Hidayatullah.com–Arab Saudi mulai perbolehkan wanita untuk masuk militer di beberapa provinsi termasuk Riyadh, Makkah dan Madinah sebagai bagian dari rencana Visi 2030 kerajaan itu lapor Daily Sabah pada 26 Februari 2018.
Menurut pernyataan divis Keamanan Umum kerajaan itu, posisi militer akan tersedia untuk wanita berusia antara 25 sampai 35 yang memenuhi beberapa kriteria lainnya.
Baca: Masyarakat Saudi Mendukung Perempuan Lakukan Aktifitas Publik
Dalam kriteria ini, pemohon harus berasal dari Saudi dan dibesarkan di kerajaan, kecuali ayahnya bekerja di luar negeri untuk “tanggungjawab sehubungan dengan pemerintah.” Mereka yang menikah dengan non-Saudi tidak akan diperbolehkan mengisi posisi tersebut.
Pada awal Februari, Eqbal Darandari, profesor di Universitas King Saudi yang terpilih sebagai Dewan Syura 2016, mengatakan wanita seharusnya melayani negara mereka dalam militer setidaknya selama tiga bulan.
Arab Saudi berada di peringkat 141 dari 144 negara di Global Gender Gap, sebuah studi Forum Ekonomi Dunia tentang bagaimana wanita terlibat dalam ekonomi, politik, kesehatan dan pendidikan.
Namun, sejak penunjukan Pangeran Mohammad bin Salman sebagai pewaris tahta pada Juni, Arab Saudi telah memperkenalkan serangkaian reformasi yang mendukung wanita, termasuk pencabutan larangan pengemudi wanita.*/Nashirul Haq AR