syekh Islam Ibnu Taimiyah pernah berujar, “Tidak ada seorang pun yang aku ketehui mengarang buku seperti dirinya. Pada setiap cabang ilmu, ada karangannya. Tapi, ada satu cabang yang belum dikuasai sejak mudanya dan baru ditekuni ketika usianya lebih dari 80 tahun, yaitu Ilmu Qiraat.”

Baca: Mengapa Belajar di Usia Tua Sulit?

Contoh-contoh yang disebutkan tadi berasal dari masa lalu. Dari masa sekarang pun ada banyak inspirasi yang bisa dijadikan pelajaran bahwa usia tua tidak menghalangi diri untuk berbuat kebaikan. Lebih sepesifik, contoh berikut adalah tentang orang-orang yang baru menghafal al-Qur`an di usianya yang tak lagi muda.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Pertama, Muhammad Abdul Quddus. Seorang kakek berusia 55 tahun berhasil menghafal al-Qur`an di Jedah. Meskipun ia adalah perantau, di usianya yang ke 55 bertekad kuat untuk menghafalkan al-Qur`an. Dirinya tidak mau kalah dengan para pemuda. Ia mengikuti halaqah Syekh Muhammad Syabih Habib, seorang guru di Jam’iyyah Qur’an Karim (Asosiasi Al-Qur`an al-Karim) di Jeddah.

Hasilnya sungguh fantastis, dua tahun kemudian, beliau tercatat sebagai penghafal al-Qur`an. Lebih dari itu, predikat yang didapatkannya adalah mumtaz (excellent).

Kedua, Muhammad bin Abdullah Musa. Kakek asal Jedah ini baru hafal al-Qur`an ketika usianya sudah 70 tahun. Keberhasilannya menghapal al-Qur`an di usia senja. Ia membuktikan bahwa pepatah yang mengatakan, “Belajar di masa tua, bagai mengukir di atas batu,” tidak sepenuhnya benar.

Ketiga,  lebih mengharukan, ada seorang nenek yang buta huruf bisa menghafal al-Qur`an di atas usia 70 tahun. Nenek yang memiliki nama Ummu Thaha ini tidak mau menyerah dengan kondisi yang ada. Semangat belajarnya begitu luar biasa. Makanya, tidak heran jika pada akhirnya nenek yang tinggal di Zarqa (Yordania) dan berprofesi sebagai tukang jahit ini mampu menghafal al-Qur`an di usia udzur.

Keempat, ada sosok nenek yang baru hafal al-Qur`an ketika berusia 80 tahun. Nenek yang bernama Ummu Shalih ini, membuktikan bahwa usia bukanlah menjadi penghalang untuk menghafal al-Qur`an. Kiikutsertaannya dalam menghafal al-Qur`an diawali dengan mengikuti tahsin (perbaikan pelafalan al-Qur`an) di usia 70 tahun. Dengan tekad baja, dan ketekunan tiada lelah, beliau berhasil menghafal al-Qur`an ketika sudah menginjak usia 80 tahun.

Baca: Ulama Besar yang Menuntut Ilmu Saat Berumur 70

Kelima, yang lebih fenomenal adalah Ummu Thalal Al-Muthari. Seorang nenek dari Saudi Arabia yang butah huruf. Tapi, tekadnya yang sungguh luar biasa membuatnya hafal al-Qur`an di usianya yang ke 86 tahun (Salafuddin Abu Sayyid, Balita pun Hafal Al-Qur`an, 112-139).

Beberapa contoh di atas bisa diambil pelajaran baik bagi para pemuda maupun orang yang sudah tua. Bagi pemuda, manfaatkanlah waktu potensialmu untuk kegiatan-kegiatan yang bermanfaat seperti menuntut ilmu, menghafal al-Qur`an dan lain-lain. Jangan sampai usia muda disia-siakan, apalagi sampai kalah dengan yang berusia senja. Adapun bagi yang sudah tua, tidak ada istilah terlambat. Contoh di atas adalah bukti konkret bahwa usia bukanlah pantangan untuk berbuat kebaikan.

Sebagai penutup, sabda nabi berikut bisa direnungi:

إِنْ قَامَتِ السَّاعَةُ وَ فِي يَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيْلَةٌ فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ لاَ تَقُوْمَ حَتَّى يَغْرِسَهَا فَلْيَغْرِسْهَا

“Sekiranya hari kiamat hendak terjadi, sedangkan di tangan salah seorang di antara kalian ada bibit kurma maka apabila dia mampu menanam sebelum terjadi kiamat maka hendaklah dia menanamnya.” (HR. Bukhari, Ahmad) Hadits ini secara jelas menunjukkan bahwa kebaikan dilakukan tidaklah mengenal usia. Selagi sempat, maka teruslah berbuat, walau sebentarlagi kiamat. Wallahu a’lam.*/Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:belajarbeliakebaikanmanfaatkanlah waktumenghafal al-Quranmenuntut ilmuMuhammad Abdul QuddusudzurUmmu Thalal Al-Muthariusia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menteri Paling Senior Inggris Bantah Ada Pornografi di Komputernya
Tulisan selanjutnya Pimpinan MPR: Pemasukan Pajak dari Alexis Tidak Berkah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?