Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Keluarga Korban Minta Tanggung Jawab Pembantaian 100 Hafizh Qur’an di Kunduz

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 April 2018 09:29 9:29 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 April 2018 08:55
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Kerabat anak-anak penghafal al-Qur’an (tahfizh), korban serangan udara di Kunduz, Afghanistan, meminta tanggung jawab atas pembantaian 100 lebih santri dalam sebuah serangan udara.

Sebuah sekolah keagamaan (madrasah) di distrik  di provinsi utara hancur oleh serangan udara pada hari Senin.

Pemerintah Afghanistan berdalih serangan itu menarget pertemuan Taliban, namun para saksi mata dan pejabat setempat menegaskan bahwa pada saat serangan itu, sebuah upacara Dastaar Bandi –upacara yang merayakan anak-anak muda yang berhasil menghafalkan al-Qur’an– sedang berlangsung di sekolah itu.

Ada laporan yang bertentangan mengenai jumlah korban terbunuh dalam serangan itu, dan kondisinya.

Baca: ICC: CIA, Tentara Amerika, Taliban dan Tentara Pemerintah Diduga Melakukan Kejahatan Perang di Afghanistan

Seorang pejabat distrik mengatakan jumlahnya 70 orang –termasuk anak-anak dan para komandan tinggi Taliban– terbunuh, namun saksi mata menyebut jumlah terbunuh 100.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Nematullah Temori, juru bicara gubernur provinsi, mengatakan tujuh penduduk sipil terbunuh dalam serangan itu.

Namun Jenderal Mohammad Radmanish, juru bicara kementerian pertahanan, juga berdalih menurut intelijen mereka, tidak ada penduduk sipil ketika serangan udara itu.

Dia mengatakan pada Aljazeera bahwa serangan udara menarget sebuah pertemuan Taliban dimana anggota kelompok tersebut sedang mendiskusikan rencana untuk merebut kota Kunduz.

“Taliban berkumpul di sebuah ruangan mendiskusikan langkah mereka selanjutnya untuk merebut kota Kunduz.”

Baca: Pembantaian 100 Santri Tahfizh Qur’an di Kunduz Picu Kemarahan Massal

“Kami memiliki rekaman pengawas dari orang-orang bersenjata dan foto-foto para pemimpin Taliban di wilayah telah diserang,” kata dia, menambahkan bahwa 18 komandan Taliban terbunuh dalam serangan udara tersebut.

Radmanish mengatakan penduduk sipil yang terbunuh dalam serangan itu bisa jadi hasil dari “serangan yang tidak kami sadari”.

“Pemerintah sedang menyelidiki kematian para penduduk sipil ini.”

Radmanish juga mengatakan warga sipil yang dibawa ke rumah sakit telah terkena peluru, sebuah klaim yang disangkal oleh ayah dari salah satu korban.

“Anak laki-lakiku, berumur 13 tahun, baru saja menyelesaikan Qur’annya dan sedang disahkan dalam upacara. Dia berpakaian rapi dan sangat senang dengan prestasinya,” Abdul Khalid mengatakan pada Aljazeera.

“Tidak ada tanda-tanda luka peluru di badannya. Dia terbunuh dalam serangan udara, bukan dengan tembakan.”

“Anak laki-lakiku mati sekarang, dan saya menguburkannya kemarin. Saya tidak mengerti mengapa mereka menyerang anak-anak? Kami harus tahu yang sebenarnya,” katanya, menyebut pemerintah “tidak jujur”.

[Foto: Twitter]
Abdul Matin Atifi, kepala kesehatan publik di Kunduz, mengatakan pada wartawan bahwa rumah sakit di kota menerima 30 jasad penduduk sipil.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengakui dalam sebuah pernyataan bahwa serangan-serangan udara telah menyebabkan korban sipil, tetapi mengakui mereka menarget milisi Taliban.

“Tentara Nasional Afghanistan, berdasarkan informasi akurat, memcoba menghancurkannya untuk melindungi orang-orang dari bencana yang lebih besar, tetapi sayangnya terdapat laporan bahwa korban penduduk sipil juga dihasilkan dalam serangan itu,” pernyataan itu mengatakan, menambahkan bahwa penyelidikan akan dibuka.

Baca: Menhan AS: Elemen Taliban Afghanistan Tertarik Ikut Perundingan Damai

Adegan Pembantaian

Seorang penduduk Kunduz, Faiz Mohammed, mengatakan dua adik laki-lakinya –Mirwais (11) dan Ahmed (12)– ikut serta dalam upacara itu dan dapat berhasil selamat dari serangan itu.

“Mereka masih shock dan sangat sedih karena kehilangan teman-teman mereka,” dia mengatakan pada Aljazeera.

Setelah serangan, Faiz Mohammed bergegas menuju tempat kejadian dan menggambarkan pemandangan yang mengerikan.

“Banyak sekali anak-anak dan mullah yang tergeletak di tanah berteriak kesakitan. Banyak yang terkejut,” katanya.

Misi Bantuan Persatuan Bangsa-Bangsa di Afghanistan mengatakan di Twitter bahwa sebuah tim HAM di lapangan akan secara independen menyelidiki insiden tersebut.

Serangan udara menyebabkan kematian penduduk sipil.

Angkatan udara Afghanistan, didukung oleh para penasihat koalisi NATO, telah meningkatkan serangan udara di negara itu beberapa bulan terakhir untuk mendorong Taliban ke meja negosiasi.

Meskipun begitu, banyak penduduk sipil dilaporkan telah terbunuh dalam berbagai insiden.

Baca: Amerika Hamburkan $28 Juta untuk Seragam Loreng Hijau Tentara Afghanistan

Pada awal bulan ini, sebuah unit pasukan keamanan dan intelijen Afghanistan melancarkan serangan mematikan di dua desa di distrik Chaparhar provinsi Nangarhar, yang menyebabkan kematian tujuh petani, termasuk dua remaja.

Pejabat Afghanistan mengatakan bahwa orang-orang yang terbunuh dalam serangan merupakan petempur Taliban.

Pada 31 Januari, pasukan khusus Afghanistan didukung serangan udara AS melancarkan sebuah serangan terhadap petempur Taliban di distrik Maiwand di Kandahar, menurut laporan Human Right Watch, yang dirilis pada Februari.

Setidaknya 20 penduduk sipil terbunuh dalam operasi itu, laporan tersebut mengatakan./ Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:#kunduzmassacreAfghanistanAmerika SerikatASAshraf GhaniDasht-e-Archiinvasi AS di Afghanistankrisis AfghanistanKunduzMohammad RadmanishPBBpembantaian santri Kunduzpenghafal al-QuranPresiden AfghanistantahfizhTaliban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya HNW: Kasus Sukmawati Tantangan Polisi Menegakkan Hukum
Tulisan selanjutnya OKI Mengecam Kekerasan di Wilayah Kashmir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?