Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jenderal Uni Emirat Arab Ingin TV Aljazeera Dibom

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 November 2017 10:08 10:08 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 November 2017 10:03
Bagikan
Kepada keamanan Dubai,  UEA,  Letnan Jenderal Dhahi Khalfan
Bagikan

Hidayatullah.com— Seorang pejabat keamanan senior di Uni Emirat Arab (UEA) telah memicu kemarahan publik setelah menyerukan pemboman stasiun TV Aljazeera, jaringan media berbasis di Qatar.

Kepada keamanan Dubai,  UEA,  Letnan Jenderal Dhahi Khalfan meminta agar stasiun  Aljazeera  dilenyapkan.

Dalam serangkaian posting di Twitter pada hari Jumat, Letjen  Dhahi Khalfan melancarkan serangan pedas terhadap stasiun Aljazeera, dan menuduhnya memprovokasi serangan bom dan senjata di sebuah masjid di Semenanjung Sinai di Mesir pada hari sebelumnya.

“Sekutu (Saudi cs) seharusnya mengebom mesin pencetak terorisme, kanal DAESH (ISIS), Al Qaeda, dan Front Al Nusra. Yakni, Aljazeera, si teroris,’’ terang tokoh 66 tahun tersebut dalam akun twitternya @Dhahi_Khalfan, sebagaimana dikutip Aljazeera Sabtu (25/11/2017).

Baca:    Bush Pernah Anggap Kehadiran Aljazeera Melawan Kebijakan Amerika

Tamim yang merupakan mantan kepala Kepolisian Dubai menyampaikan imbauan tersebut via Twitter. Di media sosial itu dia punya 2,42 juta follower.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam salah satu di antara serangkaian cuitannya Jumat itu, Tamim menyebut Aljazeera sebagai provokator. Gara-gara media internasional yang berbasis di Qatar itulah, menurut dia, kelompok Islam radikal melancarkan serangan mematikan di Semenanjung Sinai.

Serangan setelah salat Jumat di Masjid Al-Rawda di Kota Bir al-Abed, Provinsi Sinai Utara, Mesir, itu menewaskan sekitar 305 orang.

’’Sampai kapan mereka (Aljazeera) akan terus mempermainkan keamanan di Mesir dan dunia Arab?’’ ungkap Tamim.

Baca: Israel Dukung Penutupan Kantor Media Aljazeera

Dia lantas mengunggah logo Aljazeera dengan latar belakang foto Abu Bakr al-Baghdadi, pentolan ISIS di Iraq beserta Osama bin Laden (Usamah bin Ladin), Hassan Nasrallah (tokoh Syiah Lebanon), dan Syeikh Yusuf al-Qaradhawi.

Pada hari yang sama, Aljazeera merespons imbauan Tamim tersebut. Media bermarkas di Doha ini telah menjawab dengan mengatakan bahwa Khalfanla yang menghasut terorisme, dan mengatakan bahwa dia akan bertanggung jawab atas serangan terhadap wartawannya.

“UEA perlu merespon. Khalfan bukan hanya warga UEA (Uni Emirat Arab) tapi seorang pejabat di pemerintah UEA. Dia menggunakan saat kemarahan dan kesedihan atas serangan mengerikan di Sinai untuk memicu kebenciannya terhadap Aljazeera,” kata Yaser Abuhilalah, managing director Aljazeera Arabic .

“Apa yang Dhahi Khalfan lakukan adalah hasutan terorisme. Terorisme tidak hanya terbatas pada melakukan kejahatan, tapi juga tindakan atau pernyataan yang membuka jalan bagi tindakan teroris atau menghasutnya, dan hasutan terhadap terorisme adalah terorisme itu sendiri,” tegas Abuhilalah.

Aljazeera mendesak UEA menjelaskan ancaman Tamim. Sebab, Tamim dinilai bukan sekadar warga biasa di Dubai, melainkan pejabat negara.

Sehari sebelumnya, sebuah serangan bom  terjadi di Masjid Ar-Raudhah di Kota Al-Arish, Mesir di Provinsi Sinai menewaskan setidaknya 235 orang.

Para saksi mata mengatakan kepada media Mesir, bahwa serangan terjdi di Kota Bir al-Abed dekat al-Arish. Orang-orang bersenjata menyerbu masuk ke dalam masjid dan meledakkan bom.

Baca: Asosiasi Pers Asing Kecam Rencana Penutupan Aljazeera

Sejak kelahirannya, media Aljazeera sudah banyak kurang disukai beberapa pihak. Termasuk Israel, Amerika dan kalangan penguasa Negara Teluk sendiri,  lebih-lebih pasca Arab Spring (Musim Semi Arab).

Pada 2010 pemerintah Presiden George W Bush bahkan sempat menuduh siaran Aljazeera berbahasa Inggris ‘sangat keras’ melawan kebijakan Amerika

Liputan Aljazeera dalam bertahun-tahun setelah revolusi Arab Spring dan penggulingan Presiden Muhammad Mursi tahun 2013 kurang disukai dan mengganggu pemerintah kudeta Mesir.

Akibat ketidak sukaan ini, Pengadilan Mesir sempat menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara kepada wartawan TV Aljazeera. Pihak berwenang Mesir bahkan pernah mengajukan 20 wartawan ke pengadilan pidana atas dakwaan membantu organisasi “teroris”.

Pasca krisis diplomasi Qatar dengan Negara Teluk, Arab Saudi bahkan melarang seluruh hotel dan fasilitas turis di wilayahnya menayangkan Aljazeera. Pelanggaran atas larangan itu akan dikenai sanksi berupa penutupan fasilitas wisata dan denda hingga 26 ribu dolar AS.

Israel dan Uni Emirat Arab (UAE) sudah berkali-berkali mendesak agar media media yang berdiri tahun 1996 di Doha, Qatar ini dibubarkan.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al-JazeerahAljazeeraarab springDhahi KhalfanKrisis Diplomasi Qatarl Jazeeramedia qatarMusim Semi ArabNegara ArabNegara telukQatarUni Emirat Arab
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Puluhan Dai NTT Dibekali Ilmu Thibbun Nabawi
Tulisan selanjutnya Baku Tembak di Calais Lukai 5 Migran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?