Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Larangan Simbolis Washington, AS Larang Ekspor Senjata ke Sudan Selatan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 Februari 2018 06:59 6:59 am
Ama Farah
Dipublikasikan 4 Februari 2018 06:59
Bagikan
Presiden Sudan Selatan Salva Kiir dan Wapres Riek Machar.
Bagikan

Hidayatullah.com—Amerika Serikat memberlakukan larangan ekspor senjata ke Sudan Selatan dan mendesak negara-negara lain serta Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menetapkan embargo global.

Larangan itu bisa disebut sekedak simbolis, sebab Amerika Serikat tidak mengekspor senjata ke Sudan Selatan.

Namun, kebijakan itu akan menghalangi perusahaan-perusahaan atau warga negara AS menawarkan jasa pertahanan ke negara pecahan Sudan itu, lapor BBC Jumat (2/2/2018).

Sebelumnya Washington sudah mengutarkaan kekecewaan mereka terhadap kegagalan para tokoh Sudan Selatan untuk mengakhiri perang saudara di negara baru itu yang sudah berlangsung selama empat tahun terakhir.

Bulan lalu, dubes AS untuk PBB Nikki Haley mengumumkan bahwa Washington menjaga jarak dengan Presiden Salva Kiir, menyebutnya sebagai “mitra yang tidak layak” dalam upaya mewujudkan perdamaian.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Para pemimpin Sudan Selatan tidak hanya mengecewakan rakyat mereka sendiri, tetapi “juga mengkhianati mereka,” kata Haley.

Saat ini Sudan Selatan merupakan negara termuda, yang memerdekakan diri pada 2011 menyusul perang sipil berkepanjangan di negara induknya Sudan.

Sekitar sepertiga populasi Sudan Selatan kehilangan tempat tinggal akibat perang antar kelompok yang pecah pada Desember 2013, menyusul pertikaian antara Presiden Kiir dari suku Dinka dan Wakil Presiden Riek Machar dari suku Nuer. Machar sekarang mengasingkan diri ke luar negeri.

Upaya PBB untuk memberlakukan embargo senjata atas Sudan Selatan selama ini ditentang Rusia dan China, yang beberapa tahun belakangan menjadikan Afrika tujuan utama investasinya di luar negeri.

Embargo senjata atas Sudan Selatan kemungkinan akat sullit dilakukan, sebab senjata api saat ini sudah banyak beredar di kalangan kelompok perlawanan di negara-negara tetangga, sehingga mudah diselundupkan ke negara kaya cadangan minyak itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tabligh Akbar UBN-UAS Dihadiri Gubernur Anies, Ulama, dan Ribuan Jamaah
Tulisan selanjutnya Ustadz Abdul Somad: LGBT Anti Kebinekaan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?