Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Oklahoma Berencana Gunakan Gas Hidrogen untuk Eksekusi Mati

Ama Farah
Terakhir diupdate: 15 Maret 2018 19:23 7:23 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 16 Maret 2018 07:15
Bagikan
Salah satu ruang eksekusi mat di Amerika Serikat.i
Bagikan

Hidayatullah.com–Negara Bagian Oklahoma berencana menggunakan gas nitrogen untuk melaksanakan eksekusi mati. Jika diimplementasikan maka Oklahoma menjadi daerah pertama di Amerika Serikat yang melakukannya.

Hal itu diumumkan oleh kepala kejaksaan setempat Mike Hunter dan direktur lembaga pemasyarakatan Joe Allbough.

Pelaksanaan hukuman mati ditangguhkan di Oklahoma selama tiga tahun terakhir di tengah-tengah masalah eksekusi dengan menggunakan metode suntik mati.

Hunter dalam konferensi pers hari Rabu (14/3/2018) mengatakan bahwa nitrogen mudah didapat dan tidak menimbulkan kematian yang menyakitkan.

Pihak-pihak berwenang selama beberapa bulan ke depan akan bekerja sama menggodok protokol baru, imbuh kedua orang itu seperti dilansir BBC. Tidak jelas kapan eksekusi mati akan dilakukan lagi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Oklahoma meloloskan RUU yang membolehkam penggunaan gas nitrogen untuk eksekusi mati pada tahun 2015, menyusul kesulitan mendapatkan obat-obatan yang digunakan untuk prosedur suntik mati. Sejumlah perusahaan farmasi melarang obat-obatan produksinya dipakai untuk eksekusi terpidana mati.

Masa tunggu tak terbatas pelaksanaan eksekusi di negara bagian itu diumumkan pada Oktober 2015, setelah petugas-petugas penjara nyaris memberikan suntikan obat yang salah kepada terpidana mati Richard Glossip.

Oklahoma merombak keseluruhan tatacara eksekusi mati setelah kesalahan proses suntik mati Clayton Lockett di tahun 2014. Lockett kesakitan meregang nyawa selama lebih dari 40 menit.

Saat ini ada 7 terpidana mati yang sedang menunggu pelaksanaan eksekusi setelah mereka kalah dalam persidangan banding, lapor situs berita pemerintah setempat NewsOK.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wartawan Peliput Korupsi Dibunuh, PM Slovakia Robert Fico Siap Mundur
Tulisan selanjutnya Lagi, Rezim Assad Menggunakan Gas Klorin di Ghouta Timur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?