Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Myanmar Hanya Verifikasi 374 Lebih dari 8.000 Dokumen Pengungsi Rohingya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 Maret 2018 15:57 3:57 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Maret 2018 15:57
Bagikan
Kementerian Luar Negeri Myanmar, Myint Thu
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemerintah Myanmar mengatakan hanya mengkonfirmasi 374 dari lebih dari 8.000 dokumen yang diajukan oleh pengungsi Muslim Rohingya di Bangladesh.

Berbicara pada sebuah konferensi pers di Naypitaw siang ini,  Kamis, (15/03/2018), Sekretaris tetap Kementerian Luar Negeri Myanmar, Myint Thu mengatakan bahwa pihaknya memeriksa semua dokumen yang diajukan oleh pejabat Bangladesh bulan lalu.

“Dari 8.032, kami telah memverifikasi 374. 374 ini akan menjadi batch pertama repatriasi,” jelas Myint Thu pada sebuah konferensi pers di Ibu Kota Naypyidaw.

“Mereka bisa kembali saat mereka merasa nyaman,” imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, hari Kamis.

Semua dokumen tersebut berhubungan dengan 8.032 pengungsi Rohingya namun Tuan Myint Thu menyalahkan Bangladesh karena tidak memberikan informasi yang benar.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: Rohingya, Sebuah Kisah yang Tidak Dibicarakan di Myanmar

Diperkirakan hampir 700.000 anggota Rohingya melarikan diri dari wilayah Rakhine di Myanmar setelah operasi militer diluncurkan pada bulan Agustus.

November lalu, Myanmar dan Bangladesh sepakat mengirim pengungsi Rohingya ke rumah dalam waktu dua bulan. Namun, prosesnya belum dimulai, dan lebih banyak lagi orang Rakhine yang menyeberang ke Bangladesh.

Dari 374 pengungsi Rohingya yang disertifikasi oleh pemerintah Myanmar, tidak jelas apakah mereka setuju untuk kembali ke Rakhine.
Myint Thu mengatakan tidak dapat memastikan nasib para pengungsi yang sebelumnya mengungsi ke Bangladesh. Menurutnya beberapa dokumen tidak termasuk sidik jari dan foto individu.

“Dokumen-dokumen itu tidak sejalan dengan kesepakatan kita”, kata Brigjen Polisi Win Tun pada konferensi pers yang sama.

Myint Thu, bagaimanapun, mengatakan bahwa badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa seperti Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) dan UDP menerima undangan pemerintah Myanmar untuk sebuah makalah konsep mengenai bagaimana mereka dapat membantu Myanmar dalam repatriasi pengungsi.

Pejabat Bangladesh telah menyatakan keraguannya tentang kesediaan Myanmar untuk memulangkan kembali pengungsi Rohingya.

Baca: Ulama Rohingya Syaikh Faizul Islam Dibunuh Serdadu Myanmar Saat Naik Perahu Menuju Bangladesh

Komisaris Bantuan dan Rehabilitasi Pengungsi Bangladesh, Abul Kalam mengatakan, ia tidak dapat berkomentar secara rinci karena belum menerima tanggapan Myanmar. Tapi ia mempertanyakan bagaimana lebih dari 300 orang bisa diverifikasi jika dokumennya salah format.

Pada konferensi pers di Naypyidaw, pejabat Myanmar berusaha untuk melawan tuduhan yang didengarkan di Dewan HAM PBB minggu ini.

Kepala misi pencarian fakta PBB visanya di tolak oleh Myanmar dan utusan khusus untuk hak asasi manusia di Myanmar yang telah larang untuk mengunjungi negara tersebut, keduanya berbicara di Jenewa pada hari Senin lalu. Yanghee Lee, utusan tersebut, mengatakan kekejaman terhadap etnis Rohingya di Myanmar memiliki tanda genosida.

“Kami memiliki hati nurani yang bersih,” kata Aung Tun Thet, koordinator sebuah kemitraan publik-swasta yang dibentuk oleh Suu Kyi untuk merehabilitasi Rakhine.

“Tidak ada hal seperti itu di negara kita, di masyarakat kita, pembersihan etnis, dan tidak ada genosida,” tegasnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aung San Suu KyiBangladeshetnis Rohingyamuslim RohingyamyanmarMyint ThuPengungsi RohingyarepatriasiRohingyaVerifikasiYanghee Lee
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jelang Brexit, Unilever Pindah Markas Besar dari London ke Rotterdam
Tulisan selanjutnya Jasa Ulama dalam Pembebasan Mesir dari Syi’ah Fathimiyah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

Terbaru

  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?