Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Soal Editorial Metro TV, Pimpinan GNPF: Biar Masyarakat Menilai

Ahmad
Terakhir diupdate: 6 Desember 2017 14:43 2:43 pm
Ahmad
Dipublikasikan 6 Desember 2017 14:40
Bagikan
Zaitun Rasmin berbincang dengan salah satu wartawan Metro TV di Jakarta, Senin (11/01/2016).
Bagikan

Hidayatullah.com– Stasiun televisi Metro TV pada program Editorial Media Indonesia dengan judul “Meneladani Toleransi Sang Nabi”, Jumat (01/12/2017) lalu, turut ditanggapi oleh pimpinan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama.

Program Editorial Media Indonesia di Metro TV itu ditayangkan sehari sebelum Reuni Alumni 212, sebuah acara memperingati setahun Aksi 212. Dalam tayangan itu, Metro TV menggunakan rekaman Aksi 212 di kawasan Monas dan sekitarnya di Jakarta Pusat sebagai salah satu gambar pendukung utama narasi.

Menanggapi itu, Wakil Ketua GNPF Ulama, Ustadz Zaitun Rasmin mengatakan, menyerahkan sepenuhnya penilaian atas tayangan itu kepada masyarakat.

“Siapa sebetulnya yang tidak toleran. Apakah mereka yang bereuni ataukah yang berkomentar?” ujarnya kepada hidayatullah.com di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta, Selasa (05/12/2017).

Baca: Senator DKI: Editorial Media Indonesia di Metro TV soal Intoleransi Salah Kaprah

Zaitun menyampaikan, dalam kegiatan Reuni Alumni 212 tersebut berlangsung damai, santun, kebersihan terjaga, dan sebagainya. Termasuk tidak ada pihak yang disakiti, tidak ada agama yang dicaci, bahkan pemeluk agama lain turut hadir.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Adapun, sambungnya, kalau yang dimaksud intoleran adalah terkait menuntut dihukumnya penista agama, berarti Editorial Media Indonesia tidak menghargai hukum.

“Kan, tidak ada perlakuan lain kecuali menuntut penegakan hukum. Tentang demo atau unjuk rasa, itu diatur dalam undang-undang,” jelas Zaitun.

“Jadi ini semua dalam koridor hukum,” tutup Ketua Umum Wahdah Islamiyah ini yang ormasnya pernah disebut sebagai “salah satu jaringan teroris di Indonesia” oleh Metro TV.

Baca: Dimediasi KPI, Wahdah Islamiyah dan Metro TV Capai Kesepakatan

Sementara itu, diberitakan hidayatullah.com sebelumnya, program Editorial Media Indonesia di Metro TV dengan judul “Meneladani Toleransi Sang Nabi” itu menuai kecaman dan sorotan, termasuk  oleh Senator DKI Jakarta sekaligus Ketua Komite III DPD RI, Fahira Idris.

Fahira menjelaskan, persoalan terbesar bangsa Indonesia adalah ketidakadilan sosial yang semakin menguat dan kesenjangan yang semakin melebar antara si kaya dan si miskin.

“Dua persoalan besar ini yang sekarang sedang kita hadapi, bukan soal intoleransi karena hingga detik ini bangsa kita tidak menghadapi persoalan serius terkait toleransi,” ungkap Fahira dalam pernyataannya untuk hidayatullah.com Jakarta, Selasa (05/12/2017).

Kemudian ungkapnya, jika memang maksud tayangan editorial di Metro TV itu mengatakan Reuni Alumni 212 yang digelar pada Sabtu (02/12/2017) lalu adalah perayaan intoleransi, maka sangat disayangkan.

Ini bukan hanya salah kaprah tetapi tuduhan yang serius, ungkapnya.

Diketahui, editorial tersebut mengundang pertanyaan, juga dikeluhkan, termasuk oleh masyarakat pengguna internet (warganet/netizen) yang menilai narasi editorial di Metro TV itu tidak sesuai fakta.

Hingga berita ini dimuat, pihak Metro TV belum memberikan tanggapan/klarifikasi/penjelasan yang diminta media ini soal editorial itu.*

Baca: Metro TV Minta Maaf Kesalahan Tulisan al-Qur’an Program ‘Syiar Kemuliaan’

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:acara televisiahokaksi 212Aksi Bela Islam IIIEditorial Media IndonesiaFahira IdrisintoleransiKetua Komite III DPD RIMedia Indonesiametro TVMetro TV dan Islamreuni 212reuni alumni 212Senator DKI Jakartastasiun televisitoleransituduhan intoleransiTV Surya Paloh
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ICW Berharap Jokowi-JK Lebih Memperhatikan Penanganan Korupsi
Tulisan selanjutnya Kopdar Hafidz Fatih Seferagic di Masjid Al Falah Surabaya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?