Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Jasa Ulama dalam Pembebasan Mesir dari Syi’ah Fathimiyah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 Maret 2018 16:15 4:15 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Maret 2018 16:15
Bagikan
Manuskrip yang menggambarkan tentara Fatimiyah di Abad ke 11
Bagikan

KEBERHASILAN Shalahuddin Al-Ayyubi dalam membebaskan negeri Mesir dari hegemoni Dinasti Syi’ah Fathimiyah (567 H), selain meneruskan ide cemerlang dari pemimpin-pemimpin muslim kawakan sebelumnya (seperti: Nuruddin Zanki dan lainnya), juga merupakan jasa luhur  ulama.

Mereka berjasa besar sebagai pelapang jalan terjal menuju pembebasan Bumi Kinanah. Tanpa bermaksud membatasi, ulama sekaliber Abu Hamid Al-Ghazali, Abdul Qadir Jailani dan Al-Qadhi Al-Fadhil rahimahumullah adalah di antara ulama-ulama brilian yang memuluskan jalan pembebasan.

Imam Ghazali (450-505 H)

Ulama yang dikenal dengan julukan ‘Hujjatul Islam’ ini bukan saja berjasa besar dalam mendidik generasi-generasi unggul yang nantinya menorehkan prestasi besar berupa pembebasan Baitul Maqdis di masa Shalahuddin, tapi juga sebagai figur penting yang berjuang menolak ideologi Syi’ah yang gaungnya sampai masa Shalahuddin.

Dalam buku “Shalâhuddîn al-Ayyûbî wa Juhûduhu fî al-Qadhâ ‘alâ al-Daulah al-Fâthimiyah wa Tahrîr al-Bait al-Maqdis (2008: 162-163) Dr. Muhammad Shallabi menulis catatan menarik mengenai perjuangan Imam Ghazali dalam menumpas Syi’ah Bathiniyah. Sosok yang dikenal dengan magnum opus “Ihyâ ‘Ulûmiddîn” ini termasuk deretan ulama besar di sekolah-sekolah Nidhzamiyah yang berusaha ekstra keras dalam memancangkan ideologi Ahlus Sunnah dan membendung ideologi Syi’ah.

Baca Juga

Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

Baca: Abu Bakar An-Nabulusi; Ulama Korban Dinasti Syi’ah Fathimiyah

Banyak karya-karya lahir -untuk menolak ideologi Syi’ah- dari ulama-ulama madrasah Nidzamiyah ini. Salah satunya adalah karya Imam Ghazali yang berjudul “Fadhâ`ih al-Bâthiniyah” (487 H) Di dalamnya, dengan sangat berani penulis “al-Munqidz min al-Dhalâl” ini membabat habis ideologi Syi’ah yang menyimpang.

Padahal, saat itu propaganda Syi’ah sedang gencar-gencarnya, dan mereka tidak segan-segan membunuh –dengan berbagai cara- bagi yang menentang pemahaman mereka, sebagaimana Nidzam Al-Mulk yang menjadi korban.

Menariknya, meski perjuangan Ghazali dalam melawan Syi’ah bisa mengancam nyawanya, namun beliau secara kontinu berjuang melawan mereka –melalui jalur pemikiran- serta membuka kedok Syi’ah yang sesungguhnya. Sikap tegas Ghazali terhadap Syi’ah ini penting dicatat bagi tokoh atau ulama yang bersikap lembek dan kompromistis terhadap Syi’ah, dengan mengupayakan perdamaian semu antara Ahlus Sunnah dan Syi’ah.

Abdul Qadir Jailani (470-561 H)

Tak ayal lagi, salah satu bentuk nyata sumbangsih ulama bermadzhab Hanbali ini, adalah menanggulangi secara aktif ideologi Syi’ah. Dalam bukunya yang berjudul “al-Ghunyah li Thâlibi Thârîq al-Haqqi Azza wa Jalla”  (1417: 179-184), beliau membahas tentang bagian-bagian Syi’ah serta beberapa penyimpangannya.

Menariknya, Syekh Abdul Qadir al-Jailâni dalam membantah ajaran-ajaran sesat Syi’ah, atau aliran menyimpang lainnya, tidak mengedepankan emosi, tapi argumentasi. Dr. Mâjid Ersan al-Kailâni dalam buku “Hâkadza Dhahara Jîlu Shalâhuddîn wa Hâkadza Âdat al-Quds” (1995: 236-238) menyebutkan bahwa Syekh Pendiri Madrasah Qadiriyah ini melawan aliran-aliran menyimpang pada zamannya melalui diskusi atau dialog.

Diskusi yang dilakukan beliau –sebagaimana catatan Muhammad al-Shallâbi dalam “Ashru al-Daulah al-Zankiyah”- memiliki dua keistimewaan: Pertama, menggugurkan argumentasi lawan-lawan dialognya bukan dengan ideologi Sunni yang diyakininya, tapi justru menggunakan ideologi menyimpang mereka.

Artinya, beliau menjatuhkan mereka, dengan senjata yang mereka sendiri. Kedua, luasnya pengetahuannya mengenai aliran-aliran menyimpang. Tak mengherankan jika beliau sangat berani berdiskusi dengan aliran-aliran menyimpang (2017: 406-407)

Jasa besar yang dimainkan oleh Syekh Abdul Qadir (sebagaimana yang ditandaskan oleh Majid dan Shallabi) di antaranya usaha efektifnya dalam melawan pemikiran Syi’ah Konservatif Bahtiniyah dan lainnya; di samping itu mempunyai andil besar –meski tidak secara langsung- dalam meruntuhkan Daulah Fathimiyah Ubaidiyah di Mesir dan yang tak kalah penting adalah sebagai pelapang jalan bagi masuknya Shalahuddin (1138-1193 M) dalam ekspedisi pembebasan Mesir dari hegemoni Daulah Syiah Fathimiyah.

Baca: Mengapa Syi’ah Fathimiyah Bisa Berkuasa di Bumi Kinanah

Al-Qadhi Al-Fadhil (526-596 H)

Beliau adalah ‘Tangan Kanan” Shalahuddin Al-Ayyubi. Seorang ulama ahli sastra yang berjasa besar dalam membantu menumpas Syi’ah Fathimiyah di Mesir (Shallabi, 2008: 295). Selain sebagai ulama yang disegani, beliau juga sebagai qadhi (hakim) cemerlang, administrator ulung, strateg andal, penghidup ajaran ahlus sunnah di Mesir, serta sosok brilian di balik pembebasan Bumi Kinanah dari cengkeraman Syi’ah.

Tidak berlebihan jika kepada figur alim dan pemberani ini, Shalahuddin pernah membuat statemen, “Kalian jangan menyangka bahwa aku bisa menguasai negeri-negeri dengan pedang-pedang kalian, tapi dengan pena Al-Fadhil.” (Abdus Salam, 2002: 246).

Kata-kata Shalahuddin ini bukan sekadar pujian biasa, karena pada faktanya beliau banyak terbantu dalam misi pembebasan-pembebasan yang dicanangkannya.

Dari beberapa contoh tersebut, nyatalah bahwa jasa ulama terhadap pembebasan Mesir dari Daulah Syi’ah Fathimiyah sangat besar. Karenanya, upaya untuk menanggulangi merebaknya ideologi Syi’ah, bukanlah hal sederhana. Perjuangan ini membutuhkan kolektifitas, sinergi, totalitas umat, dan dukungan intensif serta proaktif dari ulama.*/Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abdul Qadir JailaniAl-Qadhi al-FadhilBumi KinanahDinasti Syi’ah FathimiyahFathimiyahImam Al GhazaliMesirNuruddin ZankiPembebasan MesirShalahuddin al-AyyubiSyi’ah Fathimiyahsyiahulama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Myanmar Hanya Verifikasi 374 Lebih dari 8.000 Dokumen Pengungsi Rohingya
Tulisan selanjutnya Jimly: Capres Tunggal Pilpres Tidak Ideal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman

Berita
30 Agustus 2026 10:13
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria

Terbaru

  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama

8 Mei 2026 08:59
Sejarah

KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

6 Mei 2026 08:34
Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?