Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tanpa Sebut Rohingya Paus Fransiskus Yakin Pesannya di Myanmar Sampai

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 Desember 2017 19:28 7:28 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 4 Desember 2017 07:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Paus Fransiskus mengatakan kepada para reporter bahwa dirinya yakin pesan-pesan yang disampaikannya di Myanmar akan sampai kepada para pemimpin negeri itu, meskipun tidak menyebut kata Rohngya.

Berbicara hari Sabtu (2/12/2017) di Vatikan, usai melakukan lawatan 4 hari ke Asia, pemimpin tertinggi Katolik Roma itu bersikukuh mengatakan bahwa dia sudah bersikap tegas kepada pemimpin militer dan sipil Myanmar dalam pertemuan-pertemuan tertutup, meskipun disarankan oleh otoritas Katolik setempat untuk tidak menyebut kata Rohingya dalam pidato publik karena dikhawatirkan akan menimbulkan efek bumerang.

Paus Fransiskus mengatakan dirinya memilih untuk berbicara di depan publik soal hak asasi manusia dan menyeru kepada para pemimpin Buddhis Myanmar supaya menanggulangi masalah “prasangka dan kebencian.”

Dengan begitu, kata Paus Fransiskus, dia bisa berbicara secara lugas dalam pertemuan tertutup, seraya menambahkan bahwa dirinya “sangat, sangat puas” atas pertemuannya dengan pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi dan pemimpin militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing, lapor Deutsche Welle.

“Bagi saya, hal yang terpenting adalah pesan itu sampai, berusaha mengatakan setiap hal satu persatu dan menyimak untuk memberikan tanggapan,” kata Fransiskus.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Saya tahu bahwa jika dalam pidato-pidato resmi saya menggunakan kata itu (Rohingya, red), mereka akan menutup pintu di hadapan kita. Namun [di publik] saya memaparkan situasi, bicara soal hak-hak dan mengatakan bahwa tidak ada orang yang seharusnya diasingkan, soal [hak] untuk mendapatkan kewarganegaraan, supaya saya bisa berbicara lebih lanjut dalam pertemuan-pertemuan tertutup,” jelas pemimpin spiritual Katolik itu.

Setelah menemui para pejabat Myanmar, Paus Fransiskus melanjutkan lawatannya ke negara Bangladesh pada hari Jumat. Di negara tetangga Myanmar yang menjadi tujuan pelarian Rohingya, pemimpin katolik itu baru secara terbuka menyebut kata Rohingya ketika bertemua dengan sekelompok perwakilan pengungsi Rohingya di sana.

Para pemimpin Myanmar tidak menganggap Rohingya sebagai kelompok etnis, melainkan orang-orang Bamgladesh yang menerobos wilayahnya. Padahal, sejarah membuktikan, orang-orang Muslim yang datang dari sejumlah negara tetangga telah hidup di daerah Arakan (sekarang disebut Rakhine) jauh sebelum negara Burma, yang kemudian diubah namanya menjadi Myanmar dan mayoritas penduduknya penganut Buddha, berdiri.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Trump Keluarkan Amerika Serikat dari Kesepakatan Migrasi PBB
Tulisan selanjutnya Pengamat: KTT Separatis Papua di Vanuatu Mesti Diwaspadai

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Prancis dan Chad Bina Ulang Hubungan Militer

Berita
1 November 2026 16:49
LBH Hidayatullah Kecam Penggerebekan Sewenang-Wenang Aparat di Pesantren Hamalatul Qur’an Sukoharjo
MUI: Petugas Ibadah Haji Harus Muslim, Nonmuslim Bisa Bantu Teknis
Jurnalis Asing Jadi Korban Serangan Pemukim Ilegal ‘Israel’, Dipukuli Hingga Gegar Otak
Tersangka Penembakan di Pinggiran Paris Menarget Orang Berpenampakan Muslim atau Afrika

Terbaru

  • Standardisasi Dai MUI Buka Pintu Pengabdian Alumni Timur Tengah
  • Garda Revolusi Iran Klaim Lumpuhkan Dua Drone AS di Selat Hormuz
  • MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo terkait Penggeledahan Pesantren Hamalatul Qur’an
  • MUI: Petugas Ibadah Haji Harus Muslim, Nonmuslim Bisa Bantu Teknis
  • Bekas Jubir Militer ‘Israel’ Akui Memanipulasi Kebenaran Genosida Gaza
  • Lancarkan Serangan ke Pulau Qeshm Iran, AS: ‘Tindakan Defensif’
  • Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya Buntut Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an
  • Tifatul Sembiring Desak Kapolda Jateng Dicopot Buntut Penggeledahan Pesantren Himalatul Qur’an
  • Liga Arab Desak Penyelidikan Internasional Usut Penyiksaan Tahanan Palestina oleh ‘Israel’
  • KH Cholil Nafis Raih Penghargaan Tokoh Syariah 2026

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?