Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ghazwul Fikr

Komedi Banci dan Kedudukan KPI

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Januari 2014 21:37 9:37 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Januari 2014 11:30
Bagikan
TV kita memberi porsi besar kasus seperti ini sebagai hal lucu: Sule yang beradegan jadi wanita di acara OVJ [ilustrasi]
Bagikan

Oleh: Aditya Abdurrahman Abu Hafizh

Kedua, pemunculan sosok banci/waria di tayangan komedi televisi secara berulang-ulang akan memberikan dampak pada peningkatan rasa percaya dirinya kaum banci/waria di masyarakat.

Masyarakat pun demikian, karena terbiasa ditayangkan di televisi, dan begitu digemari gurauannya, lama kelamaan sosok banci/waria bukan menjadi hal yang asing. Mereka tidak lagi minder menunjukkan dirinya di ranah publik. Karena mereka juga telah merasa mendapat porsi peran di media massa.

Baca Juga

SPI: Membenturkan Islam dengan Budaya Nusantara itu Absurd!
Amerika dan Perang Salib Baru?
Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!
Tuduh Islam Kaku, Dokter Muda Kristen Ini Terbungkam saat Dengar Hujjah Buya Hamka

Masih ingat bagaimana fenomena The Virgins menjangkiti remaja-remaja perempuan jaman sekarang?

Sesekali-lah jalan-jalan di beberapa mall di Surabaya ketika malam minggu, anda akan melihat banyak pasangan sesama perempuan yang jalan berduaan sambil bergandengan tangan mesra.

Tipikal style-nya sama: yang satu berambut lurus panjang, sedangkan pasangannya berambut gaya polem emo-style. Keduanya persis seperti sosok duo The Virgins yang ketika itu sedang booming di Indonesia.

Mengapa dampak terpaan tayangan televisi demikian berpengaruh?

Hal ini terjadi karena media massa memiliki power yang luar biasa dalam membentuk opini dan kepercayaan terhadap publik. Mungkin ini yang dimaksud oleh John Fiske dengan istilah, “persuasion in matters of opinion & belief.”

Ketiga, tayangan komedi dengan sosok banci bisa memicu kemunculan pelaku-pelaku banci yang baru di masyarakat.

Dalam satu kuliah Manajemen Media Massa di sebuah kampus ternama di Surabaya, salah satu owner stasiun televisi swasta paling bergengsi di Indonesia mengatakan bahwa media massa memiliki kekuatan untuk mempengaruhi perilaku masyarakat.

Tidak sulit bagi kita membayangkan jika tayangan-tayangan humor dengan menonjolkan sosok banci itu ditayangkan di televisi kemudian di tonton oleh anak-anak kecil yang seharusnya diusia itu mereka harus tegas diberikan pengajaran tentang pembedaan jenis kelamin.

Disaat usia yang seharusnya dia tahu bahwa celana itu pakaian untuk jenis kelamin laki-laki saja, sedangkan rok itu pakaian untuk jenis kelamin perempuan saja, dan masing-masing tidak boleh saling bertukar pakaian untuk menegaskan identitas dirinya secara tegas, kemudian dia harus diterpa dengan representasi membingungkan para banci di televisi, jelas itu akan merusak pemahamannya.

Belum lagi, anak-anak itu akan lebih bingung melihat orang-orang dewasa disekitarnya  justru menikmati lawakan yang dimainkan para banci itu di televisi.

Sikap kita

Hidup ditengah arus globalisasi komunikasi dan informasi seperti sekarang ini memang penuh dengan fitnah dan tantangan. Hampir mustahil kita bisa melepaskan diri sepenuhnya dari arus fitnah yang ada.

Media massa sudah bukan lagi agen yang bisa kita berikan kepercayaan penuh untuk mendidik dan memberikan informasi positif kepada kita.

Keharusan mereka untuk bertahan hidup di era persaingan ini membuat mereka buta dengan nilai-nilai positif yang seharusnya mereka bawa.

Mereka lebih tergiur dengan nilai keuntungan material yang bisa menyokong kelangsungan hidup perusahaan meskipun itu tidak mengandung manfaat apapun, atau bahkan justru berdampak negatif, daripada harus berjuang menyebar nilai-nilai positif dimasyarakat yang tidak mendatangkan keuntungan melimpah dari rating. Maka berinteraksi dengan media televisi yang menjadikan rating sebagai tujuan utamanya harus super hati-hati.

Menjadi pemirsa yang kritis dan selektif menjadi wajib demi memproteksi diri kita dan generasi penerus kita. Namun menjadi kritis dan selektif itu tidak mudah, ada modal berupa ilmu dan keistiqomahan yang harus kita miliki sebelumnya.

Sementara itu tugas Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), sesuai Undang-undang Nomor 32 tahun 2002 Pasal 3  harusnya bertujuan memperkukuh integrasi nasional, terbinanya watak dan jati diri bangsa yang beriman dan bertaqwa, mencerdaskan kehidupan bangsa.

Nah, melihat kasus waria, apakah KPI sudah cukup mampu ‘membia watak dan jati diri bangsa yang beriman dan bertakwa? Wallahua’lam.*

Penulis adalah Pimred situs Undergroundtauhid.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sedih Tinggalkan Dunia karena Berhenti Ibadah
Tulisan selanjutnya Usai Operasi, Kondisi Mayat Hidup Ariel Sharon Semakin Memburuk

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India

Berita
19 Oktober 2026 21:48
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
Jihad Santri di Era Modern

Terbaru

  • Jihad Santri di Era Modern
  • Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
  • Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul Fikr

Syubhat Seputar Al-Qur’an: Benarkah Ada 2 Surah yang “Hilang”?

18 April 2026 09:01
Ghazwul Fikr

Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 2)

25 Juni 2025 15:30
Ghazwul Fikr

Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 1)

25 Juni 2025 14:09
ArtikelGhazwul Fikr

Populernya Hamas, Meredupnya Otoritas Palestina dan Mahmoud Abbas

22 November 2023 12:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?