Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Kecoa Bisa Menyebabkan Asma

Ahmad
Terakhir diupdate: 14 Juni 2011 16:46 4:46 pm
Ahmad
Dipublikasikan 14 Juni 2011 16:46
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Kecoa telah diidentifikasi sebagai faktor penyebab munculnya jumlah penderita asma di kalangan anak-anak di berbagai permukiman di New York City.

Di beberapa permukiman, 19 persen –hampir satu dalam lima– anak menderita asma, sementara di permukiman lain angka tersebut bisa berjumlah tiga persen.

Lalulintas yang padat, pembakaran industri, dan sumber lain polusi di luar rumah, semuanya, telah dituding sebagai penyebab penyakit gangguan pernafasan itu pada masa lalu.

Namun para peneliti di Columbia University sekarang telah mendapati anak-anak yang tinggal di permukiman dengan angka penderita asma yang tinggi dua kali lebih mungkin memiliki anti-bodi terhadap protein kecoa di dalam darah mereka, suatu tanda bahwa anak-anak telah terpajan terhadap serangga tersebut dan diduga alergi terhadap hewan itu.

Selain itu, rumah di permukiman yang memiliki penderita asma, memiliki lebih banyak penyebab alergi yang dihasilkan oleh kecoa pada debu rumah tangga.

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

Studi tersebut memberi “bukti lebih jauh bahwa pajanan terhadap kecoa adalah bagian dari cerita itu”, kata penulis studi tersebut Matthew Perzanoweski, sebagaimana dikutip Reuters Life!, yang dimuat Antara, Selasa (14/6).

“Penyebab alergi kecoa benar-benar dapat menjadi penyebab perbedaan prevalensi asma, bahkan di lingkungan kota seperti New York City,” katanya.

Untuk studi tersebut, yang disiarkan di Journal of Allergy and Clinical Immunology, Perzanowski dan timnya mengunjungi rumah 239 anak yang berusia tujuh dan delapan tahun. Separuh dari mereka tinggal di daerah yang memiliki angka tinggi penderita asma.

Penelitian sebelumnya telah mengaitkan kemiskinan dengan peningkatan penderita asma di kalangan anak kecil, tapi untuk menghilangkan pengaruh penghasilan atau hasil itu, para penulis hanya memasukkan keluarga dengan rencana asuransi kesehatan dengan penghasilan menengah. Tujuannya ialah untuk memastikan mereka memiliki penghasilan yang sama dan akses ke perawatan kesehatan.

Lebih separuh dari anak tersebut sudah menderita asma.

Selama kunjungan tersebut, para peneliti itu mengumpulkan debu dari tempat tidur anak-anak, lalu mengambil contoh darah untuk meneliti antibodi terhadap beragam penyebab alergi yang berkaitan dengan asma –termasuk anjing, kucing, tikus, kutu debu dan protein kecoa.

Hampir 1 dari 4 anak di berbagai permukiman yang memiliki penderita asma tampaknya alergi terhadap kecoa, dibandingkan dengan 1 dari 10 anak yang tinggal di berbagai daerah tempat asma tak umum ditemukan.

Kecoa meninggalkan protein yang dihirup orang dan menjadi sumber alergi, yang pada gilirannya meningkatkan kemungkinan mereka akan menderita asma, kata Perzanowski.

Rumah di permukiman dengan angka tinggi penderita asma juga memiliki konsentrasi lebih tinggi bahan penyebab alergi kecoa, serta penyebab alergi yang berkaitan dengan tikus dan kucing.

Selain itu, anak-anak yang alergi terhadap kecoa dan tikus lebih mungkin untuk menderita asma, kata Joanne Sordillo dari Channing Laboratory of Brigham and Women`s Hospital, Boston. Ia mengkaji semua temuan tersebut buat Reuters Health.

“Pajanan terhadap penyebab alergi tikus atau kecoa mungkin meningkatkan resiko alergi, yang pada gilirannya berkaitan dengan pengembangan asma pada anak-anak,” katanya.

Kendati kepekaan protein kecoa lebih umum ditemukan pada anak-anak di lingkungan yang memiliki banyak penderita asma, secara keseluruhan, anak-anak yang alergi terhadap debu dan kucing lebih mungkin untuk menderita asma.

Perzanowski mengatakan, masalah kepemilikan kucing agak lebih suram. Sebagian penelitian sebelumnya telah mendapati anak-anak yang tinggal di rumah yang memiliki kucing lebih mungkin untuk memiliki alergi, tapi di dalam studi itu, memiliki kucing tak membuat anak kecil mudah terserang asma.

“Itu rumit. Menghindari kucing tampaknya tak mengurangi resiko orang terserang asma,” katanya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Italia Janji Jegal Palestina di PBB
Tulisan selanjutnya Dicopot Fatah, Dahlan Bersuara di Facebook

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi

Berita
21 Juli 2026 19:08
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Kesehatan

Studi: Setiap Batang Rokok Merampas 20 Menit Kehidupan Perokok

5 Januari 2025 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?