Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Polisi India Bunuh Komandan Militan Kashmir Jaish-e-Mohammad

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 Desember 2017 14:38 2:38 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 28 Desember 2017 14:38
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Polisi di wilayah Kashmir yang dikuasai India mengatakan bahwa mereka telah membunuh seorang pemimpin separatis dalam baku-tembak di pinggiran kota Srinagar.

Orang itu adalah Noor Mohammad Tantray, seorang komandan kelompok Jaish-e-Mohammad (JeM) yang berbasis di Pakistan.

Polisi India mengatakan mereka terlibat baku-tembak sengit dengan Tantray, lapor BBC Selasa (26/12/2017).

Polisi mengatakan mendapat informasi yang menggiring mereka ke sebuah rumah di distrik Pulwama di mana Tantray bersembunyi bersama dua tersangka militan lainnya.

Seorang petugas kepolisian yang menangkap Tantray di Delhi pada tahun 2003 mengatakan bahwa Tantray direkrut oleh JeM karena postur tubuhnya yang hanya setinggi 1,27 meter.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Tak seorang pun yang mencurigainya sebagai seorang teroris dan itu kenapa JeM merekrutnya sebagai kaki tangan,” kata polisi itu.

Namun, postur badannya yang pendek dan pincang juga membuat Tantray mudah dikenali.

Pria berusia 47 tahun itu merupakan orang dekat Ghazi Baba, komandan JeM yang menjadi otak serangan atas gedung parlemen India tahun 2001. Ketika ditangkap tahun 2003 di Delhi, dia membawa sekarung uang. Dia divonis hukuman penjara seumur hidup pada 2011, tetapi mengajukan pembebasan bersyarat pada tahun 2015. Selama persidangan Tantray dijuluki “saudagar kematian”.

Menurut Dirjen Kepolisian Jammu dan Kashmir Shesh Paul Vaid, awalnya operasi penyergapan berlangsung mulus. “Akan tetapi, ketika pasukan keamanan mulai mengepung, dua teroris berhasil melarikan diri. Operasi pencarian di daerah sekitar tempat itu berhasil mengidentifikasi dan meringkus mereka,” ujarnya.

Menurut media di India, Tantray membuat pusing aparat kepolisian India sejak mengajukan pembebasan bersyarat dan mengambil alih komando JeM di bagian selatan dan tengah Kashmir.

Vaid mengatakan bahwa Tantray sedang membuat rencana serangan atas sebuah konvoi di jalan raya Srinagar-Jammu ketika polisi berhasil melacak dan membekuknya.

Tantray diyakini pula sebagai otak serangan atas kamp Pasukan Keamanan Perbatasan dekat bandara Srinagar bulan Oktober lalu.

Pembunuhan atas Noor Mohammad Tantray diapandang sebagai sukses besar oleh pasukan keamanan India dalam upaya mereka memerangi militan separatis.

Kekerasan bersenjata di Kashmir terjadi sejak 1989 dan belangan ini gelombang serangan baru muncul menyusul pembunuhan pimpinan militan yang populer Burhan Wani pada Juli 2016 oleh pasukan India.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Alkohol juga Penyebab Penting Kecelakaan Lalin di NTT 2017
Tulisan selanjutnya Menag RI-Menteri Saudi Bahas Peningkatan Pelayanan Haji 2018

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?