Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dituduh Mencabuli Remaja, Pendeta Anggota DPRD Kentucky Bunuh Diri

Ama Farah
Terakhir diupdate: 14 Desember 2017 22:21 10:21 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 14 Desember 2017 22:21
Bagikan
Dan Johnson, yang bunuh diri setelah dituding mencabuli seorang remaja putri, saat berada di gereja bersama jemaatnya.
Bagikan

Hidayatullah.com—Dan Johnson, politisi Partai Republik di negara bagian Kentucky, Amerika Serikat, memilih bunuh diri setelah dituduh melakukan pencabulan atas seorang remaja putri.

Johnson, 57, tewas hari Rabu (13/12/2017) akibat satu tembakan senjata api, setelah menghentikan mobilnya di tempat terpencil di kawasan Mount Washington, kata petugas koroner seperti dilansir BBC.

Johnson, seorang uskup gereja Evangelis, terpilih menjadi anggota legislatif (aleg) Kentucky lewat pemilu 2016. Dia berhasil menduduki kursi dewan perwakilan negara bagian itu meskipun sempat mengundang kecaman akibat komentarnya di Facebook, yang membandingkan Barack dan Michelle Obama dengan monyet.

Johnson, rohaniwan di Heart of Fire Church dekat Louisville, mendukung sejumlah rancangan undang-undang berkaitan dengan kebebasan beragama dan pendidikan di sekolah-sekolah.

Hari Senin lalu (10/12/2017) Kentucky Center for Investigative Reporting mempublikasikan laporan tuduhan seorang wanita berusia 21 tahun yang mengatakan bahwa Johnson menyerangnya secara seksual, ketika dirinya berusia 17 tahun, di basement rumah pendeta itu pada malam dini hari tahun baru 2013. Ketika melakukan pencabulan, Johnson dalam kondisi mabuk setelah minum-minum di sebuah bar malam itu. Beberapa bulan kemudian, korban baru melaporkan kasusnya kepada polisi. Namun, kala itu pihak berwenang tidak menindaklanjuti perkaranya, meskipun laporannya didukung oleh pernyataan dari keluarga, catatan terapisnya, serta percakapannya di Facebook dengan Johnson, lapor New York Times.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Berceramah di gerejanya pada hari Selasa (12/12/2017), Johnson mengatakan tuduhan terhadap dirinya itu “sama sekali palsu.” Dia mengait-kaitkan kasusnya dengan tuduhan serupa yang menimpa Roy Moore, politisi Partai Republik di Alabama, yang kalah dalam pemilu khusus senat pada hari yang sama. Tuduhan-tuduhan itu, kata Johnson, bagian dari strategi nasional untuk menghancurkan politisi-politisi konservatif Partai Republik. Oleh karena itu Johnson menolak mundur dari jabatannya.

Keesokan harinya, Rabu (13/12/2017) menjelang pukul 5 petang, dia menulis di laman Facebook pujian dan sanjungan terhadap keluarganya. Dia juga menulis bahwa selama 16 tahun mengalami post-traumatic stress disorder (PTSD), “penyakit yang akan merenggut nyawaku.”

“[Penyakit] itu telah menang di kehidupan ini, tetapi akhirat adalah rumahku,” tulisnya. Namun, rupanya tulisan itu kemudian dihapus, lapor BBC.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Raja Salman Mengutuk Keputusan Trump soal Baitul Maqdis
Tulisan selanjutnya Ketua KPK Anggap Perlu Buku Pelajaran Sejarah Muat Kisah Korupsi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?