Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Arroyo Bantah Rekayasa Bunuh Al-Ghozi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Oktober 2003 13:41 1:41 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Oktober 2003 13:41
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–“Saya memahami laporan operasional pihak berwenang dalam kasus ini,” kata Arroyo. Penasehat Keamanan Nasional Roilo Golez memberi alasan, bahwa kematian Al-Ghozi dapat mengundang serangan balasan dan mengatakan langkah-langkah keamanan terus ditingkatkan menjelang kunjungan Bush.

Semenjak dikabarkannya Al-Ghazi tertembak mati, spekulasi di media lokal dan di kalangan kelompok sayap kiri terfokus pada teori bahwa Fathurahman Al-Ghozi telah ditangkap sebelumnya dan dibunuh Minggu untuk kepentingan popularitas Arroyo dalam menghadapi pemilihan umum tahun depan.

Polisi mengatakan Al-Ghozi tewas dalam satu tembak menembak dengan tim gabungan polisi dan militer di Pigkawayan di utara Provinsi Cotabato Utara, tiga bulan setelah dia menimbulkan gangguan terhadap pemerintah setelah dia melarikan diri dari tahanan di markasbesar kepolisian nasional di Manila.

“Itu benar, kami tidak akan santai-santai,” kata Golez kepada radio DZBB. Golez mengatakan belum ada ancaman tertentu, namun minggu lalu, Menteri Pertahanan Australia Robert Hill memperingatkan bahwa Filipina menghadapi ancaman paling besar dari serangan dengan menyebut-nyebut Jamaah Islamiyahnya Al-Ghozi.

“Itu sama dengan Al-Ghozi … mari kita rayakan ini, namun masyarakat intelijen dan pasukan keamanan kita harus tetap siaga.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Al-Ghozi, 32, dikabartkan melarikan diri pada saat menjalani hukuman penjara 12 tahun di tahanan yang berada di markasbesar kepolisian di Manila Juli lalu. Dia melarikan diri bersama dua tersangka anggota Abu Sayyaf.

Beberapa kalangan menilai, kaburnya Al-Ghozi ditengah penjagaan dan tuduhan berat adalah hal yang sangat tidak masuk akal. Karena itulah, beredar kasak-kusuk, bahwa, kemungkinan Al-Ghozi sengaja dikeluarkan dan akan manfaatkan kalangan militer Filipina pada saat yang tepat.

Umumnya pers Filipina mempertanyakan apakah benar Al-Ghozi tewas dalam suatu tembak-menembak seperti diberitakan pihak berwenang atau ada skenario tertantu untuk memanfaatkan Al-Ghozi.

Seperti diberitakan pihak aparat, Minggu (12/10) malam, aparat yang terdiri dari militer dan polisi mengaku terlibat tembak-menembak dengan Al-Ghozi di Kota Pigkawayan. Namun para pejabat lokal dan masyakarat setempat di daerah Batangay Pugon, Pigkawayan seperti diakui aparat tak ada tanda-tanda telah terjadi tembak menembak.

Tak heran bila muncul spekulasi bahwa Al-Ghozi telah lama dikeluarkan, atau telah lama ditangkap dan direncakanan dihabisi di saat yang tepat guna menaikkan citra sikap “anti-teror” dan popularitas Presiden Arroyo. Dan saat yang tepat itu adalah saat datangnya Presiden George W Bush pekan depan.

Pendapat lain, meski skeptis datang dari senator Filipina, Ramon Magsaysay, Jr. Menurutnya, Al-Ghozi telah lama ditangkap kelompok militer. Hanya dia dikorbankan dengan tujuan agar tidak bercerita dibalik kaburnya dari penjara yang diduga banyak melibatkan kalangan petinggi militer.

“Sulit dipercaya setelah 90 hari pencarian intensif Al-Ghozi, ia tiba-tiba terbunuh dalam tembak-menembak, ” kata Magsaysay pada AP.

Mati Syahid

Meski telah banyak diyakini Al-Ghozi telah tewas tertembak, ibunda Abdurahman Al-Ghozi, Ny. Rukanah mengaku bangga pada anaknya. Kepada beberapa media massa Indonesia yang mewawancarinya, Rukanah menganggap anaknya telah mati syahid karena memperjuangkan syariat Islam. “Saya bangga anak saya bisa menyerang balik polisi Filipina. Kendati akhirnya mati, saya tidak merasa kehilangan. Alhamdulillah, kalau anak saya mampu memberi perlawanan, “ujarnya dikutip Surya.

Sebagai orang tua, Rukanah hanya berharap anaknya dipulangkan ke daerah asalnya, di Madiun Jawa Timur. (afp/ap/wpd/sy/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya NIA: Muslim Patut Dicurigai Sebagai Teroris
Tulisan selanjutnya Muslim Kanada Menangkan Pemilihan Parlemen

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?