Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Eks Manager Siemens Akui Terlibat Suap Proyek Pembuatan KTP di Argentina

Ama Farah
Terakhir diupdate: 16 Maret 2018 19:22 7:22 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 17 Maret 2018 07:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Eks manager Siemens Eberhard Reichert di pengadilan New York mengakui terlibat skema suap di Argentina, yang terungkap pada 2008 ketika Siemens bersedia menggelar investigasi di Amerika Serikat dan Jerman yang mencakup kontrak di negara Amerika Latin itu.

Reichert, 78, merupakan satu dari sembilan orang yang dituntut oleh Departemen Kehakiman AS dan Securities and Exchange Commission atas peran mereka dalam skema suap di Argentina.

Reichert, yang bekerja di Siemens sampai 2001, hari Kamis (16/3/2018) mengajukan pengakuan bersalah atas satu dakwaan konspirasi di pengadilan New York. Dia mengaku saat bekerja sebagai manajer di Siemens Business Services di Argentina, antara tahun 1996 dan 2001, menyetujui sejumlah invoice dan kontrak palsu dengan maksud menutupi pembayaran uang suap kepada para pejabat Argentina.

Bekas eksekutif Siemens itu ditangkap di Kroasia pada September 2017 dan diizinkan untuk diekstradisi ke Amerika Serikat. Jerman biasanya tidak mengekstradisi warga negaranya.

Menurut jaksa, eksekutif Siemens melakukan pembayaran uang suap hampir $100 juta kepada pejabat-pejabat Argentina dan politisi oposisi, setelah mendapatkan kontrak pembuatan kartu identitas penduduk (KTP) Argentina bernilai miliaran dolar. Mantan presiden Carlos Menem sudah menyatakan bantahan keterlibatannya dalam kasus itu, lapor DW.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tahun 2008, Siemens setuju untuk membayar lebih dari $1,3 miliar guna menyelesaikan penyelidikan kasus suap berskala luas di Amerika Serikat dan Jerman, yang termasuk di dalamnya soal kontrak di Argentina itu. Sebagai bagian dari kesepakatan, Siemens dan anak perusahaannya di Argentina mengajukan pengakuan bersalah di AS yaitu melanggar Foreign Corrupt Practices Act, yang melarang perusahaan menyuap pejabat asing.

Sebelumnya pada tahun 2005 kejaksaan Jerman membuka kasus itu, setelah pemerintah Berlin bergabung dengan konvensi internasional tahun 1999 soal pelarangan suap di luar negeri. Pihak AS menjadi terlibat dalam kasus itu pada 2006 karena Siemens terdaftar sebagai perusahaan yang menjual sahamnya di New York Stock Exchange.

Mantan kepala keuangan Siemens Argentina Andres Truppel juga membuat pengakuan bersalah dalam kasus yang sama pada 2015. Namun, dia masih belum dijatuhi hukuman.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tutup Toko di Amerika, Kejayaan Toys ‘R’ Us Berakhir dengan Utang Miliaran Dolar
Tulisan selanjutnya Ketua MUI Sumbar: Larangan Cadar IAIN Bukittinggi Harus Dihentikan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?